Atjong Tio seusai masuk finish nomor 3000M Steeplechase di Ajang SEA GAMES 2017

 

Pelari halang rintang Atjong Tio Purwanto berhasil menuntaskan hasratnya untuk meraih medali emas SEA Games 2017. Berlaga di hari terakhir lomba atletik, di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Atjong berhasil masuk finish pertama dengan catatan waktu 9:03.94.

Atjong meninggalkan dua pelari Vietnam Pham Tien San dan Do Quac Luat yang berada di posisi kedua dan ketiga, lebih 3 detik di belakang. “Saya senang bisa berhasil meraih emas, sekaligus memperbaiki waktu terbaik saya,” ujar Atjong Tio. 

Catatan waktu terbaik Atjong sebelumnya, 9:9.06  yang dibuat  saat berlatih di  Jakarta. Namun, di ajang Thailand Open, Juni 2017 lalu, Atjong mencatat waktu 9: 18.00 . Perolehan medali emas Atjong sekaligus penutup tambahan medali dari cabang atletik bagi kontingen Indonesia. Secara total, Atletik menyumbang 5 medali emas, 7 perak dan 3 perunggu atau total 15 medali. Jumlah ini sama dengan perolehan Atletik pada SEA Games sebelumnya di Singapura. Yaitu 7 medlai emas, 4 perak dan 4 perunggu. 

Medali emas lainnya diraih pelari Agus Prayogo, Triyaningsih, Eki Febri Ekawati dan Hendro.  Agus yang turun di tiga nomor sekaligus menggasak emas dari nomor 10.000M dengan waktu 30 menit, 22,26 detik.  Sementara dua nomor lainnya yaitu nomor Marathon dan 5000 M, Agus hanya berhasil meraih perak dan perunggu.    

Dengan raihan ini, Agus telah meraih 5 medali emas sepanjang keikutsertaanya di SEA Games yaitu Sea Games 2009 (medali emas 10000M), Sea Games 2011 (5000M, 10000M), Sea Games 2015 (10.000M) dan Sea Games 2017 (10000M).  Indonesia juga meraih emas dari cabang tolak peluru melalui Eki Febri Ekawati dengan lemparan terbaik, 15,39 meter. (HF)

 

 

Daftar Raihan Medali  Atletik Indonesia di SEA Games Kuala Lumpur 2017

 

           

No

Nama Atlet

Nomor Lomba

Raihan

 

Emas

Perak

Perunggu

 

1

Agus Prayogo

10.000m dan 5000m dan Marathon

1

1

1

 

2

Atjong Tio Purwanto

3000m Steplechase

1

 

 

 

3

Eki Febri Ekawati

Tolak Peluru

1

 

 

 

4

Tim Estafet Putra

Estafet 4x100

 

1

 

 

5

Emilia Nova

Saptalomba / 100m gawang

 

1

 

 

6

Hendro

Jalan cepat

1

 

 

 

7

Maria Natalia Londa

Lompat jauh/lompat jangkit

 

2

 

 

8

Suwandi Wijaya

Lompat jauh

 

1

 

 

9

Triyaningsih

10000m dan 5000m

1

 

1

 

10

Abdul hafiz

Lempar lembing

 

1

 

 

11

Andrian

400 m Gawang

 

 

1

 

 

TOTAL

 

5

7

3

 

               

 

 

Maria Londa mampu menyumbang medali perak nomor lompat jangkit putri SEA Games 2017 (Dok PB PASI/Jongki) 

 

Atlet asal Bali, Maria Natalia Londa berhasil menyumbang medali perak bagi kontingen Indonesia. Atlet peraih medali emas lompat jauh Asian Games ini, mencatat  lompatan terjauh Maria Londa adalah 13,52 meter. Jarak itu dia catatkan pada kesempatan ketiga dari lima kesempatan yang diberikan. Maria kalah dari saingan abadinya asal Vietnam Vu Thi Men yang berhasil melompat sejauh 14,15 meter. Medali perunggu nomor triple jump putri diraih atlet Thailand, Parinya Chuaimaroeng, dengan lompatan sejauh 13,32. Dengan perolehan medali Maria LOnda, maka Atletik Indonesia telah mengumpulkan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. 

Medali emas didapat dari nomor jalan cepat putra yang diraih Hendro dan  1 perak serta 1 perunggu masing -masing dari Agus Prayogo di nomor Marathon, dan Andrian di nomor 400 M gawang. Andrian mencatat waktu 51,52 detik.

Dia kalah cepat dari pelari Filipina, Eric Shauwn Cray, dan wakil Vietnam, Quach Cong Lich, yang beradu sengit hingga garis finis. Berdasarkan catatan waktu, Cray menang tipis atas Lich dengan selisih 0,02 detik. Cray meraih medali emas dengan catatan waktu 50,03 detik, sedangkan Lich terpaksa harus puas dengan medali perak.(HF)

Hendro saat memasuki garis finish di ajang SEA Games 2017 (Dok PB PASI/Jongki)

 

Atlet jalan cepat kebanggan Indonesia, Hendro, mempersembahkan medali emas pertama dari cabang atletik pada SEA Games  2017. Turun di nomor 20000M putra, Hendro berhasil finis dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 11 detik. Dia memecahkan rekor SEA Games 1;33,47.87, yang bertahan selama 18 tahun milik atlet Malaysia Harbans Singh Narinde yang dibuat pada SEA Games 1997 di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam.

Juara kedua dan ketiga diraih atlet Malaysia Lo Choon Sieng dan M Khairil Harith dengan waktu masing-masing 1;32.28 dan 1;34.04.

Emas ini menjadi torehan ketiga yang diraih Hendro selama mengikuti SEA Games. Sebelumnya, Hendro berhasil meraih pencapaian yang sama pada edisi 2013 dan 2015. Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menyambut gembira kemenangan Hendro tersebut. “Puji Tuhan, Hendro berhasil menjaga tradisi emasnya di SEA Games, sesuai kalkulasi kami,” ujar Tigor Tanjung.

Namun, menurut Tigor, capaian Hendro belum bisa dijadikan acuan untuk keikutsertaaanya di Asian Games. “Persaingan di Asian Games jauh lebih berat dari SEAGames. Hendro hrs dipersiapkan lebih baik bila ingin diturunkan dlm AG,” tegas Tigor.

 

Agus Prayogo sesaat memasuki garis finish di kawasan Putra Jaya, Malaysia (PBPASI/Jongki H)

 

Atlet marathon Indonesia Agus Prayogo berhasil mempersembahkan medali perak pertama SEA Games XIX bagi tim Indonesia dari cabang Atletik. Berlaga di kawasan Putra Jaya, Malaysia,  Agus masuk garis finish kedua dengan catatan waktu 2:31.20.Medali emas diraih atlet asal Singapura Soh Rui Yong yang merupakan juara bertahan SEA Games Singapura 2015 dengan waktu 2:29.15 detik. Catatan waktu yang diraih Agus ini masih di bawah catatan terbaiknya yaitu 2:21.40

Sejak awal start, Agus sebenarnya terus memimpin lomba. Ia dikawal ketat Soh Rui Yong dan pelari Timor Leste Augusto Ramos Soares. Namun, di kilometer 25, Augusto mengalami cedera yang membuatnya tak mampu melanjutkan lomba. Agus dan Soh kemudian berlari meninggalkan atlet negara lain jauh di belakang. Termasuk Asma Bara, kompatriot Agus di pelatnas Pangalengan Bandung. Asma akhirnya harus puas di posisi 5 dengan catatan waktu 02:40.25. Sementara medali perak diraih atlet tuan rumah Malaysia Muhaizar bin Mohamad dengan waktu 2:32.11. (HF)

Para Atlet estafet andalan Indonesia

 

Di sisa waktu menjelang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, 19 – 26 Agustus 2017 mendatang, atlet-atlet Atletik terus mengasah kemampuannya di bawah bimbingan para pelatihnya.  Pelatih lari jarak pendek pelatnas Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Eni Nuraini mengungkapkan, persiapan saat ini sudah sampai ke tahap prakompetisi. “Ini sudah menjelang lomba. Untuk estafet persiapan lebih kepada kekompakan atlet,” kata Eni.


Hingga saat ini, Eni memperkirakan kesiapan atlet sudah sampai 97 persen menjelang SEA Games 2017. Meski begitu, Eni masih terus memfokuskan para atletnya untuk terus memelihara kemampuan teknik yang dibarengi juga dengan kekompakan. Seperti terlihat pada latihan di stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, para atlet estafet putra yang diharapkan dapat menyumbangkan medali emas di Sea Games mendatang tampak sangat siap. Salah satu kunci keberhasilan dalam estafet yaitu penyerahan tongkat, terus dilatih berulang-ulang agar sesuai.

Meski begitu menurut Eni, masih ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar proses latihan yang selama ini sudah dijalankan memberikan hasil yang terbaik. “Startnya masih terus dilatih lagi, ibaratnya kalau sekarang lebih dimantapkan lagi sudah dekat waktunya,” jelas Eni.

Tim pelari estafet 4 x 100 meter untuk SEA Games 2017 akan diisi oleh Fadlin, Iswandi, Eko Rimbawan, Yaspi Boby, I Dewa Made Mudiasa, dan Bayu Kartanegara. Sebagian, juga akan turun di nomor individu 100 dan 200 m.

PB PASI sendiri meenargetkan untuk meraih hasil yang lebih baik daripada gelaran SEA Games sebelumnya di Singapura. Atletik saat itu menyumbang 7 medali emas, 4 perak dan 4 perunggu. (hF)

 

Sebagian  atlet dan Pelatih yang akan terjun di SEA Games 2017 Kuala Lumpur

 

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memutuskan untuk menambah jumlah atlet yang akan dikirimkan ke ajang SEA Games XXIX Kualalumpur 2017.

Sejumlah atlet muda potensial masuk dalam daftar nama tambahan tersebut. Mereka adalah Abdul Hafiz dari nomor lempar lembing, Andrian (400m gawang), Halomoan Edwin Binsar (400 m gawang), Teuku Tegar Abadi (Lompat Galah), Wempy Pelamonia (800 m), Ifan Anugerah (400 M), Bayu Kertanegara (estafet 4 x 100m) dan Rozikin (estafet 4x100m). 

 

Sekjen PB PASI Tigor M. Tanjung mengatakan, penambahan jumlah atlet ke arena SEA Games dimaksudkan untuk menjadi ajang bagi para atlet muda ini, menambah pengalaman berlomba. “Mereka tidak kami bebankan target tinggi, karena target utama PB PASI adalah menciptakan atlet-atlet yang siap ke Asian Games dan Olimpiade 2020,” ujar Tigor Tanjung.

Daftar tambahan ini, menambah daftar atlet atletik Sea Games yang sudah disetujui oleh Satlak Prima. Sebelumnya, Satlak Prima telah menetapkan 20 Atlet Atletik yang akan diberangkatkan di ajang yang akan berlangsung dari Tanggal 19 Agustus hingga 30 Agustus 2017 tersebut.

Diantaranya, atlat jarak jauh Agus Prayogo dan Triyaningsih, peraih medali emas Asian Games di Incheon Korea selatan, Maria Natalia Londa, dan pejalan cepat peraih emas Sea Games 2015 lalu Hendro.   “Makanya, keberangkatan para atlet tambahan ini  atas biaya penuh PB PASI,” tambah Tigor Tanjung. 

Para atlet tambahan ini sendiri merupakan atlet-atlet muda yang belakangan tampil cemerlang baik di ajang Kejurnas maupun ajang Internasional. Pelompat galah Teuku Tegar Abadi misalnya, merupakan peraih medali emas Singapura Open 2017 yang berlangsung akhir April 2017 lalu. Begitu pula, atlet Halomoan Edwin Binsar dan Ifan Anugerah yang masing masing merupakan peraih medali emas kejuaraan remaja Asia yang berlangsung di Bangkok, mei 2017 lalu. 

Untuk SEA GAMES  kali ini, PB PASI menargetkan untuk meraih medali minimal sama dengan perolehan medali saat SEA Games 2015 Singapura yaitu 7 medali emas. “Tapi, dalam hitungan kami, bisa jadi perolehannya melampaui jumlah itu. Bahkan, atlet-atlet muda tambahan itu, bisa saja membuat kejutan dengan meraih medali,” tambah Tigor Tanjung.

Tak hanya menambah jumlah atlet ke SEA Games, PB PASI juga berencana mengirim sejumlah atlet untuk mengikuti beberapa kejuaraan internasional sebagai ajang ujicoba menjelang SEA Games 2017. Diantaranya kejuaraan dunia remaja di nairobi Kenya, yang akan diikuti dua atlet yaitu jeany Anggraini dan Halomoan Binsar. Selain itu, PB PASI juga akan ikut serta di ajang kejuaraan dunia atletik di London, Inggris.

 

Daftar Atlet Atletik Ke SEA Games Kuala Lumpur 2017

No

Nama Atlet

Nomor Lomba

1

Agus Prayogo

10.000m dan 5000m

2

Asmara Bara

10.000m dan 5000m

3

Atjong Tio Purwanto

3000m Steplechase

4

Budiman Holle

1500m

5

Eki Febri Ekawati

Tolak Peluru

6

Eko Rimbawan

Estafet 4x100

7

Elizar Gamashi

3000M steplechase putri

8

Emilia Nova

Saptalomba / 100m gawang

9

Fadlin

Estafet 4 x 100

10

Frederick Saputra

Lompat Galah

11

Hendro

Jalan cepat

12

I Made Budiyasa

Estafet 4 x 100m

13

Iswandi

100m / estafet 4 x 100m

14

Maria natalia Londa

Lompat jauh/lompat jangkit

15

Nadia Anggraini

Lompat tinggi

16

Oliva Sadi

Marathon

17

Suwandi Wijaya

Lompat jauh

18

Triyaningsih

10000m dan 5000m

19

Yaspi boby

100m dan estafet 4x100m

20

Abdul hafiz

Lempar lembing

21

Andrian

400 m Gawang

22

Halomoan Edwin Binsar

400m Gawang

23

Teuku Tegar Abadi

Lompat galah

24

Wempy Pelamonia

800 M

25

Ifan Anugerah

400M

26

Bayu Kertanegara

Estafet 4 x 100M

27

Rozikin

Estafet 4 x 100M

28

Rizky Gusyafa Pratama

Lompat tinggi

 

Ketua Pengprov PASI Jatim Yongki S membuka acara pelatihan di Surabaya, Jawa Timur (dok Pengprov PASI Jatim)

 

Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Jawa Timur (Pengprov Pasi Jatim) menggelar coaching clinic rabu (24/5) lalu. Pelatihan yang dibuka ketua umum pengprov PASI Jatim Yongki Sumarhadi ini, membahas secara khusus pola pelatihan yang diberikan pelatih terbaik dunia Harry Marra. Sebagaimana diketahui, PB PASI sempat mendatangkan pelatih Amerika Serikat  Harry Marra untuk memberikan pelatihan kepada sejumlah pelatih pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI dan atlet-atlet pelatnas, Januari 2017 lalu. Hasilnya, bisa terlihat dari peningkatan prestasi para atlet pelatnas yang ikut serta dalam pelatihan. Selain terjadi beberapa pemecahan rekornas, lima atlet yunior, termasuk yang ikut dalam pelatihan, berhasil lolos ke kejuaraan dunia.

Untuk itu, pola pelatihan Harry Marra yang merupakan pelatih juara olimpiade dasa lomba Ashton Eaton. Harry memberikan  teknik-teknik latihan dengan berbagai pola baru termasuk menggunakan medicine ball  yang merupakan pola  pemanasan sederhana tapi tetap mencakup keseluruhan gerak badan atlet. Ilmu dari Harry Marra yang direkam tim PB PASI ini dipelrihatkan kepada para pelatih di Jawa Timur, untuk bisa diterapkan dalam membina atlet-atlet masing-masing. Pola Pelatihan ini sendiri rencananya akan diberikan ke daerah-daerah lain.

Penyerahan medali juara 400 m gawang kejuaraan Asia U-18 di bangkok, Thailand, oleh Sekjen PB PASI Tigor Tanjung (Dok PB PASI)

 

Atlet atletik remaja asal Jawa Barat, Halomoan Edwin Binsar Simanjuntak, menciptakan prestasi spektakuler.  Moan-demikian ia biasa disapa, tak hanya mampu memecahkan rekornas, Ia juga mampu memecahkan rekor remaja Asia. 

Hal itu dilakukan Moan di ajang kejuaraan remaja Asia yang berlangsung di Bangkok, Thailand, selasa (23/5). Selain memperbaiki catatan rekornas nomor 110 M yang dipegangnya dari 13,78 detik menjadi 13,73 detik,  Moan yang meraih medali emas juga memecahkan rekor remaja Asia nomor 400 M gawang dengan catatan waktu 51,96 detik atau 0,49 detik lebih cepat dari rekor lama yang dipegang atlet Thailand, Witthawat Thumcha dengan 52,45 detik. “Puji Tuhan, cukup senang meski belum cukup puas karena belum tembus di bawah 50 detik,” ujar Halomoan.

Catatan waktu terbaik Moan sendiri di nomor 400 M gawang yaitu  51,85 detik. Anak bogor kelahiran 20 Desember 2000 ini pun makin pasti bakal menginjakan kaki di ajang Kejuaraan Dunia Atletik U-18 di Nairobi, Kenya, 12-16 Juli 2017. "Pada Kejuaraan Dunia nanti saya ingin menjadi juara, atau minimal bisa mencapai final,” kata Halomoan.

Selain Halomoan, rekor kejuaraan Asia lainnya yang berhasil dipecahkan atlet remaja Indonesia yaitu nomor 400 meter putra. Adalah atlet Jawa Timur Ifan Anugerah Setiawan, yang berhasil memecahkan rekor kejuaraan Asia dengan waktu 47,47 detik atau lebih baik dari rekor sebelumnya dipegang atlet asal Cina Wi Yu Ang 47,55 detik.

Ifan dan Moan sama sama menyumbang medali emas bagi tim merah putih. Perolehan emas yang amat berarti ini dan 3 medali perunggu, membawa tim Indonesia berada di posisi kelima di Asia, di bawah Cina, Taiwan, India dan Korea Selatan. Ifan dan Moan  juga tercatat sebagai dua dari lima atlet remaja Indonesia yang sudah dinyatakan lolos ke Kejuaraan dunia remaja. Tiga nama lainnya yaitu  pelompat galah putra Idan Fauzan, sprinter Lalu Muhammad Zuhri, dan sprinter putri Jeany Nuraini Agreta. Kelimanya telah melampaui limit yang ditetapkan IAAF.

 Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menjelaskan bahwa hasil yang diraih para atlet remaja sudah sesuai dengan harapan yang ditargetkan PB PASI. “Ini (keberhasilan)  memang hasil dari Program pembinaan berjenjang yang diterapkan PB PASI,” ujar Tigor Tanjung.

 Hasil ini, menurut Tigor Tanjung, memberi kepercayaan tinggi bagi PB PASI untuk menatap Olimpiade Tokyo 2020 yang merupakan target utama kepengurusan PB PASI. “Sebagian diantaranya kita proyeksikan untuk Olimpiade, dan ada juga yang untuk Asian Games 2018 mendatang,” ujar Tigor Tanjung.

 

 

Daftar Atlet yang Lolos Ke kejuaraan Dunia U-18

 

  1. Halomoan Binsar Simanjuntak 110 M gawang dan 400 m gawang
  2. Ifan Anugerah Setiawan 400 m
  3. Idan Fauzan lompat galah
  4. Lalu Muhamad Zuhri 200 m
  5. Jeany Nuraini Agreta 100 m

 

Tim Estafet dengan new national record (dok PB PASI) 

 

Keberhasilan tim Indonesia di pentas Asian Grandprix 2017 (AGP 2017) menambah kepercayaan diri PB PASI menatap ajang SEA Games 2017. Sepanjang 3 seri AGP 2017 yang berlangsung di China dan Taiwan itu, tim Indonesia yang terdiri dari 5 atlet, berhasil mendulang  3 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Dalam kejuaraan yang berlangsung dari 23 April hingga 30 April  tersebut, tim Indonesia hanya turun di  tiga nomor perlombaan yaitu estafet 4x 100 M putra, Sprint 100 M putra dan tolak peluru putri. Perolehan 3 medali emas diraih tim estafet yang terdiri dari Fadlin Ahmad, Iswandi Abdullah, Eko Rimbawan, dan Yaspi Boby.

Tim besutan pelatih kepala PB PASI Eni Sumartoyo ini menciptakan hattrick dengan memborong ketiga medali emas dari seluruh seri yang berlangsung di China dan  Taiwan tersebut. Sementara 1 medali perak dan dua perunggu masing-masing diraih Yaspi Boby dari nomor 100 m putra  dan Eki Febri dari nomor tolak peluru putri.  

 

Tak hanya medali, tim Indonesia juga sukses memboyong dua rekor nasional (rekornas) baru.Tim estafet, mampu memecahkan rekornas estafet 4x100M dari semula 39,28 detik  yang dibuat saat di kejuaraan Singapore open 2016 menjadi 39,13 detik. “Semula kami kurang yakin dengan formasi baru tim estafet putra setelah kecelakaan yang menimpa Rozikin(atlet pelatnas PB PASI). Tapi, hasil dalam Asian Grand Prix 2017 ini menjadi bekal bagi mereka ke SEA Games di Malaysia," kata pelatih kepala PB PASI Eni Sumartoyo.

 

PB PASI pada awalnya memang menyiapkan tim estafet SEA Games yang bermaterikan Iswandi, Fadlin, Yaspi Boby dan Rozikin. Namun, beberapa hari jelang keberangkatan mengikuti try out perdana di AGP 2017, Rozikin mengalami kecelakaan motor di sekitar stadion Pakansari, Cibinong, tempat pelatnas selama ini berlangsung. Ia mengalami patah tulang bahu sehingga butuh operasi dan pemulihan setidaknya enam bulan.  

 

Formasi berubah dengan masuknya Eko Rimbawan yang memang selama ini disiapkan PB PASI menjadi cadangan tim utama. Selain Eko Rimbawan, PB PASI juga menyiapkan sprinter asal Bali  I Dewa Made Mudiyasa yang kini menghuni pelatnas PB PASI.  Hasilnya, tiga medali emas dan dua pemecahan Rekornas. 

 

Menurut Eni Sumartoyo, hasil yang ada merupakan buah dari latihan dan semangat serta tekad atlet dalam menjalankan program sesuai periodisasi yang telah ditentukan pelatih. Ia juga tak menampik bahwa keberhasilan ini tak lepas dari pengaruh hasil latihan yang diberikan pelatih Amerika Serikat Harry Marra yang belum lama ini datang ke Indonesia. “Mudah-mudahan untuk periodisasi selanjutnya akan lebih baik lagi,” tambah Eni Sumartoyo.

 

Selain estafet, sukses pemecahan rekornas juga dibuat petolak peluru putri asal Jawa Barat Eki Febri Ekawati. Ia berhasil memperbaiki rekornas yang dibuatnya sendiri di ajang PON 2016 lalu yaitu 14,98 meter menjadi 15,54 meter.  “Puji Tuhan,  kita bisa memandang optimis bahwa kita berpeluang  menyumbang medali cukup besar di ajang  SEA Games Kuala Lumpur nanti,” ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menanggapi hasil yang diperoleh dari AGP 2017.

Tim estafet Jawa Timur saat menjadi juara estafet 4 x 400M (dok PB PASI) 

 

Tim Jawa Timur akhirnya kembali menguasai podium Juara Umum kejurnas U-18 dan U-20 yang berlangsung di stadion Atletik, Rawamangun Jakarta Timur. Tim yang sebagian diisi atlet-atlet binaan pelatnas PB PASI ini berhasil meraih 15 medali emas, 13 perak dan 9 perunggu. Sementara juara tahun lalu, tim Jawa Tengah hanya menempati posisi ketiga dengan perolehan  10 medali emas, 14 perak dan 14 perunggu,  di bawah tim tuan rumah DKI Jakarta yang menempati urutan kedua dengan perolehan medali 11 emas, 10 perak dan 8 perunggu.   

 

Namun yang membanggakan, dalam kejurnas kali ini terjadi pemecahan rekor nasional oleh atlet-atlet yunior dan remaja. Setidaknya ada 10 rekor nasional baru yang berhasil dipecahkan sepanjang 4 hari penyelenggaraan.

 

Diantaranya atlet yang sangat bersinar di ajang kejurnas ini yaitu atlet asal Jawa Barat Halomoan Edwin Binsar. Atlet remaja asal Bogor, Jawa Barat ini memecahkan dua rekornas sekaligus yaitu di nomor  110 meter gawang dan 400 m gawang putra.  

 

Selain Halomoan, pemecahan rekornas juga terjadi di nomor lontar martil putra oleh atlet pelatnas lainnya  Deny  Putra Yohanes. Atlet asal Riau ini memecahkan rekor atas namanya sendiri dengan mencatat lemparan sejauh 56,83 m dari sebelumnya 55.20m  (Lihat daftar Pemecahan Rekornas) .

 

Peringkat 10 Besar Kejurnas U-18 dan U-20

No        Daerah               emas perak perunggu Total

  1. Jawa Timur 15;      13;       9;         37
  2. DKI Jakarta 11;      10;       8;         29
  3. Jawa Tengah 10;      14;      14;       38
  4. Jawa Barat    9;      12;       9;         30
  5. Sumatera Barat 8;      5;         7;         20
  6. Riau    3;      5;        2;         10
  7. BaBel    3;      2;        4;        9
  8. Maluku    3;      1;         3;         7
  9. Sulsel    3;      1;         2;         6
  10. Banten   2;      2;         2;         6

Daftar pemecahan rekornas pada Kejurnas U-18 dan U-20

1

Deny  Putra Yohanes

Yunior

Riau

Lontar Martil

56.83m

2

Teuku Tegar Abadi

Yunior

Jawa Timur

Lompat Tinggi Galah

4.95m

3

Tria Suryati Ningsih

Yunior

D.I. Yogyakarta

3000m St. Chase

11:31.81

4

Fauma defril Jumra

Yunior

Sumbar

Dasa Lomba

5948

5

Nabeela Ariantika

Remaja

Lampung

Sapta Lomba

4051

6

Safrina Ayu Melina

Remaja

Jawa Timur

100m Gawang

14.34

7

Halomoan Edwin Binsar

Remaja

Jawa Barat

110 Gawang

13.78

8

Nani Dwi P

Remaja

Jawa Tengah

2000m St. Chase

7:24.89

9

Halomoan Edwin Binsar

Remaja

Jawa Barat

400m Gawang

51.85

10

Risqian Michael

Remaja

DKI Jakarta

Lempar Cakram

49.95


 

Page 1 of 12
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…