Jakarta, PB PASI - Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, gagal lolos ke semifinal nomor lari 100 meter putra pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019 Qatar, Sabtu (28/9/2019) malam WIB. Turun di  babak penyisihan pada heat 6 di Stadion Internasional Khalifa, Doha,  Zohri yang menempati lane 6 hanya menempati peringkat keenam dengan catatan waktu 10,36 detik. Heat keenam dimenangi pelari Amerika Serikat, Chistian Coleman dengan waktu 9,98 detik. Urutan kedua dihuni pelari Italia Marcell Jacobs (10,07 detik), dan urutan ketiga ditempati sprinter Jepang Sani Brown (10,09 detik).

Sekretaris umum PB PASI Tigor Tanjung memberikan tanggapan atas kegagalan Lalu tersebut. "Saya rasa Zohri memang belum saatnya membuat kejutan di sini, terlalu banyak pelari yang jauh lebih hebat dari dia baik dari segi prestasi maupun pengalaman," kata Tigor. 

Menurut Tigor, setiap kejuaraan internasional yang diikuti Zohri akan menjadi bekal serta mematangkan teknik dan mental bagi sprinter berusia 19 tahun itu. Zohri diproyeksi akan mencapai prestasi puncaknya pada saat usianya matang di 24 tahun, atau diperkirakan pada olimpiade 2024 mendatang.

Setelah tampil di Kejuaraan Dunia di Doha ini, PB PASI menurut Tigor Tanjung,  akan menyusun program bagi Zohri untuk mematangkan persiapan menjelang Olimpiade 2020 di Tokyo dengan target bisa berlari di bawah 10 detik.

Nomor 100 meter akhirnya dimenangkan oleh sprinter Amerika Serikat Christian Coleman. Ia berhasil mencatatkan waktu 9,76 detik, meninggalkan rekan senegaranya, Justin Gatlin, yang finis di posisi kedua dengan catatan waktu 9,89 detik dan sprinter Kanada Andre De Grasse di posisi ketiga dengan  waktu 9,90 detik.

Pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019, Indonesia masih menyisakan satu wakil lagi yakni Maria Natalia Londa yang akan bertarung di nomor lompat jauh putri.

 

HF

Jakarta, PB  PASI - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memastikan mengirim  dua atlet terbaiknya ke ajang IAAF World Athletics Championship 2019, di Doha, Qatar. Kedua atlet tersebut yaitu sprinter Lalu Muhammad Zohri dan pelompat jauh putri Maria Natalia Londa. 

Lalu Muhammad Zohri berhasil masuk kualifikasi ke Doha setelah mencatat waktu terbaik di kejuaraan atletik Asia yang berlangsung di Doha, Qatar beberapa waktu lalu. Sementara Maria Londa dipilih PB PASI mewakili Indonesia setelah Federasi Atletik Dunia (IAAF) mengundang 1 atlet Indonesia sebagaimana pada ajang kejuaraan dunia sebelumnya. Prestasi Maria londa yang pernah meraih medali emas Asian Games 2014, dianggap bisa bersaing dengan atlet-atlet terbaik dunia lainnya.

Saat kejuaraan dunia atletik 2017 yang berlangsung di London, Indonesia mengirim sprinter putri Ulfa Silviana di nomor 200 meter.  Lalu dan Maria akan didampingi pelatih masing-masing yaitu Eni Sumartoyo, Erwin Maspaitella, dan I Ketut pageh. Tim Indonesia sendiri akan dipimpin manager Siti Tazkiyah Hasan atau yang akrab disapa Ikki Hasan.

 

HF    

 

Jakarta, PB PASI - PB PASI memutuskan untuk tidak mengirim juara dunia U20 Lalu Muhammad Zohri ke ajang SEA Games 2019 di Manila, Filipina.  Hal itu ditegaskan ketua umum PB PASI Mohamad Hasan di Jakarta. Mantan menteri perindustrian dan perdagangan ini mengemukakan alasannya tidak menurunkan Zohri.  "Lalu (Zohri) itu kelasnya sudah kelas dunia. Lalu mau ke Qatar (kejuaraan dunia), ke Doha. Jadi nanti tidak akan saya kirim ke Sea Games," ujar pria yang akrab disapa Bob Hasan, di stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).

Bob Hasan ingin memberikan kesempatan pada bibit muda untuk tampil di Sea Games Filipina 2019. "Sea Games kami kirim anak-anak muda. Nah, ini yang nanti kami kembangkan bisa 10, 20 (orang) yang kaya Emil (Emilia Nova) 10 orang, kaya Lalu 10 orang), kalau satu-satu itu yang salah. Pembinaannya mesti kami ubah, mesti banyak anak-anak, karena anak-anak ini kalo sekarang lari, besok dah segar lagi," tegas Bob Hasan.

Sementara itu, Zohri tidak mempermasalahkan dirinya tak tampil di Sea Games. Ia mengakui tak kecewa karena masih ada kejuaraan yang jauh lebih besar. Atlet yang sudah dipastikan lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang ini  juga tak mencanangkan target menang pada kejuaraan dunia di Qatar, ia hanya ingin fokus bertanding.

"Ya ke depan banyak kejuaraan dunia. Jadi ya gak apa-apa sih gak diturunin, gak kecewa juga, karena kan ada kejuaraan yang lebih besar," ungkap Zohri.

Dalam surat PB PASI ke Komite Olimpiade Indonesia, terdapat 35 atlet yang akan diberangkatkan ke manila, November-Desember 2019 mendatang. Menurut Direktur Pelatnas PB PASI Mustara Musa, sebenarnya PB PASI ingin mengirim lebih banyak lagi atlet untuk berlomba di SEA Games 2019. Selain untuk meraih medali, PB PASI juga ingin melakukan proses regenerasi atlet dengan memperbanyak keterlibatan atlet muda di ajang-ajang internasional. Namun,  KOI hanya menyetujui daftar atlet yang memang punya potensi meraih medali di ajang antar negara ASEAN tersebut. "Sesuai kebijakan ketua umum PB PASI, kita ingin mengirim banyak atlet muda ke SEA Games, tapi KOI membatasinya, jadi kita mau gak mau ikuti," ujar Mustara. 

Namun, tak tertutup kemungkinan PB PASI akan mengirim sendiri atlet-atlet muda untuk berlaga di SEA Games dengan biaya dari PASI sendiri seperti yang dilakukan pada SEA Games 2017  lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. 

 

HF

 

Berikut daftar atlet Atletik Untuk SEA Games 2019 

1. Eko Rimbawan

2. Mochammad Bisma Abina

3. Joko Kuncoro

4. Adith Rico Pradana

5. Adith Rici Pradana

6. Agus Prayogo

7. Robi Syaintun

8. Welman David Pasaribu

9. Rio Maholtra Halomoan

10.Edwin Binsar

11. Atjong Tio Purwanto

12. Hendro

13, Bayu Prasetyo

14. Frederick Saputra

15.Sapwaturrahman

16. Rafika Putra

17. Abd Hafiz

18. Fauma Defril Jumra

19. Alvin Tehupeiory

20. Tyas Murtiningsih

21. Jeany Nuraini A Agreta

22. Ema Nuryanti

23. Dewi Ayu Agung Kurniayanti

24, Sri Maya Sari

25. Eka Cahaya Ningrum

26. Marselina Tamu Apu

27. Agustina Mardika Manik

28. Pretty Sihite 

29. Odekta Elvina Naibaho

30. Emilia Nova

31. Maria Natalia Londa

32. Diva Renatta Jayadi

33. Eki Febri Ekawati

34. Atina Nurkamila 

35. Triyaningsih

Jakarta, PB PASI - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kembali memberikan apresiasi  kepada atlet atletik yang telah berprestasi sepanjang 2019. Seperti tahun-tahun sebelumnya, PB PASI memberikan penghargaan berupa uang pembinaan kepada para atlet yang memecahkan rekor nasional dalam berbagai turnamen termasuk Kejurnas Atletik 2019.

Sebanyak 14 atlet terpilih mendapat penghargaan, termasuk sprinter andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. "Sebetulnya tidak susah untuk membina olahraga atletik, yang penting atlet harus bisa disiplin. Disiplin makan, disiplin latihan, disiplin istirahat, Jadi kalau kita mau ke level dunia juga tidak sukar, mudah saja," kata Ketua PB PASI, Bob Hasan dalam sambutannya pada acara penganugerahan atlet berprestasi di Gedung Menara Hijau, Jakarta, Rabu (7/8).

Bob Hasan meminta para atlet  agar memanfaatkan  bonus yang diberikan secara baik untuk investasi masa depan termasuk dengan membuka usaha kecil dan menengah. Dia berharap para  atlet harus bisa menjadi orang yang kaya dan berkecukupan hingga kelak jika sudah tidak lagi menjadi atlet mereka tetap mampu hidup sejahtera. "Kita tidak saja mendidik mereka ini untuk menjadi atlet dunia, tapi kita mendidik mereka juga untuk menjadi pengusaha kecil menengah," pungkasnya.

 

HF

Cibinong, Indonesia - Atlet lempar lembing asal Bengkulu Egi Patli Pranata menjadi peraih medali emas terakhir pada hari pertama Kejuaraan nasional U18, U20 dan Senior yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong Kabupaten Bogor, sore tadi. Egi yang baru saja memecahkan rekor ASEAN School Games 2019 di Semarang, pekan lalu, berhasil mencatatkan lemparan terjauhnya sejauh 65,01m yang merupakan catatan rekor nasional baru lempar lembing yunior putra. Egi memecahkan rekornas atas nama  Abdul Hafiz yang dibuat lima tahun lalu yaitu dengan lemparan sejauh 63,60 m. 

Medali perak diraih atlet Jawa Timur, Dedi Arum Setiawan yang mencatat lemparan sejauh 59,44 M. sementara perunggu diraih atlet Sumatera Barat Erit Martahiret (55,15 M). Dengan hasil ini, Bengkulu sukses masuk enam besar peraih medali pada hari pertama Kejurnas. Tim Jawa Timur masih mendominasi perolehan medali dengan pencapaian berupa 6 medali emas, dan 2 perak. Sementara di posisi kedua ditempati tim tuan rumah Jawa Barat dengan 3 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. tim Atletik DKI Jakarta berada di posisi ketiga dengan 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu.   

 

Perolehan Medali Kejurnas U18, U20 dan Senior 

1) Jawa Timur      Emas (6), Perak (2) Perunggu (0)
2) Jawa Barat       Emas (3), Perak (1), Perunggu (1) 
3) DKI Jakarta      Emas (1), Perak (1), Perunggu (3)
4) NTT                Emas (1) Perak (0)  Perunggu (0)
5)  Bali                Emas (1) Perak (0) Perunggu (0)
6)  Bengkulu        Emas (1) Perak (0)  Perunggu (0) 
7)  Sumatera Utara  Emas (1)   Perak (0) Perunggu (0) 
8)  Sumatera Barat  Emas (0)   Perak (3) Perunggu (2) 
9)  NTB              Emas (0) Perak (1), Perunggu (2) 
10) Papua           Emas (0) Perak (1), Perunggu (1) 
11) Banten          Emas (0) Perak (1), Perunggu (1)
12) Bangka Belitung  Emas (0) Perak (1), Perunggu (1) 
13) Riau             Emas (0) Perak (1) Perunggu (0)
14) D.I. Yogyakarta   Emas (0)  Perak (1) Perunggu (0)
15) Jawa Tengah       Emas (0) Perak (1) Perunggu (0)
16) Maluku          Emas (0)  Perak (0) Perunggu (1) 

Jakarta, Indonesia - Dua hari jelang perhelatan Kejuaraan Nasional Atletik U-18, U20 dan Senior diadakan, suasana stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor mulai ramai. Sejumlah atlet dari beberapa daerah sudah mulai mengadakan latihan untuk beradaptasi dengan kondisi stadion yang bakal menjadi tempat penyelenggaraan kejurnas selama 7 hari tersebut.

Kejurnas yang akan berlangsung dari tanggal 1 Agustus sampai 7 Agustus 2019 ini dipastikan akan diikuti atlet dari  34 provinsi di seluruh Indonesia. Ketua panitia penyelenggara kejurnas Dwi Prijono mengatakan, hingga saat ini sudah ada 1071 atlet dari seluruh Indonesia yang memastikan diri akan ikut ambil bagian dalam ajang yang juga menjadi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 mendatang.  Dari 1071 atlet tersebut, 332 diantaranya merupakan atlet U-18, 282 atlet atlet U-20 dan 754 atlet senior.

Sejumlah atlet nasional juga dipastikan akan turun di ajang terbesar tahun ini. Menurut Dwi, kejurnas juga akan menjadi ajang promosi dan degradasi bagi atlet pelatnas PB PASI. Apalagi, dengan rencana pelatnas PB PASI yang komposisinya akan diisi lebih banyak dengan atlet-atlet U-18 dan U-20. 

 

 

 

Cabang olahraga (cabor) atletik Indonesia berhasil meraih predikat juara umum pada ajang ASEAN Schools Games (ASG) 2019. Pada ajang yang berlangsung di stadion Tri lomba juang Semarang, Jawa Tengah, tim atletik Indonesia berhasil mendulang 11 medali emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Raihan ini jauh melampaui target yang diberikan kemenpora yaitu 8 medali emas.

Pada hari keempat penyelenggaraan ASG cabor atletik, Senin (22/7/2019), atlet atlet yang kebanyakan berasal dari pelatnas PB PASI ini mampu mendulang 4 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu.  Empat medali emas datang dari nomor lontar martil putri, estafet 4x100 putra dan putri, serta lempar lembing putra.

Egi Patli Pranata dari nomor lempar lembing menjadi penyumbang emas terakhir bagi Indonesia. Ia sukses mencatatkan jarak lemparan sejauh 67,33 meter sekaligus memecahkan rekor ASG yang sebelumnya dipegang atlet Filipina Lozanas James dengan 66,39 meter. 

 

Perolehan Medali ASG 2019 

                     Emas        Perak       Perunggu

1. Indonesia    11            8            5

2. Thailand      8              11          11

3. Vietnam      8               6           4

4. Malaysia      6               9           11   

5. Singapura    3             0             2 

Gold Coast, Australia -Hasil membanggakan ditorehkan oleh atlet maraton Indonesia, Agus Prayogo. Pria kelahiran Bogor, 23 Agustus 1985 ini berhasil memecahkan rekor nasional half marathon ketika mengikuti ajang Gold Coast Marathon 2019 di Gold Coast, Australia, Minggu (07/07) lalu. Agus yang berpangkat Letda TNI AD ini berhasil melahap lintasan jalan raya sejauh 21 km selama dengan waktu 1 jam 06 menit 26 detik.

Agus memecahkan rekornas atas namanya sendiri ,yang dibuatnya pada ajang Singapore Open pada 2009 atau sepuluh tahun lalu. Saat itu, Agus mencatat waktu 1 jam, 7 menit dan 5 detik. Di Gold Coast, Agus menjadi atlet Asia Tenggara pertama yang masuk finish.

Sekum PB PASI Tigor Tanjung menyambut baik hasil yang diraih Agus Prayogo. Menurut Tigor, dengan wkatu tersebut, AGus berpeluang menyumbang medali emas di nomor Marathon pada SEA Games di Filipina, November 2019 mendatang.

Di ajang multievent dua tahunan itu, memang hanya akan memperlombakan nomor full marathon. ''Kami menargetkan dia menembus waktu dua jam 20 menit untuk menghidupkan peluang medali emas di SEA Games," kata Tigor.
Di Gold Coast Marathon, pelari tuan rumah Jack Rayner berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 jam 02 menit 30 detik. Disusul Yuki Sato dari Jepang yang lebih lambat 6 detik. Podium ketiga juga diraih oleh pelari Jepang Yuma Hattori yang menyelesaikan waktu selisih 9 detik dari Rayner.

Chongqing, China - Menutup dua seri Asian Grand Prix 2019 di Chongqing, China, tim atletik Indonesia kembali meraih medali perunggu. Kali ini, tambahan medali perunggu didapat atlet putri Eki Febri Ekawati dari nomor tolak peluru putri.

Setelah gagal di seri pertama, atlet dari Jawa barat itu berhasil memperbaiki tolakannya di putaran kedua. Eki meraih perunggu setelah tolakannya menembus 15,25 meter, di bawah atlet China, Song Jiayuan, dengan tolakan sejauh 16,73 meter dan Ka Bian dengan catatan 17,01 meter.

Menurunkan delapan atlet di kejuaraan yang berlangsung sejak 4-7 Juni, Indonesia hanya mengoleksi dua medali perunggu hingga akhir perlombaan. Sebelumnya di seri pertama, medali perunggu disumbang tim estafet Indonesia di nomor 4x100 meter. Tim yang terdiri atas Bayu Kertanegara, Eko Rimbawan, Mochammad Bisma Diwa Abina, Joko Kuncoro Adi, mencatat waktu 39,61 detik.

Sayangnya di seri kedua, mereka hanya mencatat waktu 39,79 detik dan menempati posisi keempat. Eko Rimbawan yang turun di nomor perorangan lari 100 meter putra membukukan waktu 10,48 detik atau lebih baik ketimbang di seri pertama dengan 10,61 detik. Sementara itu, Maria Londa yang di seri pertama berada di peringkat empat di nomor lompat jauh dengan lompatan sejauh 6, 30 meter, melorot ke peringkat 6 di seri kedua. Juara Asian Games 2014 ini hanya bisa melompat sejauh 6,03 meter.

 

Berikut Hasil Seri kedua: 

 

 

Estafet 4 x 100 M putra
1. Thailand 39,02
2. China 39,04
3. Kazakhstan 39,70
4. Indonesia 39.79


Sprint 100 M Putra

1. Wi Zhiqiang (China) 10,17
2. Shota Lizuka (Jepang) 10,19
3. Jiang Hengman (China) 10.33
4. Eko Rimbawan (Indonesia) 10,48 (PB)

Tolak Peluru Putri

1. Bian Ka (China) 17,01 M
2. Jiayuan Song (China) 16.73 M
3. Eki Febri Ekawati (Indonesia) 15,25 M

Lompat Jauh Putri

1. Bui Thi Thu (Vietnam) 6,32 M
2. Luying Gong (China) 6,30 M
3 Yu Ya Xien 6,16 M
4. Chen Shuiqing (China) 6,15 m
6. Maria Nathalia Londa (Indonesia) 6,03 M

 

Chongqing, China - Tim estafet putra Indonesia berhasil meraih medali perunggu dari nomor 4x100 meter Kejuaraan Atletik Asia Grand Prix 2019 seri pertama di Chongqing, China, Selasa malam (4/6). Bertempat di Chongqing Olympic Sports Centre, China, tim estafet yang bermaterikan Bayu Kertanegara, Mochammad Bisma Diwa Abina, Joko Kuncoro Adi, dan Eko Rimbawan membukukan catatan waktu 39,61 detik, di bawah Thailand (39,13 detik) dan China (38,93 detik).
Indonesia mengirimkan sebanyak delapan atlet untuk mengikuti Kejuaraan Atletik Asia Grand Prix China yang berlangsung 4-7 Juni. Selain tim estafet, andalan Indonesia Lalu Muhammad Zohri dan Eko Rimbawan juga tampil di ajang yang menjadi agenda tahunan atletik Asia ini.

Namun, karena masih pemulihan atas cedera ringan di kakinya, Lalu Muhammad Zohri batal tampil. Sementara Eko yang turun juga di nomor 100 meter, menduduki peringkat kelima dengan waktu 10,61 detik.
Sementara atlet putri yang diturunkan yaitu Eki Febri Ekawati di nomor tolak peluru, dan Maria Natalia Londa untuk lompat jauh.

Berikut hasil Lengkap Asian GP 2019 seri pertama :

Estafet 4 x 100 M putra
1. China 38,93
2. Thailand 39,13
3. Indonesia 39.61
4. Kazakhstan 39,80

Sprint 100 M Putra

1. Wi Zhiqiang (China) 10,27
2. Shota Lizuka (Jepang) 10,35
3. Jiang Hengman (China) 10.49
4. Takuya Nagata (Jepang ) 10,51
5. Eko Rimbawan (Indonesia) 10,61

Tolak Peluru Putri

1. Bian Ka (China) 17,23 M
2. Jiayuan Song (China) 16.45 M
3. Ota Aya (Jepang) 15,16 M
4. Eki Febri Ekawati (Indonesia) 15,01 M

Lompat Jauh Putri

1. Luying Gong (China) 6,47 M
2. Chen Shuiqing (China) 6,39 m
3. Bui Thi Thu (Vietnam) 6,34 M
4. Maria Nathalia Londa (Indonesia) 6,30 M

 

Page 1 of 14
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…