Print this page
Monday, 27 May 2013 22:15

Pemanasan Jelang Kejuaraan Asia

Keberhasilan kembali diraih Tim Atletik Indonesia di ajang internasional. Kali ini, sejumlah atlet menuai sukses di seri kejuaraan Asian Grandprix 2013. Yang berlangsung di tiga kota Bangkok (Thailand), Chonburi (Thailand) dan Colombo (Srilanka).

Pada seri kejuaraan yang berlangsung dari tanggal 5 Mei hingga 12 Mei 2013 lalu itu, atlet senior Dedeh Erawati berhasil mendulang dua medali perak dari nomor  100 gawang putri.  “Dengan sepenuh hati saya mengucapkan banyak terimakasih atas doa dan supportnya,” kata Dedeh.

Kedua medali perak Dedeh diraihnya di seri kedua dan ketiga kejuaraan. Di Seri pertama yang berlangsung di Bangkok, Dedeh hanya kebagian posisi keempat. Dedeh harus mengakui kehebatan para pelari asal negara bekas pecahan uni Soviet , Kazakhstan yang menempati tiga posisi teratas yaitu Anastasiya Pilipenko,  Natalya Ivoninskaya dan Anastasya Soprunova.  

Baru di seri kedua dan ketiga, Dedeh berhasil mencuri posisi kedua, di bawah Pipilenko dan Soprunova yang bergantian di posisi pertama. Dedeh mencatat waktu terbaik 13,62 detik di seri ketiga. “Asian GP adalah ajang uji coba terbaik utk saya karena  dlm waktu kurang dari 10 hari saya harus tiga kali tampil, dan ditambah perjalanan pindah kota dan negara,” ujar Dedeh.

Ajang Asian GP 2013 memang menjadi ajang uji coba bagi sejumlah atlet yang sedang dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan Asia, Juli mendatang. Ajang tahunan yang masuk dalam kalender  Asosiasi Atletik Asia (AAA) ini diikuti oleh ratusan atlet terbaik Asia yang berasal dari lebih dari 30 negara.  Ketiga pelari asal Kazakhstan yaitu Anastasiya Pilipenko,  Natalya Ivoninskaya dan Anastasya Soprunova merupakan pelari-pelari yang ikut berlaga di ajang Olimpiade, London tahun 2012 lalu.

Selain Dedeh, sprinter  Heru  Astriyanto dan tim estafet putri  juga berhasil masuk tiga besar Asia. Heru  yang turun di nomor 400 meter berhasil meraih medali perunggu di seri kedua yang berlangsung di Chonburi. Sedangkan tim estafet putri yang diperkuat sprinter Serafi Unani dan Nurul Imaniar meraih perunggu di seri pertama di Bangkok.

Menurut Dedeh, untuk mengikuti kejuaraan Asian GP, perlu perencanaan dan persiapan yang teliti, akurat dan matang utk menghadapi segala situasi yang mungkin terjadi, misalnya cuaca yang sangat panas. Dedeh juga mengakui, banyak hal yang harus diperbaiki, misalnya frekuensi dan kecepatan lari diantara gawang serta peningkatan program gizi agar asupan makanan berkualitas. Ia juga kecewa dengan hasil yang didapatnya. Waktu yang dibuatnya kali ini, masih jauh dari personal best timenya yaitu 13.18 detik yang dibuatnya di Taiwan open, tahun 2012 lalu. “Itupun masih kurang dari 0,03 detik, untuk lolos ke Olimpiade London yang saat itu, membatasi di atas 13,15 detik, padahal kalo diukur gerakannya lebih cepat dari mengedip mata,” ujar Dedeh sembari tertawa. (Hf)

Last modified on Tuesday, 18 June 2013 20:25

Latest from PB PASI

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…