Wednesday, 05 June 2013 18:14

jagoan Muda Indonesia bertarung Di SEA Athletic Championship 2013


Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kembali mengirim atlet-atletnya untuk berlaga di kejuaraan Internasional. Setelah mengirim 16 orang atlet ke kejuaraan Taiwan open, akhir Mei lalu dan Seri kejuaraan Asian Grandprix 2013 yang berlangsung di tiga kota, Bangkok (Thailand), Chonburi (Thailand) dan Colombo (Srilanka), awal Mei lalu. Kali ini, PB PASI  mengirim 30 orang atlet mudanya untuk berlaga di kejuaraan Atletik Remaja Se-Asia Tenggara di Ho Chi Minh City, Vietnam, tanggal 6 - 8 Juni 2013 besok.  

Ketigapuluh atlet yang berasal dari berbagai daerah tersebut merupakan atlet-atlet muda penghuni pemusatan latihan nasional jangka panjang PB PASI. Diantara ketiga puluh atlet tersebut terdapat dua atlet remaja yang telah lolos limit untuk mengikuti kejuaraan dunia remaja di Donetsk, Ukraina, pertengahan Juli mendatang yaitu atlet lempar cakram Tresna Puspita Gusti Ayu dan  sprinter Sudirman Hadi.

Selain keduanya, ikut dikirim juga sejumlah atlet pemegang rekornas remaja, diantaranya Roni Sisko (Tolak Peluru) dan Beni Santoso (1500 M) serta Nurul Imaniar. Ketiga puluh atlet tersebut akan didampingi enam orang pelatih dan official. Menurut Sekretaris Umum PB PASI Tigor M Tanjung,  para atlet tidak dibebani untuk meraih juara di kejuaraan yang sudah berlangsung kedelapan kalinya ini. “Mereka cukup harus mampu melampaui catatan terbaiknya masing-masing selama ini,” kata Tigor, dalam acara pelepasan, selasa lalu (4/6).

Apalagi, lanjut Tigor, jika para atlet mampu memecahkan rekor nasional atau melampaui limit kejuaraan dunia mereka bis amemperoleh beasiswa dai PB PASI. “Pemberian beasiswa tetap berlaku, bagi siapa saja yang bisa melampaui rekor nasional dan limit kejuaraan dunia,” tegas Tigor. Sejumlah atlet baru-baru ini memperoleh hadiah beasiswa yang berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 300 juta dari PB PASI atas keberhasilannya memecahkan rekornas dan melampaui limit kejuaraan dunia di ajang Kejurnas Yunior dan remaja, April lalu.

Di dalam kejuaraan kali ini, tim Thailand, menurut Tigor Tanjung,  masih menjadi saingan terberat tim Indonesia untuk menjadi juara umum. Selain itu, Tigor juga meminta para atlet untuk mewaspadai kekuatan Singapura yang terus berkembang belakangan ini.  

Sementara itu, Ketua umum PB PASI Bob Hasan dalam wejangannya, meminta para atlet untuk disiplin selama lomba berlangsung. Baik dalam latihan, makanan hingga tidur malam. “Saya tak mau ada yang gagal hanya karena kurang tidur,” ujar Bob Hasan. Ia mengancam akan memulangkan atlet yang prestasinya jeblok dan tidak disiplin.

Last modified on Tuesday, 18 June 2013 20:20
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…