Friday, 06 June 2014 19:16

Ke Jerman demi Negeri Laskar pelangi

Written by
Rate this item
(10 votes)

 

Jakarta, 6 Juni 2014.

Kalau di Komisi Pemberantasan Korupsi  punya istilah ‘Jumat Keramat’ untuk para tersangka Koruptor, maka,  bagi  Rosmitha justru sebaliknya , hari Jumat kali ini (6/6)  menjadi hari paling penting bagi dirinya. Pada hari itu, Pelatih muda  asal Bangka Belitung (Babel) ini justru, berangkat menuju Mainz, Jerman. Mantan sprinter putri ini berangkat untuk berlatih menjadi pelatih selama satu (1) tahun.   

Rosmitha atau yang akrab disapa Aci ini dipilih oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan menyisihkan puluhan pelatih muda lainnya dari seluruh Indonesia yang mengajukan aplikasi. “Secara pribadi saya bangga karena bisa terpilih dari beberapa orang yang berkeinginan dapat ke Jerman juga,” ujar Aci.

Pendidikan kepelatihan selama satu tahun di Jerman ini memang cukup langka. Tak setiap tahun ada kesempatan untuk berlatih ke Jerman selama satu tahun. “Makanya,  Saya juga dapat dukungan penuh dari Pengprov PASI Babel dan KONI Babel, “ tambah Aci. Ia diharapkan dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya di Jerman dan nantinya bisa diterapkan untuk mengembangkan atletik di Indonesia khususnya di Babel.

Sebelumnya, Aci juga pernah ke Jerman, namun hanya sepuluh hari.   Di Babel, Aci melatih sejumlah atlet daerah seperti Peraih medali perunggu SEA Games nomor 400 meter, Edi Ariansyah dan atlet lempar lembing Sulistyani.

Pelatih muda yang telah ikut penataran level I IAAF ini,  mengaku sangat bangga bila anak latihnya bisa berhasil menjadi juara, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Sebagai pelatih, rasa bahagia melihat anak didik juara itu lebih berharga ketimbang apapun,” ujar Aci.

Aci sendiri sebelumnya pernah menjadi atlet nasional. Peraih medali perak di nomor sapta lomba di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004 Palembang ini bahkan sempat dipanggil untuk masuk Pelatnas SEA Games Thailand, 2007. Namun, ia gagal diberangkatkan. Selepas PON 2008 di Samarinda, Aci memutuskan untuk menjadi pelatih.

Ia juga sempat terjun ke dunia sepakbola. Bahkan, dengan kemampuan sprintnya yang sangat baik, Aci  ditunjuk sebagai striker tim nasional Sepakbola putri saat SEA Games Philipina dan prakualifikasi piala Asia di Vietnam. “tapi, kita susah menangnya, sepakbola wanita dalam negeri selalu dadakan, dan gak punya liga profesionalnya, kalah sama negara tetangga,” ujar Aci.   

Kini, gadis 29 tahun asal Belitung ini memutuskan untuk fokus sebagai pelatih. Ia  pun tak muluk-muluk dalam mematok target sebagai pelatih. Bagi saya, melatih itu tantangan, bagai orang main judi, kalah atau menang. Jadi kalau menang, itu kebanggan. Kalau kalah, buat bahan evaluasi.

Sulung dari tiga bersaudara ini hanya berkeinginan mengembangkan prestasi atletik khususnya prestasi atlet-atlet asal provinsi negeri para laskar pelangi.  “Di Tingkat yunior kita sudah bisa menduduki peringkat empat nasional, tinggal di seniornya,” ujar  Aci. Pada ajang Kejurnas Yunior dan remaja 2014, Mei lalu, tim atletik Babel berhasil menduduki posisi keempat klasemen akhir perolehan medali.  

 

Read 10850 times
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…