Print this page
Friday, 13 June 2014 18:36

Medali Pertama dari Taiwan

Nadia Anggraini saat Memecahkan Rekornas Lompat Tinggi Yunior

 

Hari kedua ‘16th Asian Junior Championships’ jadi hari bersejarah bagi atlet Pelatnas Nadia Anggraini. Pelompat Tinggi putri Asal DKI Jakarta ini berhasil memecahkan rekornas yunior lompat tinggi atas namanya sendiri. Nadia yang menggunakan nomor dada 147 berhasil mencatat lompatan setinggi 1,72 meter. Lompatannya ini lebih baik, 0,01 meter dari Rekornas sebelumnya, 1,71 Meter.  “Senang banget bisa pecahkan rekornas,” ujar Nadia.

 

Kebahagiaan gadis manis kelahiran 19 Juli 1995 ini bertambah setelah tahu bahwa dirinya juga berhasil meraih medali perunggu. Nadia menyisihkan pelompat asal Malaysia Sean Yi Yap, yang sama-sama berhasil melompat setinggi 1,72 meter.  Namun, Nadia lebih baik dalam kesempatan lompatan, karena mencapai 1,72 dalam satu kesempatan lompat. Sementara Sean berhasil melewati tiang lompat di kesempatan ketiga.

 

Medali emas Lompat Tinggi diraih pelompat China Lin Wang dengan lompatan 1,88 Meter. Sementara medali perak diraih pelompat tuan rumah Taiwan Ching Ching Lee dengan 1,75M. SekJen PB PASI Tigor M Tanjung yang ikut hadir menyaksikan pertandingan di Stadion Atletik Municipal, Taipei, Taiwan, merasa bersyukur atas hasil yang diraih Nadia. “Nadia membawa angin segar di dunia atletik Indonesia karena sudah lama nomor lompat tinggi putri mati suri,” ujar Tigor Tanjung, yang juga menjabat sebagai Vice Presiden Asosiasi Atletik Asia.

 

Nadia memang cukup fenomenal sejak berhasil memecahkan rekornas yunior lompat tinggi pertama di kejurnas yunior dan remaja 2013 di stadion Madya Senayan, Jakarta. Saat itu, sulung dari dua bersaudara putri Endang Munawar yang merupakan seorang security sebuah perusahaan dan Ropida, ini memecahkan rekornas yang telah bertahan selama 24 tahun milik atlet Nini Patriona.

 

Medali perunggu yang disumbangkan Nadia, menjadi medali pertama tim atletik Indonesia di ajang ayang diikuti  lebih dari 650 atlet dari 35 Negara se-Asia ini. Pada pertandingan lain, atlet tolak peluru putra Indonesia Narta Hanny Sugara gagal meraih medali. Pemegang rekornas Yunior lempar cakram ini, hanya menduduki posisi kedelapan dari 9 atlet yang turun ke lapangan. Ia berhasil menolak peluru sejauh 14,83 meter. Juara pertama dan kedua diraih atlet Iran Shahin Mehrdelan dan Shahin Jafari dengan tolakan sejauh 18,85 dan 18,64 M. Sementara peraih perunggu Atlet asal India Shakti Solanki (17,09m) .

 

Kegagalan Narta mendulang medali juga diikuti atlet Indonesia lainnya asal Sumatera Barat M Hafis. Atlet kelahiran 2 Januari 1995 yang turun di nomor 1500 meter putra masuk garis finish ketujuh dari 10 atlet. Hafis mencatat waktu 4;03,98 .

 

Harapan tambahan medali masih terbuka luang dari beberapa nomor yang baru akan memasuki babak final, hari Sabtu dan Minggu besok yaitu dari nomor gawang 100 meter putri dan 110 meter putra, serta nomor lempar cakram, dan estafet 4 x 100.    

Latest from PB PASI

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…