Saturday, 14 June 2014 23:21

Tambahan Rekornas Baru dari Tresna

 

Tresna saat memecahkan rekornas (foto: Dok PASI/Rian Alisjahbana)

 

Pada hari ketiga keikutsertaan tim atletik yunior Indonesia di ajang “2014 Asian Junior Championships’ di Taiwan, diwarnai  dengan satu lagi pemecahan rekor nasional. Atlet lontar martil putri, Tresna Puspita berhasil memecahkan rekornas yunior dengan lontaran sejauh 45,97 M atau lebih baik dari rekor lama sejauh 45,86 M. “Alhamdulillah, saya lebih fokus sehingga bisa melempar cukup jauh,” ujar Tresna yang ditemui seusai lomba.

Meski tak berhasil meraih medali, Tresna mengaku cukup senang karena bisa memecahkan rekornas. Ia Berharap, dapat melakukan lontaran lebih baik lagi di masa depan. Di Nomor lontar martil putri dimenangkan atlet tuan rumah Hsiu Wen Hung, dengan lontaran sejauh 56,81 M. Sedangkan posisi kedua dan ketiga diraih atlet asal Thailand Panwat Gimsrang (54,66 M) dan atlet Kazakhstan Diana Nussupbekova (53,81M).

Satu lagi rekornas terpecahkan di nomor estafet 4x100 putri.  Rekornas yang sudah bertahan selama  20 tahun dipecahkan atlet  Alvin Tehupeiory , Irene Alisjahbana , Eka Cahaya ,dan  Emilia Nova . Rekor lama 46.99 detik menjadi  46.80 detik. Meski begitu, tim estafet putri Indonesia gagal meraih medali, karena menduduki urutan 5 secara keseluruhan.

Kegagalan meraih medali juga dialami atlet yunior Indonesia lainnya yang bertanding hari ini. Pelari gawang putri Emilia Nova hanya bisa masuk finish di urutan keempat di nomor 100 meter gawang dengan catatan waktu 14,27 detik.Begitu pula, atlet lompat tinggi putra, Guntur Ibrahim hanya berhasil menduduki peringkat ketujuh dari 10 atlet, setelah melompat setinggi 2,00 meter. Juara pertama diraih atlet China Jia Xu Bai yang berhasil melompat setinggi 2.10 Meter. “Untuk melompat 2,03 agak berat, gak tahu kenapa, kena (palang) terus,” ujar Guntur.

Pertandingan di hari ketiga diwarnai dengan dua insiden mengharukan yang dialami dua atlet Indonesia. Sprinter Indonesia Fuad Ramadhan yang berlari di nomor 200 Meter, terpaksa menempuh sebagian lintasan lomba sambil berjalan tertatih-tatih akibat mengalami cedera pinggang. Ia terpaksa digotong ke rumah sakit setelah memasuki garis finish. Hal yang hampir sama terjadi pada sprinter Arasy Akbar Witarsa yang sempat terjatuh akibat tersangkut gawang di 20 meter pertama nomor 110 gawang. Ia memaksakan diri untuk berjalan hingga garis finish meski harus berjalan tertatih tatih dengan luka gores di tangan dan kakinya.    

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…