Sunday, 15 June 2014 23:36

Tim Atletik Yunior Indonesia Koleksi Dua Perunggu dan 4 Rekornas Baru Dari Taiwan

 

 

 Alvin Tehupeiory saat melompati gawang di jelang finish (Foto: Dok PASI/Rian Alisjahbana)

 

Impian Alvin Tehupeiory untuk berdiri di atas podium akhirnya bisa terwujud juga. Di hari terakhir kejuaraan Atletik Yunior 2014 di Taipei, Taiwan, atlet yunior putri Indonesia asal Maluku ini berhasil mempersembahkan satu medali perunggu dari nomor 400 M gawang putri. “Rasanya senang banget, karena dari kemarin memang ingin berdiri di podium juara,” kata Alvin.

 

Gadis kelahiran Ambon, 5 April 1995 yang berlari di lintasan 3 ini, sempat bersaing dengan pelari Jepang Akiko Ito di 50 M terakhir. Namun setelah melompati gawang terakhir, Alvin tertinggal dari Akiko dan justru bisa disusul oleh pelari asal Sri Lanka Kawashalya Madushani yang akhirnya menduduki posisi kedua.

 

Akiko menjadi pelari tercepat dengan waktu 58,80 detik. Sementara Kawshalya dan Alvin mencatat waktu 62,31 dan 62,39 detik. Alvin mengakui saat di 50 meter terakhir, ia tak mampu menambah kecepatannya lagi.“Sudah dipush tapi,,,gak bisa lagi (lari kencang),” tambah Alvin.   

 

Dengan tambahan medali dari Alvin, maka tim atletik Indonesia berhasil mengoleksi dua medali perunggu, setelah sebelumnya atlet Nadia Anggraini mengemasnya dari nomor lompat tinggi di hari kedua lomba. Dengan perolehan tersebut, Indonesia menduduki posisi keduapuluh dari 35 negara peserta. Posisi pertama klasemen kejuaraan atletik yunior Asia 2014 diraih tim China dengan 12 medali emas, 10 Perak dan 2 Perunggu. Urutan kedua dan ketiga diduduki tim Jepang dan Qatar.

 

Meski demikian, Tim atletik Indonesia merasa cukup bersyukur, karena 4 rekor nasional yunior berhasil dipecahkan. “Hasil ini menunjukan anak-anak (atlet) mulai mengalami peningkatan (prestasi),” ujar Boedi Darma, Manajer tim Indonesia yang juga ketua bidang Pembinaan dan Prestasi PB PASI. 

Selain Nadia Anggraini dari nomor lompat tinggi, rekornas juga berhasil dipecahkan oleh atlet Tresna Puspita di nomor lontar martil dengan lemparan sejauh 45,97 M (rekornas lama 45,86M) , Abdul Hafis di nomor lempar lembing dengan lemparan sejauh 62,30 M (Rekornas lama 62,29M) dan tim estafet putri Indonesia yang terdiri atas Irene Alisjahbana, Eka Cahaya Ningrum, Emilia Nova dan Alvin Tehupeoiry di nomor estafet 4 x 100 M dengan waktu 46,80 detik (Rekornas lama 46,99 detik) .

 

Daftar Peringkat Kejuaraan Atletik Yunior Asia 2014

            Negara            emas   perak   perunggu

  1. China  12        10        2
  2. Jepang 11        5          5
  3. Qatar   6          2          1
  4. Taiwan 4         3          8
  5. India    2          5          5

.

.

.

20. Indonesia -      -           2

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…