Wednesday, 06 August 2014 18:18

PB PASI Harapkan Jateng Kembali Menjadi Lumbung Atlet Nasional

Ketua Umum PB PASI Bob Hasan mengucapkan Selamat Kepada ketua Pengprov PASI yang baru Supi'i ST

 

Salatiga, 6 Agustus 2014

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu penyumbang atlet-atlet nasional. Sebut saja atlet Triyaningsih, Agus Prayogo hingga pelempar Cakram putri Dwi Ratnawati merupakan atlet atlet asal Jateng yang menjadi andalan Indonesia. Maka tak heran jika Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Bob Hasan menaruh perhatian khusus pada jawa tengah. "Dari daerah ini (Jateng) harus kembali meningkatkan prestasi atlet-atletnya, sehingga kembali menjadi lumbung atlet nasional," Kata Bob Hasan dalam sambutannya pada pengukuhan kepengurusan Pengprov PASI Jateng periode 2014-2018, di Salatiga, Jawa tengah Rabu (6/8).

Turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung di ruang sidang DPRD Kota Salatiga tersebut, Walikota Salatiga Yuliyanto SE MM, Ketua DPRD Salatiga Mulyono Teddy, Ketua KONI Salatiga Dance Ishak Palit Msi, Kepala Disdikpora Salatiga Tedjo Supriyanto SE MM serta anggota Forkpinda Salatiga maupun pengurus PB PASI dan Pengcab PASI di Jawa Tengah.

Menurut Bob Hasan, Jateng memiliki potensi besar asalkan melakukan sejumlah pembenahan di antaranya peningkatan kualitas pelatih, kompetisi yang rutin digelar, sarana dan prasarana yang lengkap serta penerapan iptek dalam upaya pembangunan prestasi. Ia merujuk pada kasus cedera Triyaningsih, yang harus menjalani pemulihan di luar negeri karena pola latihan yang dilakukan selama ini masih kurang, yaitu tidak melatih bagian atas lutut hingga pinggang. 

"Empat hal tersebut mutlak harus dilakukan secara bersama-sama. Antara satu dan lainnya saling terkait dan tak terpisahkan," kata mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Presiden Soeharto ini.

Dikatakan Bob Hasan, Indonesia bisa meniru apa yang dilakukan oleh Jamaika dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi di cabang atletik. "Di sana hampir setiap minggu digelar lomba atletik. Bagi generasi muda di sana, lari menjadi aktivitas yang tak terpisahkan," imbuhnya.

Indonesia, termasuk Jateng, dapat meniru hal tersebut. "Pengprov bekerjasama dengan pemda bisa memfasilitasi kompetisi di tingkat pelajar dengan mata lomba lari 60 meter dan 8x50 meter. Tidak perlu setiap minggu, jika mampu dilakukan secara rutin sebulan sekali pasti akan terlihat hasilnya di masa mendatang," kata Bob.

Usai pelantikan, Ketua PASI Jateng Supi'i mengaku telah memiliki sejumlah agenda pembenahan yang akan dilakukan. Namun, hal yang mendesak dilakukan saat ini adalah menyiapkan atlet untuk mengikuti kejurnas atletik di Jakarta pada 20 - 23  Agustus mendatang. "Kami menyiapkan sekitar 40 atlet pada kejurnas tersebut," kata Supi'i.

 

HF

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…