Print this page
Friday, 22 August 2014 13:52

Atlet Pelatnas Masih Dominasi Mandiri Kejurnas Atletik 2014

Atlet Dedeh Erawati ditempel Agustina Bawele

 

Setelah dibuka resmi rabu (20/8) lalu, Kejuaraan Nasional Atletik 2014 di stadion Rawamangun ternyata masih milik atlet-atlet pelatnas PB PASI. Atlet muda Irene Alisjahbana, Rio Maholtra, Aprilia Kartina, Guntur Ibrahim, Dwi Ratnawati hingga pelari Agus Prayogo masih mendominasi pertandingan di nomor spesialisasi masing-masing.  

Bahkan, tiga atlet senior yang akan turun di Asian games, Incheon Korea Selatan, September - Oktober mendatang yaitu Dedeh Erawati, dan Maria Londa,  belum mendapat saingan yang sepadan. Dedeh yang turun di nomor 100 meter gawang  mencatatkan waktu 13,57 detik, atau meninggalkan atlet pelatnas lainnya asal Sulawesi Utara Agustina Bawele, di nomor dua dengan catatan waktu 14,62 dan Atlet Jawa Jarat enung Neni yang mencatat 15,79 detik.

Begitu pula dengan Maria Natalia Londa di nomor lompat Jauh. Juara SEA Games ini menyumbang medali emas bagi Nusa Tenggara Timur dengan jarak lompatan sejauh 6,33 m atau jauh melampaui peringkat kedua yaitu Nova Aprilia yang melompat sejauh 5,59 m.

Meski demikian, hasil yang diraih Dedeh tersebut belum memuaskan PB PASI. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Tigor Tanjung, menngatakan hasil yang dicapai Dedeh jauh dari target yang diharapkan.

“Saya kurang puas. Kalau masih di angka seperti itu (13,57), peluang medali sangat sulit. Padahal, label dia kan atlet papan atas,” kata Tigor yang ditemui disela-sela Kejurnas Atletik di Stadion Rawamangun. Hal yang sama diakui  Dedeh sendiri. Dia mengakui hasil yang diraihnya di Kejurnas masih belum baik. Dedeh ditargetkan bisa mencapai limit perunggu Asian Games, yakni 13,15 detik.

“Ritual pemanasan tidak lengkap. Saya tidak bisa mencoba gawang, biasanya bisa coba starblok itu inti banget. Saya juga kesulitan karena gap sama lawan terlalu jauh, jadi tidak ada yang mendorong saya untuk lebih fight,” aku Dedeh.

Namun, Dedeh berjanji untuk terus berlatih memperbaiki kekurangannya di sisa waktu sebulan jelang gelaran Asian Games 2014. “Terus belajar konsentrasi terus sampai akhir nanti. Saya juga merasa belum mengeluarkan seluruh kemampuan saya, karena itu tidak ada lawan yang mendorong,” sebut peraih dua emas di SEA Games itu. “Lawan berat masih dari Jepang, Korea Selatan dan Kazhakstan. Saya sudah sering ketemu mereka dan saya berani,” tegasnya.

 

 

Latest from PB PASI

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…