Monday, 15 September 2014 12:31

Hamdan Juara Bali Marathon

 

Janji itu benar-benar dipenuhi oleh Lilian Kennedy Kipro. Pada 2013, pelari maraton asal Kenya itu berjanji untuk datang ke Indonesia dan kembali mengikuti ajang BII Maybank Bali Marathon (BMBM). Sejak awal penyelenggaraan maraton ini, pada 2012, Lilian tidak pernah absen ambil bagian, dan sepanjang sejarah BMBM, ia selalu meraih gelar juara.

Ahad lalu, dengan mengambil nomor full marathon kategori pria terbuka, Lilian kembali hadir, dan kembali juara. Ada satu alasan yang tidak pernah berubah diucapkan Lilian mengenai keiikutsertaanya di BMBM ini. “Lari di Bali sangat menyenangkan, orangnya ramah dan alamnya indah. Itu alasan mengapa saya selalu ikut,” katanya.

Lilian bukan satu-satunya atlet internasional yang jatuh cinta terhadap maraton di Bali ini. Pemenang kategori full maraton di nomor wanita, Elizabeth Jeruiyot Chemweno, juga menyatakan hal yang sama. Bahkan, ia mengatakan, akan mengikuti BMBM bila tahun depan diadakan lagi. “Ya, saya pasti akan datang bila 2015 nanti diadakan lagi,” kata atlet asal Kenya ini.

Seperti pada 2012 dan 2013, BMBM 2014 mengambil jalanan di Kabupaten Gianyar sebagai rute lomba. Keindahan alam Gianyar yang dikombinasikan dengan sejuknya udara menjadi nilai plus ajang maraton ini. Selain itu, berbagai kebudayaan Pulau Dewata, seperti tari kecak dan kesenian barong, juga dihadirkan untuk menyambut para pelari di berbagai titik utama lomba.

Rute lomba yang variatif, karena banyaknya tanjakan dan turunan serta jalurnya yang berkelok di sepanjang lintasan, menjadi tantangan tersendiri bagi para pelari. Rute di Gianyar ini sudah lulus kualifikasi oleh Asosiasi Maraton Internasional dan Lari Jarak Jauh (AIMS) pada 2011. Kualifikasi itu dinilai administrator pengukur Dave Cundy, yang memiliki lisensi A AIMS-IAAF.

Dengan paket rute demikian, dari tahun ke tahun jumlah peserta BMBM semakin meningkat. Bila pada 2012, jumlah pesertanya berada di kisaran 2.500 pelari, pada 2013 jumlahnya lebih dari 3.000. Tahun ini, peserta yang ambil bagian di lomba dengan total hadiah mencapai Rp 1,9 milyar ini diikuti hingga 4.600 pelari dari 49 negara.

Sukses BMBM ini, menurut salah seorang sumber Gatra di internal BII, membuat kejuaraan ini dilirik pihak lain. "Sudah ada beberapa pihak yang ingin membeli kejuaraan ini," katanya. Dengan adanya pihak-pihak yang ingin membeli lomba ini, menurut sumber tersebut, lebih diakui oleh kalangan luas. “Tapi, kita tidak ada rencana untuk menjualnya,” katanya. Menurut sumber tersebut, biaya penyelenggaraan maraton tahun ini berada di kisaran Rp 7-10 milyar.

Ajang yang setiap tahunnya menggunakan tema “Push Your Limit” tersebut bisa dibilang menjadi menjadi barometer perkembangan olahraga maraton di Indonesia. Sebab, BMBM memang menjadi pioner bangkitnya kembali lomba maraton di tanah air. Sebelum 2012, lomba maraton di Indonesia seolah mati suri. Kejuaran maraton terakhir di Indonesia berlangsung pada 1993, yakni Proklamaton, yang mempunyai nomor perlombaan 17, 8, dan 45 kilometer.

Untuk BMBM 2014 ini, pihak penyelenggara telah menyempurnakan segala kekurangan di tahun-tahun sebelumnya. Bila pada 2012 minimnya titik air minum menjadi penyebabnya, dan 2013 soal penerangan, dua hal tersebut telah dibereskan panitia. Yang menjadi catatan untuk BMBM kali ini adalah soal sempitnya track di titik awal lomba, di Jl. Prof. Doktor Ida Bagus Mantra. Akibatnya, banyak terjadi tabrakan saat lomba dimulai.

Bila di nomor terbuka para juaranya bisa diprediksi sejak awal, tidak demikian dengan kategori nasional. Di kategori full marathon nasional pria, Hamdan Saban keluar menjadi yang tercepat. Pelari asal Sumatera Barat ini sebelumnya tidak diunggulkan, pasalnya di nomor ini ada Nikolas Albinus Sila, pelari maraton binaan Pelatihan Nasional (Pelatnas). Hamdan membukukan catatan 2 jam 36 menit 12 detik, diikuti Nikolas dengan 02:36:27.

“Saya senang sekali, karena ini pertama kali saya juara di nomor maraton,” kata Hamdan usai lomba. Tidak diperhitungkannya Hamdan ini memang sangat wajar. Pasalnya, selama ini Hamdan memang fokus di nomor jarak menengah dan half maraton. Untuk mengikuti BMBM 2014, menurutnya, ia sengaja menjalani latihan intensif dua bulan terakhir di Secapa Angkatan Darat, Bandung, Jawa Barat.

Kejadian unik terjadi di full marathon di nomor wanita kategori nasional. Sejatinya, catatan waktu Meri M. Paijo, pemenang nomor ini, memungkin ia meraih nomor dua kategori terbuka. Catatan waktu Meri, 03:03:53, lebih baik dari peringkat dua kategori terbuka, Viola Jepchirchir Kimeli (03:06:11). Meski menyayangkan tidak ikut di kategori terbuka, namun ia puas dengan catatan waktunya ini. Setidaknya, catatan waktu Meri lebih baik dibanding BMBM 2013, 03:07:37. “Tidak apa-apa,” katanya singkat.

Pada BMBM kali ini, sejumlah atlet unggulan yang tergabung di pelatnas memang tidak ambil bagian. Bila pada tahun sebelumnya Agus Suprayogo (nomor 10K), Trianingsih (half marathon), hingga Yahuza ikut serta, kali ini mereka absen. Triyaningsih dibekap cedera. Sedangkan Agus, "Saya lagi siap-siap ikut full marathon (Oktober) nanti. Jadi absen untuk tahun ini,” katanya.

Andya Dhyaksa (Bali) (disarikan dari GATRA)

***

Hasil BII Maybank Bali Marathon:

Full Marathon Kategori Open
Putra
1. Kanendy Kiproo Lilan (Kenya, 02:18:52)
2. Elijah Mwanki Mbogo (Kenya, 02:10:10)
3. Geoffrey Birgen (Kenya, 02:21:53)

Putri
1. Elizabeth Jeruiyot Chemwen (Kenya, 02:47:35)
2. Viola Jepchirchir Kimeli (Kenya, 03:06:11)
3. Agieszka Sawics-Orska (Polandia, 03:43:54)

Full Marathon Kategori Nasional
Putra
1. Hamdan Saban (02:36:12)
2. Nicolas Albinus Silas (02:36:27)
3. Asma Bara (02:38:54)

Putri
1. Meri M Paijo (03:03:53)
2. Supriati Sutono (03:21:14)
3. Rumini Sudragni (03:21:14)

Half Marathon Kategori Open
Putra
1. Joseph Ngare Mwangi (Kenya, 01:04:06)
2. Samwel Kiptanui Maswai (Kenya, 01:04:21)
3. Kim Thomas (Australia, 01:24:09)

Putri
1. Peninah Kigen (Kenya, 01:15:11)
2. Esther Karimi (Kenya, 01:17:44)
3. Jackline Musyawa Nzivo (Kenya, 01:20:40)

Half Marathon Kategori Nasional
Putra
1. Ari Swandana (01:14:05)
2. Saiin Alim (01:14:06)
3. Rudi Febriade (01:29:38)

Putri
1. Odekta Vina (01:26:14)
2. Abigail Dwi Setiadi (01:27:27)
3. Anjhani (01:30:38)

10K Kategori Open
Putra
1. Daniel Kiarie Gachui (Kenya, 00:29:49)
2. James Munyi Maregu (Kenya, 00:30:19)
3. Charles Kipsang (Kenya, 00:32:05)

Putri
1. Alice Kabura Njoroge (Kenya, 00:36:43)
2. Carolyne Mitei (Kenya, 00:39:17)
3. Kee Eng Poo (Singapura, 00:49:53)

10K Kategori Nasional
Putra
1. Saeful Rahman (00:33:49)
2. Feri Junaedi (00:34:08)
3. I Made Indrawan (00:35:00)

Putri
1. Nyai Prima Agita (00:40:19)
2. Ni Kadek Ayu Sukarniti (00:43:53)
3. Mutia Proborini (00:44:32)

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…