Print this page
Monday, 10 November 2014 11:30

Meniti Prestasi Dari Mandiri Bob Hasan Sprint

Rasa penasaran Jeany Nuraini sejak setahun lalu terbayar sudah. Gadis asal Jakarta 22 Agustus 2000 ini kini menatapkan target barunya,” Saya ingin memecahkan rekornas remaja 60 meter.”   Jeany menjadi juara nomor 60 meter remaja kejuaraan nasional “Mandiri Bob Hasan Sprint 2014”, minggu, 9 November 2014.

Setahun lalu, atlet yang kini bergabung di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI ini hanya bisa menyaksikan podium juara dari bangku supporter. Jeany gagal di final setelah dikalahkan sejumlah atlet dari Jawa timur dan Jawa Barat. ”Alhamdulilah, setelah setahun di Pelatnas (pemusatan Latihan nasional PB PASI), saya akhirnya bisa merasakan podium juara,” ujar Jeany. Ia mencatat waktu tercepat 7,70 detik. Peringkat kedua dan ketiga diduduki atlet Sumatera Barat Dwina Ade Yulia dan atlet Jatim Dea Salsabila.

 Selain Jeany, atlet Pelatnas PB PASI  lainnya yang merasakan  podium juara yaitu atlet asal Jawa Timur, Burhan Wardhani.   Cowok kelahiran Nganjuk, 1 Februari 1998 ini menyisihkan rekan sedaerahnya ogsa Agfreansa yang menduduki peringkat kedua dan Bakti Lidi Muktar (sumatera Barat) di peringkat ketiga. Burhan mencatat waktu terbaik 6,86 detik. “Ini (Mandiri Bob Hasan Sprint) jadi (tempat) pemecahan rekor waktu terbaik saya juga,”kata Burhan. Sebelumnya, pria yang sudah bergabung di pelatnas PB PASI sejak April 2014 ini pernah mencatat waktu terbaik 6,90 detik.

Burhan mengakui bahwa hasil yang didapatnya kali ini, merupakan pengaruh dari program pelatihan yang dilakukan di Pelatnas. “Saya juga ikut, tahun kemarin, tapi gak berhasil menang,” ujar Burhan. Menurutnya, ia berlatih sangat keras untuk menjadi juara di ajang Mandiri Bob Hasan Sprint kali ini. Ia pun yakin, gelar juaranya kali ini, menjadi modal untuk bisa memecahkan rekornasr remaja 60 meter. 

Apalagi, ia sempat mendapat pengarahan dari sprinter nasional era 80an, Purnomo Yudhi dan Mardi Lestari yang merupakan dua legenda hidup sprinter Indonesia. Purnomo pernah menjadi  memegang rekor nasional sprint 100 meter dan menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil menembus babak semifinal olimpiade Los Angeles 1984. Sementara Mardi Lestari adalah penerus Purnomo yang berhasil menembus olimpiade Seoul 1988 dan memegang rekor Asia 100 M putra dengan waktu 10, 20 detik. “Saya menjadi termotivasi, dan akan terus berlatih keras untuk memecahkan rekor nasional,” tekad Burhan.

Tekad Burhan dan (juga) Jeany,  tentu sangat didukung PB PASI. Ketua Umum PB PASI Bob Hasan yakin, bahwa para sprinter mud anasional yang kini digembleng di Pelatnas PB PASI dapat menyamai rekor para seniornya, dan bahkan melewati rekornas yang saat ini dipegang Suryo Agung dengan 10,17 detik. “Suryo itu kan kurang 17/100 detik saja, sudah bisa lari 10.00 detik, atau tinggal kurang dari selangkah lagi. Jadi, saya yakin, atlet-atlet Indonesia bisa lari 10 detik,” ujar Bob Hasan, saat ditanya wartawan seusai Kejurnas.

Hadir dalam penutupan kejurnas Mandiri Bob Hasan Sprint 2014 itu, perwakilan Bank mandiri yang merupakan sponsor utama Kejurnas yaitu Senior VP Corporate Secretary  Bank Mandiri Ramon Armando dan senior VP PT Freeport Indonesia Bill Rigel.

HF

Latest from PB PASI

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…