Wednesday, 24 December 2014 16:22

PB PASI Datangkan Pelatih Nasional Jerman

 

 

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bekerja sama dengan DLV (Deutsche Leichtathletik Verband) akan mendatangkan Pelatih Nasional Atletik Jerman Michael Deyhle dan Dieter Kollark ke Indonesia awal Januari 2015. Kedua Pelatih akan diminta untuk memberikan pelatihan kepada sejumlah pelatih dan atlet nomor lempar cakram, tolak peluru dan lontar martil dari seluruh Indonesia.

Acara coaching clinic dan training camp tersebut akan berlangsung dari tanggal 5 hingga 9 Januari 2014 di Stadion Madya Senayan Jakarta.  Kedatangan keduanya juga akan ditemani dua atlet Nasional Jerman. “Mengingat bahwa para pelatih ini telah menghasilkan atlet-atlet Jerman kelas dunia, Indonesia beruntung dapat menimba ilmu dari mereka di tengah-tengah kesibukan mereka mempersiapkan tim Jerman menghadapi Olimpiade 2016,” ujar Tigor M Tanjung, Sekjen PB PASI.

Michael Deyhle adalah pelatih lontar martil nasional Jerman yang telah menghasilkan sejumlah atlet kelas dunia seperti juara dunia 2007 dan  pemegang rekor dunia lontar martil 2009 – 2011 Betty Heidler dan  peringkat 4 kejuaraan Dunia Kathrin Klaas. Sementara Dieter Kollark adalah pelatih bertangan dingin yang telah menghasilkan Juara Dunia dan juara Olimpiade 1996  Astrid Kumbernuss.  

Nomor lontar martil Indonesia kini sedang bergairah. Meski di level senior belum ada pemecahan rekor nasional sejak dipecahkan oleh Rose Herlinda  pada SEA Games di vientien, 2009 untuk nomor putri dan Dudung suhendi di nomor putra. Namun di tingkat remaja, Indonesia memiliki harapan cukup besar pada sejumlah atlet remaja dan yunior. Pada Pekan Olahraga Nasional Remaja I di Surabaya, beberapa waktu lalu, atlet asal Riau Deny Yohan Putra berhasil memecahkan rekornas lontar martil sejauh 53,55 M dari rekor sebelumnya yang dipegang Kresno Setyo Nugroho 52,72 M. Sementara di nomor Putri, Indonesia masih punya Tresna Puspita yang masih memegang rekornas lontar martil sejauh 51,62 M yang dibuat tahun 2013 lalu.

 

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…