Monday, 19 January 2015 13:57

Wawancara Khusus - Michael Deyhle (Pelatih Atletik Nasional Jerman) : "Pemahaman tentang Atletik Harus Ditingkatkan"

 

Meski singkat kedatangan Michael Deyhle dan Dieter Kollark terasa sangat bermakna bagi banyak pelatih dan atlet yang beruntung ikut dalam Coaching Clinic dan Taining Camp yang digelar PB PASI. Wawasan dan metode baru latihan diberikan oleh kedua pelatih yang telah menelurkan banyak atlet kelas dunia ini. Michael pun mengapresiasi keinginan besar para pelatih dan atlet untuk belajar.”Motivasi dan semangat mereka (pelatih dan atlet) luar biasa,” ujar Michael.    

Pelatih kelahiran Jerman, 6 September 1951 ini pun banyak memberi masukan bagi perkembangan atletik Indonesia.  Menurutnya, untuk saat ini, Indonesia belum bisa melahirkan atlet kelas dunia. Butuh waktu cukup lama untuk mewujudkan hal itu. Namun, ia percaya dengan potensi penduduk yang sekian banyak dan  dilakukan metode pelatihan dengan baik, Indonesia suatu saat memiliki atlet kelas dunia. stan. Untuk mengetahui lebih jauh, pendapatnya tentang atletik Indonesia  wartawan GATRA mewawancarai Michael Deyhle seusai penutupan Coaching Clinic, Jumat pekan lalu,  berikut petikannya: 

 

Apa yang anda lihat dan pelajari dari Atletik Indonesia?

Motivasi dan kemauan pelatih dan atlet sungguh sangat luar biasa. Begitu pula, Lingkungan dan sarana prasarana latihan sangat mendukung. Hanya saja memang terkait pemahaman pengetahuan atletik, (pelatih dan atlet) Indonesia belum semaju di Eropa. Perlu harus terus ditingkatkan pemahaman terkait atletik.

Apakah itu menjadi kendala, saat anda memberikan pelatihan?

Saya sengaja tidak menyampaikan hal yang terlalu tinggi. Saya memilahnya, dan disesuaikan dengan kebutuhan para pelatih dan atlet Indonesia. Memang (dari pelatihan) ini tidak bisa langsung menjadi juara dunia, tapi menaikan prestasi sedikit demi sedikit, saya yakin bisa. Kami punya banyak data, tapi tak semua bisa kami bagikan karena keterbatasan waktu.

Melihat kondisi atletik Indonesia seperti ini,  apa yang dibutuhkan untuk memperbaikinya?

Pertama, yang perlu dikembangkan yaitu sistemnya dulu dalam banyak hal, misalnya identifikasi bakat atau pembinaan atlet yunior. Indonesia kan punya banyak penduduk, kita harus bisa mendapatkan bakat-bakat muda.  Indonesia misalnya harus punya minimal 100 atlet yunior, karena nanti saat masuk ke senior, jumlahnya makin sedikit. Jadi, kita harus memperbanyak proses pencarian atlet yunior.

Kedua, pada saat (pembinaan) atlet usia remaja, harusnya semua materi diberikan. Jangan dikhususkan dulu. Misalnya, satu atlet remaja bagus di nomor tolak peluru, maka jangan kemudian dia, berlatih tolak peluru saja, tapi semuanya tetap harus diberikan.  Jadi dia merasakan semuanya.

Ketiga, menyangkut sistem pendidikan yang harus diperbaiki. Di Jerman,  ada tiga mata pelajaran olahraga yang sifatnya wajib di pendidikan dasar  yaitu Atletik, senam dan renang.  Itu bagus buat pengembangan anak ke depan.

Keempat, menyangkut pengembangan kualitas pelatih. Pelatih harus selalu dan terus menerus diberikan pelatihan dan pengetahuan baru sehingga ilmunya terus berkembang.

Menyangkut penerapan ilmu teknologi dalam program pelatihan, apakah untuk Indonesia, hal itu  sudah sangat dibutuhkan ? bagaimana dengan pemahaman tersebut, mana yang lebih diutamakan?

 Jawaban atas pertanyaan ini seperti menjawab mana yang lebih dulu antara telur dan ayam.    Tapi, kalau menurut saya, paling bagus diberikan pemahaman dulu kepada pelatih. Di Jerman, pelatih tingkat daerah, tugasnya memberikan pemahaman tingkat dasar kepada para atlet, tidak melebihi hal itu.  Nanti, jika si atlet sudah bagus, barulah Atlet di bawa ke tingkat yang lebih tinggi apakah di provinsi atau di tingkat nasional termasuk diperkenalkan dengan  teknologi dan sebagainya. Ilmu dan Teknologi penting kalau sudah menganalisa di tingkat atas.

 

Bagaimana menurut anda tentang Indonesia?

 

Orang indonesia sangat beda dengan orang Jerman. Orang Jerman sangat individual, sedangkan disini, orang Indonesia sangat ramah, setiap bertemu siapa saja menegur sapa. Kalau menurut saya luar biasa, begitu juga soal lingkungan, di Indonesia sangat luar biasa. Di Jerman, anda tak akan menemukan orang yang menyeberang jalan sembarangan. Tapi di Indonesia, orang bisa menyeberang dimana saja. Tapi meski demikian, tidak ada kecelakaan.

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…