Friday, 22 May 2015 20:23

PB PASI Melanjutkan Kerjasama dengan DLV

CEO DLV Frank Hendel (tiga dari Kiri) dan Ketua Umum PB PASI Bob Hasan (Dok PB PASI)

 

Upaya untuk mendorong dilakukannya pembaruan dalam tubuh Federasi Atletik Internasional (IAAF) terus digulirkan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menjelang pelaksanaan kongres IAAF, di Beijing, China, Agustus 2015 mendatang. Tak terkecuali saat Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Bob Hasan bertemu dengan kompatriotnya dari Jerman CEO DLV Frank Hensel di markas DLV di Darmstadt, Jerman, Selasa, 19 Mei 2015 lalu.   

 DLV merupakan organisasi yang memayungi olahraga Atletik di Jerman. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Bob Hasan ditemani Sekjen PB PASI Tigor M Tanjung. Sementara Frank Hensel, ditemani Direktur keuangan DLV Norbert Brenner dan David Deister.

 Menurut Tigor Tanjung, DLV sepakat atas ide PB PASI untuk melakukan perubahan dalam sistem pelayanan IAAF. Sistem pelayanan IAAF selama ini berlaku dianggap masih kurang mengakomodir kepentingan negara-negara Asia.  Baik PB PASI maupun DLV, lanjut Tigor Tanjung, juga menyepakati untuk saling mendukung terhadap pencalonan kandidat masing masing dalam pemilihan pengurus IAAF.

 Rencananya, PB PASI yang didukung sejumlah negara Asia, akan menggulirkan usulan pencalonan Sekjen PB PASI Tigor Tanjung sebagai council Member IAAF. Sementara DLV bakal mencalonkan Clemens Prokop sebagai presiden IAAF. “Melalui kerjasama saling mendukung dalam pemungutan suara, diharapkan keduanya dapat terpilih,” ujar Tigor Tanjung.

 Kerjasama lain yang disepakati dalam pertemuan tersebut, menurut Tigor Tanjung, yaitu menyangkut upaya pengiriman kembali beberapa atlet yunior dan senior Indonesia untuk berlatih di Jerman seperti yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu. Selama ini, DLV telah membantu memfasilitasi pengiriman pelatih-pelatih nasional maupun daerah untuk berlatih di Jerman.

 “PB PASI mengharapkan DLV bisa memfasilitasi pelatihan khususnya bagi atlet nomor lempar. Tapi, tidak menutup kemungkinan atlet di nomor lain,” tegas  Tigor Tanjung. PB PASI sendiri secara resmi telah mengundang pelatih Jerman untuk memberikan coaching Clinic selama 1 hingga 2 minggu. Termasuk, membawa atlet terbaiknya, sebagaimana dilakukan di awal tahun 2015 lalu. Saat itu PB PASI mengundang dua pelatih nasional Jerman Michael Deyhle dan Dieter Kollark untuk memberikan coaching clinic terhadap pelatih dan atlet nomor lempar selama dua minggu.

 Dalam kesempatan pertemuan itu, DLV juga memberikan buku-buku panduan latihan atletik bagi anak-anak kepada PB PASI yang diterima langsung Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.   

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…