Wednesday, 10 June 2015 18:43

Indonesia Sumbang 2 Medali Emas Lagi

AGus Prayogo saat memasuki Finish 10000 M (J.Handianto/PB PASI)

Harapan Indonesia untuk menambah perbendaharaan medali emas dari cabang Atletik akhirnya terpenuhi. Pada hari keenam penyelenggaraan SEA Games ke-28 Singapura 2015, tim Atletik Indonesia berhasil menyumbangkan dua medali emas dan satu perunggu.  Dua medali emas disumbangkan Pelari Agus Prayogo di nomor 10.000 meter dan Peloncat jauh Maria Natalia Londa. Sementara medali perunggu diraih sprinter asal Nusa Tenggara Barat Andrian di nomor 400 M gawang.

 

Dengan perolehan dua emas ini, maka cabang atletik Indonesia telah menyumbang  4 medali emas, 3 perak dan dua perunggu atau hampir melampaui target enam emas yang dibebankan Pemerintah. Atlet-atlet Indonesia masih berpeluang meraih medali emas dari atlet Triyaningsih di nomor lari jarak jauh 10000 meter  yang akan berlaga pada kamis besok (11/6/2015), Maria  Londa (Lompat jangkit), Rini Budiarti (3000 m steeplechase) dan Dedeh Erawati (100 M gawang) . Selain itu, para atlet estafet khususnya estafet 4 x 100 meter putra juga masih punya peluang besar  meraih medali emas. “Semoga saja (meraih emas), Tapi kita boleh mendahului ketentuan Tuhan,” kata Sekjen PB PASI Tigor Tanjung.

 

Ia melihat sejumlah negara mengalami kemajuan dalam prestasi, diantaranya  tuan rumah Singapura, dan Vietnam. Apalagi , Filipina yang diperkuat atlet hasil Naturalisasinya yang berhasil mengawinkan medali emas sprint 100 meter putra putri. “Indo Amerikanya Filipina ini yang tidak kita prediksi, karena pada SEA games sebelumnya, dia turun di nomor 400 m gawang, sekarang malah kuat di sprint 100 M,” ujar Tigor Tanjung. 

 

Hal itu diakui atlet Agus Prayogo. Sersan satu TNI AD ini,  terpaksa merelakan medali emas 5000 meter setelah dipecundangi atlet  Vietnam Nguyen Van lai di putaran akhir lomba, pada hari selasa lalu. “Tapi, hari saya berhasil membalas ‘dendam’ dengan mengalahkannya di 10.000 m,” ujar Agus.

 

Sejak awal lomba Agus langsung memimpin dana secara konsisten berusaha meninggalkan lawan-lawannya di belakang dan masuk finish dnegan catatan waktu 28;41.56 detik. Dalam lomba yang mengambil lintasan di National Stadium sebanyak 25 putaran tersebut, Nguyen malah tercecer di posisi keenam.  Sementara posisi kedua dan ketiga nomor 10.000 meter dikuasai pelari Thailand Srisung Boonthung (30;05.22) dan pelari Myanmar San Naing (30;26.23).  “Tapi, catatan waktu saya kali ini, bukan  waktu yang terbaik saya, karena waktu terbaik saya 29;25.00,” ujar Agus. 

 

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…