Print this page
Thursday, 05 November 2015 16:47

Mantan Presiden IAAF Lamine Diack Diduga Korupsi Anti Doping

 

 

Mantan Presiden IAAF Lamine Diack (tengah) saat menghadiri Kongres IAAF di Beijing, AGustus 2015 (Dok Istimewa)

 

Presiden Federasi Asosiasi Atletik Dunia (IAAF) Lamine Diack 1999 – 2015 kini tak bisa leluasa ke luar negeri. Paspor laki-laki berkebangsaan Senegal kini ditahan pihak kepolisian Prancis. Lamine dan sejumlah mantan pejabat IAAF sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian Prancis atas kasus dugaan korupsi dan pencucian uang. Diack sempat ditahan namun kemudian dilepaskan setelah membayar uang jaminan. "Ia membayar uang jaminan sebesar 500 ribu Euro," ujar asisten jaksa penuntut Yves Lourgoilloux .

Lamine Diack diduga menerima uang sebesar 1 juta Euro dari Federasi Atletik Rusia (ARAF) terkait upaya untuk menutupi sejumlah kasus doping yang menimpa para atlet Rusia termasuk salah satu atlet Marathon Rusia. Dikutip dari The Guardian, polisi melakukan penyelidikan sejak Juni 2015 lalu setelah badan Anti Doping Dunia (WADA) mendatangi kantor pusat IAAF di Monaco dan membawa sejumlah dokumen yang diduga merupakan bukti-bukti terkait aktifitas korupsi tersebut. WADA kemudian melaporkan hal tersebut kepada pihak Interpol, yang kemudian melakukan penyelidikan.

Selain memeriksa Lamine Diack, Kepolisian Prancis juga telah menahan Dr Gabriel Dolle, mantan direktur anti doping dan medis IAAF di Nice, Prancis. Pada Desember 2014 lalu, harian The Guardian mengungkap kisah Dolle yang merupakan pejabat senior di bidang anti doping di Atletik yang mengundurkan diri dari IAAF setelah diperiksa oleh komisi etik IAAF. Menurut sebuah sumber kepada Reuters, Polisi telah mendatangi kantor pusat IAAF pada senin lalu, dan memeriksa sejumlah orang dan dokumen. Bahkan, Presiden baru IAAF Sebastian Coe, yang ada di tempat tersebut telah menyatakan kesediaanya secara sukarela untuk diperiksa, namun polisi tidak memeriksanya.

Dugaan Kasus yang menjerat Lamine Diack mencuat setelah salah satu atlet Rusia yang merupakan juara London Marathon dan Chicago Marathon  Liliya Shobukhova mengaku diperas sebesar US $ 450 ribu atau  lebih dari Rp 6 Milyar untuk menutupi skandal Doping yang menimpanya. Liliya membayar uang tersebut kepada pejabat atletik Rusia (ARAF) yang kemudian diduga mengalir ke sejumlah pengurus IAAF.

Uang suap tersebut yang diduga kemudian meloloskan Shubukhova untuk kembali mengikuti kompetisi lari, setelah sebelumnya mendapat hukuman berupa pencopotan gelar juara London marathon dan Chicago Marathon serta pelarangan aktifitas seumur hidup. Pengakuan Liliya sendiri kemudian mengungkap praktek doping yang menimpa sebagian besar atlet Rusia dan mendorong terjadinya perubahan di tubuh ARAF termasuk lengsernya presiden ARAF Valentin Balaknichev.

Menteri olahraga Rusia, Vitaly Mutko mengakui adanya persoalan di ARAF. Meski, sejumlah pejabat ARAF telah diganti, namun ada indikasi perbuatan kriminal masih terus berlangsung. “Managemen lama sudah tidak berkerja lagi disana (ARAF). Dan kami memahami bahwa banyak kasus kriminal terjadi, namun semua belum jelas hingga saat ini,” ujar Vitaly. 

Last modified on Thursday, 05 November 2015 16:49

Latest from PB PASI

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…