Print this page
Wednesday, 28 October 2015 17:53

Belajar Resep Kids Athletics Dari Jerman

 e

Tine Dreier dan Jan Dreier Sedang memberi Pengarahan kepada Pelatih-pelatih Daerah saat Coaching Clinic di Makassar

 

Bagaikan magnet, satu persatu pelatih atletik dari berbagai daerah berebut untuk berfoto berdua dengan Nele Saar. Gadis asal Jerman ini pun tak kuasa untuk menolak. Dengan wajah yang tampak masih lelah, pelatih atletik yang baru berusia 21 tahun ini, tetap berusaha tersenyum selama difoto. Selain Nele, tiga pelatih asal Jerman lainnya; Jan Dreier, Kristine Dreier dan Marcus, juga menjadi sasaran foto bareng atau sekadar selfie. “Buat kita di Daerah, momen ini sangat langka. Kapan lagi, kita bisa diajari atletik oleh pelatih-pelatih Jerman,” ujar Marens Tomasoa, pelatih asal Maluku.

 

Sesi foto bersama menjadi momen penutup dari seluruh rangkaian acara “Coaching Clinic” yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, selasa, 27 Oktober 2015 lalu. Acara pelatihan yang berlangsung di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Selatan ini diikuti oleh 40 orang pelatih muda dari berbagai daerah di kawasan timur Indonesia. Diantaranya dari Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Maluku.

 

Acara Pelatihan bertajuk “Athletics for Young Children ini berlangsung selama lima hari, sejak tanggal 23 Oktober 2015. Sebelum di Makassar, Nele dan rekan-rekannya juga memberikan pelatihan di Solo, Jawa Tengah dari tanggal 19 Oktober hingga 22 oktober 2015. Di Solo, para pelatih atletik yang diikutsertakan berasal dari kawasan barat Indonesia seperti Sumatera, Jawa hingga di Jakarta.

 

Menurut Sekjen Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung, Coaching Clinic ini merupakan bagian dari program kerja sama PB PASI dengan Federasi Atletik Jerman (DLV) dan negara bagian Schleswig Holstein (SHLV) yang sudah terjalin lama. Kegiatan ini, lanjut Tigor Tanjung, diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pelatih-pelatih daerah untuk menambah pengetahuan sebanyak-banyaknya dari pelatih asing khususnya dalam bidang pelatihan atletik remaja dan anak-anak.

 

Dipilihnya Solo dan Makassar sebagai tempat penempaan para pelatih daerah, dan bukan Jakarta, menurut Ketua Umum PB PASI Mohamad Bob Hasan, karena dianggap kedua daerah lebih siap dan bisa merepresentasikan kedua kawasan Indonesia yang sama sama memiliki potensi atlet muda. "Dengan memilih kedua tempat di luar Jakarta ini, PB PASI berharap sosialisasi keilmuan ini bisa menjangkau lebih banyak peserta daerah dari provinsi yang lebih banyak pula," ujar Muhamad 'Bob' Hasan.

 

Selama ini, banyak dari pelatih-pelatih daerah yang potensial, tidak bisa berkembang akibat tidak mengikuti perkembangan Science Sports yang selalu didengungkan PB PASI. Mereka mengalami kesulitan dalam mengakses pola dan metode pelatihan kepada anak-anak maupun remaja lewat fasilitas internet. Keterbatasan jaringan menjadi kendala klasik selain mahalnya infrastruktur penunjang.

 

Akibatnya, banyak metode pelatihan, khususnya pelatihan atletik bagi anak anak atau Kids Athletics dan Atletik bagi remaja, yang selama ini dijalankan oleh para pelatih daerah belum sesuai dengan metode pelatihan athletik modern. “Makanya kita datangkan para pelatih Jerman ini langsung,”tegas Mohamad Bob Hasan.

 

Dalam pelatihan, banyak hal-hal baru yang ditunjukan oleh kwartet pelatih Jerman ini. Diantaranya, melakukan latihan dasar-dasar gerak (seperti berjalan, lari, lempar, dan lompat) yang dikombinasikan dengan permainan dan kerjasama tim serta kemauan. “Yang terpenting, dalam Kids Athletics adalah bahwa Athletics itu haruslah menyenangkan, dan bergembira. Tidak boleh ada kekerasan, dan lainnya,” ujar Jan Dreier, ketua tim pelatih asal Jerman.

 

Ia yakin, jika kids athletics yang merupakan pondasi dalam proses regenerasi atlet bisa berjalan baik, maka potensi-potensi dan bakat-bakat atlet yang ada di Indonesia bisa terasah dan muncul lebih banyak lagi. Para pelatih daerah yang kebanyakan adalah para guru olahraga ini, menurut Jan, diharapkan bisa membawa pengetahuan dan pengalaman yang didapat untuk diterapkan di daerah masing-masing. “Keingintahuan dan motivasi mereka (Para pelatih daerah) cukup tinggi,” kata Jan Dreier.

 

Ketua Pengprov PASI Sulawesi Selatan (Sulsel) Haris Yasin Limpo menyambut baik inisiatif PB PASI menyelenggarakan pelatihan di Makassar. Adik kandung Gubernur Sulsel Syahril Yasin Limpo, ini bahkan berharap coaching clinic semacam ini dapat terus diselenggarakan PB PASI, dan Pengprov PASI siap menjadi tuan rumah pelatihan. “Kami berharap, dengan diadakanya pelatihan disini, akan banyak lahir pelatih-pelatih atletik berbakat yang bisa menghasilkan lebih banyak lagi atlet-atlet atletik bagi Sulsel khususnya.”

 

Latest from PB PASI

We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…