Monday, 16 October 2017 06:07

Bob Hasan, Harry Marra dan Cerita Dari Kota Judi

Jakarta, PB PASI- Pagi yang dingin, 2 Desember 2016 di sebuah hotel di Monte Carlo, tempat markas besar Federasi Atletik Dunia (IAAF). Satu persatu peserta Kongres Luar Biasa IAAF telah meninggalkan ruang makan usai sarapan. Di ujung ruangan, Bob Hasan, ketua umum PB PASI yang juga Anggota Kehormatan IAAF didampingi Tigor Tanjung, Sekretaris Umum PB PASI secara tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang memperkenalkan dirinya sebagai Harry Marra, pelatih dasa lomba dari Amerika Serikat. Harry kemudian dianugerahi gelar Pelatih Terbaik Dunia dari IAAF 2016, pada malam hari sebelumnya. Dari pertemuan singkat itu, dan setelah mendengar penuturan Bob Hasan mengenai potensi atlet-atlet di tanah air, Harry Marra menyatakan ketertarikannya untuk berkunjung ke Indonesia. Bagi Harry Marra, Bob Hasan adalah seorang visioner karena tidak segan-segan memanfaatkan jasa pelatih ternama demi prestasi atlet-atletnya. Salah satunya adalah pelatih Amerika Serikat Tom Tellez dari Houston, yang mengorbitkan Carl Lewis menjadi legenda atletik dunia. Bagi Indonesia melalui tangan Tom Tellez, muncullah atlet-atlet seperti Purnomo, Emma Tahapari dan Irene Joseph. Ternyata Harry Marra adalah sahabat sekaligus pengagum Tom Tellez sejak lama. “Pertemuan itu seperti sudah diatur dan nama Tom Tellez menjadi perekat,” ujar Tigor Tanjung mengomentari pertemuan di Monaco itu. Sejak saat itu, komunikasi antara PB PASI dengan Harry Marra dilanjutkan melalui e-mail. Kini, kisah yang bermula dari pertemuan di kota judi Monte Carlo itu, berlanjut menjadi sebuah hubungan 'transfer of knowledge' yang menguntungkan atletik Indonesia. Harry Marra telah berkunjung tiga kali,-bulan Februari, Juli dan Oktober 2017 ini, ke Indonesia. Itu juga menjadi pertanda Harry Marra sangat senang membagi ilmunya kepada pelatih-pelatih Indonesia. Padahal, di sisi lain, Jepang, Italia, Iran dan Aljazair juga berminat meminang pelatih juara Olimpade dua kali dan pemegang rekor dunia dasa lomba Ashton Eaton ini. Bob Hasan sedang tidak berjudi saat memilih Harry Marra sebagai konsultan. Hasil membanggakan telah terlihat di SEA Games 2017 lalu. Beberapa atlet muda yang dikirim sendiri oleh PB PASI meraih hasil membanggakan. “Saya yakin akan ada perubahan besar bila para pelatih mengikuti saran Harry Marra,” tandas Bob Hasan. TMT
Last modified on Sunday, 12 November 2017 13:25
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…