Thursday, 12 October 2017 20:19

Harry Marra Kembali Ke Indonesia

Jakarta, PB PASI- Gonjang ganjing pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia emas (Satlak Prima) tampaknya tak begitu berpengaruh terhadap PB PASI. Kegiatan pelatihan nasional (pelatnas) jangka panjang terus berjalan seperti biasa. Bahkan, PB PASI kembali mendatangkan pelatih Amerika Serikat Harry Marra untuk memberikan pelatihan dari tanggal 11 hingga 17 Oktober lalu. “Ada atau tidak ada Satlak Prima, pembinaan Atletik terus berjalan,” ujar Ketua Umum PB PASI Bob Hasan. Selama lebih dari seminggu, Harry Marra memberikan pelatihan kepada para pelatih dan atlet di kantor PB PASI, Tebet, Jakarta Selatan. PB PASI juga telah menunjuk pelatih atlet peraih medali emas Olimpiade dan pemegang rekor dunia nomor Dasa lomba Ashton Eaton sebagai konsultan atletik Indonesia. “Kami memilih Harry Marra sebagai tenaga ahli karena sudah terbukti berpengalaman dapat melahirkan juara dunia dan dia membawa angin segar melalui pengetahuan yang dibagikannya,” kata Bob Hasan. Hasil di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur juga menjadi pertimbangan PB PASI. Saat itu, beberapa atlet muda yang sempat mendapat sentuhan Harry Marra berhasil meraih hasil terbaiknya. Tak heran, jika Harry kembali didatangkan untuk kali ketiga oleh PB PASI untuk memberikan pelatihan. Sebelumnya, Pelatih terbaik federasi atletik dunia (IAAF) 2016 ini, telah melatih para pelatih dan atlet pada bulan Februari dan Juli 2017 lalu. Dalam pelatihannya, Harry Marra memang banyak melakukan koreksi terhadap pola-pola pelatihan yang selama ini dilakukan. Harry memberikan berbagai teknik gerakan yang benar. Dari mulai teknik pemanasan, teknik gerakan hingga mengoreksi periodisasi latihan dan perlombaan. “Tidak ada keajaiban dalam atletik. Prestasi tinggi atlet hanya bisa dicapai melalui teknik yang benar,” ujar Harry Marra. Pelatih berusia 70 tahun itu juga memanfaatkan ilmu pengetahuan dan sport science dalam setiap pelatihanya. Salah satunya, tentang penggunaan tiga Hukum Newton tentang gaya dan percepatan sebagai dasar dalam pelatihan atletik. "Atlet yang kuat tanpa teknik yang benar akan kalah dari atlet yang kurang kuat namun memiliki teknik yang sempurna," tambah Harry Marra . Menurut Harry Marra, berbagai elemen pelatihan sangat penting untuk digunakan. Periodisasi latihan yang biasanya berisi macro cycle dan micro cycle harus dilakukan dengan penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi atlet dari waktu ke waktu. Ia juga menekankan bahwa, latihan teknik harus dimulai sejak awal program peningkatan fisik. Jika hasilnya masih kurang memuaskan, atau menimbulkan kegagalan. Harry menekankan para pelatih untuk mencari tahu dan menyelesaikan penyebab kegagalan, bukan persoalanya. TMT
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…