Thursday, 15 March 2012 10:38

60 TAHUN PASI : DEDIKASI EMPAT KETUA UMUM

Tanggal 3 September 2010 yang lalu Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) genap berusia 60 tahun. Didirikan di Jakarta enam dasa warsa yang lalu, PB. PASI termasuk induk organisasi tertua di Indonesia yang menaungi cabang olahraga terkuno di dunia dan disebut juga sebagai ibu dari semua cabang olahraga. Sepanjang rentang usia yang panjang ini, sepanjang itu jualah PASI telah berbakti bagi nusa dan bangsa sebagai pembela nama baik negara Indonesia di kancah olahraga internasional.

 

Sebagai induk organisasi atletik di Indonesia, PB. PASI telah dikemudikan oleh empat ketua umum. Ketua umum pertama pada saat PB. PASI didirikan adalah Azis Saleh yang memimpin dari tahun 1950 dan diteruskan oleh Sugiharto yang kemudian dilanjutkan oleh Sayidiman Suryohadiprodjo. Mulai dari tahun 1982 sampai hari ini, seluruh pengurus provinsi PASI mempercayakan jabatan ketua umum pada Mohamad “Bob” Hasan yang menjadikan dia sebagai ketua umum dengan masa jabatan terpanjang.

Keempat ketua umum ini berasal dari latar belakang yang berbeda-beda sehingga mempunyai karakter dan gaya kepemimpinan sendiri-sendiri namun mempunyai satu kesamaan yaitu sangat mencintai dan siap berkorban untuk atletik Indonesia. Dikatakan berkorban karena memang membina atletik di Indonesia bukan hal yang mudah terutama bila berbicara soal pembiayaan. Atletik bukan olahraga yang gampang mendatangkan uang dan sponsor, sementara saat ini tidak mungkin kegiatan dilakukan tanpa dana. Harus diketahui juga bahwa hampir seluruh atlet di cabang atletik berasal dari keluarga kurang mampu sehingga penanganannya harus meliputi juga perbaikan asupan gizi makanan dan pendidikan.

Misalnya Sayidiman Suryohadiprodjo, sekali pun usianya sudah lanjut, mantan ketua umum PB. PASI yang telah berusia 83 tahun ini tetap setia dan bersemangat menghadiri kejuaraan-kejuaraan yang dilangsungkan di Stadion Madya. Selain itu, Sayidiman juga sering member masukan kepada Bob Hasan dan anggota pengurus PASI lainnya seperti yang dilakukan pada saat memenuhi undangan Bob Hasan bersantap siang usai Hari Raya Idul Fitri beberapa waktu yang lalu. Dengan tetap bersemangat, Sayidiman menyatakan dukungannya pada gagasan-gagasan pembinaan yang dibuat PB. PASI termasuk rencana penyelenggaraan Bob Hasan Sprint bulan Oktober yang akan datang. Di samping itu, ia juga prihatin mendengar masalah-masalah non teknis yang dihadapi oleh PB. PASI. Salah satunya adalah Undang-Undang yang mengharuskan PB. PASI membayar sewa penggunaan Stadion Madya padahal stadion ini hanya dipakai sebagai tempat pelatihan dan pengembangan atletik nasional saja. Sayidiman merasa kebijaksanaan itu tidak tepat sama sekali dan harus direvisi. Bahkan belakangan ini, Stadion Madya digunakan untuk melangsungkan pertandingan sepakbola dengan alasan disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pemakaian ini jelas merugikan pembinaan atletik karena mengganggu jadual latihan para atlet. Program latihan akan dirugikan apabila frekuensi latihan berkurang. Sayangnya pihak-pihak yang berkepentingan tidak menyadari kesalahan ini.

Kemudian disinggung juga konstitusi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang melarang bekas narapidana memimpin induk organisasi olahraga di Indonesia. Menurut Sayidiman, Bob Hasan sangat sulit digantikan meski pun ia mendengar Bob Hasan tidak peduli dengan keadaan ini. Sekretaris Umum PB. PASI, Tigor Tanjung yang hadir juga dalam pertemuan itu mengatakan tidak keberatan apabila pergantian Bob Hasan sebagai Ketua Umum PB. PASI terjadi secara alamiah bukan dengan pembatasan-pembatasan seperti bunyi pasal AD/ART KOI itu. Kedua masalah di atas memang akhir-akhir ini telah berkembang menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat olahraga dan secara tidak langsung mempengaruhi kelancaran program-program yang dikerjakan oleh PB. PASI.

Begitulah suasana akrab pertemuan antara Bob Hasan dan Sayidiman Suryohadiprodjo dan berjanji akan bertemu lagi di Stadion Madya pada saat penyelenggaraan Bob Hasan Sprint mendatang.

Setelah 60 tahun hidup sebagai salah satu komponen bangsa, PB. PASI sebagai organisasi non pemerintah tetap berdiri teguh menghadapi tantangan demi terwujudnya cita-cita luhur yaitu mengharumkan nama bangsa dan negara di arena olahraga atletik internasional. Dirgahayu PASI ke-60!

TMT

Last modified on Thursday, 15 March 2012 11:21
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…