PB PASI

PB PASI

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

New Clark, PB PASI - Atlet Maria Natalia Londa akhirnya memastikan diri meraih medali emas nomor lompat jauh putri yang menjadi andalannya. Meski catatan lompatannya masih jauh dari lompatan terbaiknya yaitu 6,45 meter, Maria sukses merebut posisi pertama pada helatan SEA Games XXX Filipina 2019. Rekor lompatan Maria sendiri mencapai 6,7 Meter yang dibuat pada SEA Games 2015 di Singapura.

"Puji Tuhan hari ini bisa dapat emas. Terima kasih buat PASI, semua ofisial, juga pengurus di tingkat daerah," ucap dia usai pengalungan medali di Athletics Stadium, New Clark, Minggu (8/12).

Posisi kedua diisi atlet Thailand, Parinya Chuaimaroeng dengan catatan 6,23 meter. Sementara medali perunggu jatuh pada atlet Vietnam, Thi Mong Mo Vu yakni 6,16 meter.

Maria menyatakan pada lomba kali ini ia jauh  lebih rileks dibandingkan saat bertanding di nomor lompat jangkit sehari sebelumnya. Di nomor tersebut, dia merebut medali perak.

Alasannya, sepanjang karir dia, dia kerap cedera akibat lompat jangkit. Lebih jauh lagi, Maria berencana ini akan menjadi SEA Games terakhir dia.

"Rencananya ini memang SEA Games terakhir saya. Tapi kalau nanti belum ada yang bisa gantikan saya, mungkin saya masih akan ikut lagi," imbuh wanita kelahiran 29 Oktober 1990 itu.

"Pesan saya buat adik-adik, terus berlatih dengan disiplin. Hasil itu butuh proses panjang. Jangan menyerah," tutupnya.

 

Flo

New Clark, PB PASI - Pelari jarak jauh Odekta Elvina Naibaho sukses merebut posisi ketiga dalam lomba lari nomor 10.000 meter putri pada cabang olahraga (cabor) atletik SEA Games XXX Filipina 2019 yang berlangsung di Athletics Stadium, New Clark, Minggu (8/12). Dia membukukan waktu 36 menit 42,28 detik. Odekta yang baru pertama kali turun di SEA Games sukses meraih  medali perunggu.

Pelari senior Indonesia, Triyaningsih yang juga turun di nomor yang sama, hanya mampu di posisi keempat. Atlet yang telah mengoleksi setidaknya 11 medali emas SEA Games ini hanya mencatatkan waktu 37 menit 54,18 detik.

"Kemarin (Saat marathon) saya enggak finish karena heat stroke. Untuk bangkit lagi memulihkan motivasi di sini sangat berat sekali. Tapi optimis saja. Saya dedikasikan untuk semua teman saya yang menyemangati dan mendorong untuk tetap berjuang di sini," ucap Odekta usai pertandingan.

Posisi pertama dan kedua nomor 10.000 m putri diraih atlet Vietnam, Thi Hue Pham dengan waktu 36 menit 23,44 detik dan Hong Le Thi Pham (36 menit 32,24 detik).

"Teman-teman bilang jangan menyerah, masih ada satu hari lagi. Dari semua motivasi itu, saya bilang sama pelatih saya, oke saya mau coba lagi. Pada akhirnya, Tuhan menjawab. Bukan kemarin, tapi hari ini," kata Odekta kemudian.

Seperti diketahui, pada nomor full marathon, Jumat (4/12), Odekta gagal masuk finish. Dia sempat limbung dan kemudian dipapah sang pelatih Wita Witarsa saat memimpin lomba di  600 meter jelang titik akhir.

New Clark, PB PASI - Atlet Agus Prayogo kembali menyumbangkan medali. Kali ini, medali perak berhasil diraihnya  di nomor 10.000 m pada helatan SEA Games XXX Filipina 2019 yang berlangsung di Athletics Stadium, New Clark, Sabtu (7/12).

"Sebenarnya ini sudah saya prediksi, karena memang jadwal seperti ini tidak terduga. Dan itu kebijakan dari penyelenggara, sehingga saya tidak bisa berbuat banyak. Alhamdulillah kemarin dapat medali emas di marathon, hari ini saya masih bisa mempersembahkan medali perak untuk Indonesia," ucapnya usai berlaga.

Ketika memasuki 3.000 meter terakhir, Agus sempat sedikit melambat. Dia mengakui tenaganya seolah hilang sebab sehari sebelumnya berlaga di nomor full marathon.

"Kemarin habis marathon, saya langsung di-treatment. Saya pikir satu hari kurang maksimal ya untuk saya bisa pulih dan tampil maksimal di 10.000M ini," imbuh dia. 

Perjuangan Agus belum usai. Senin (9/12) besok dia masih akan turun di nomor 5.000 meter. "Persiapan 5.000 saya maksimal saja, yang terbaik. Masih ada waktu istirahat dua hari," ucap pria berpangkat letnan dua TNI ini.

 

Flo

 

New Clark, PB PASI - Cabang olahraga (cabor) atletik kembali  menyumbang medali emas bagi Indonesia. Kali ini, giliran Sapwaturrahman yang turun di nomor long jump (lompat jauh) putra.

Bertanding di New Clark City Athletics Stadium, Sabtu malam (7/12), Sapwaturrahman merebut medali emas dengan mencatat lompatan sejauh 8,03 meter.

Lompatan tersebut juga membawa Sapwaturrahman memecahkan rekor lompat jauh SEA Games. Sebelumnya, rekor lompat jauh dipegang atlet asal Filipina, Hendry Dagmil dengan lompatan sejauh 7,87 m yang diukir pada 2007.

''Saya belum puas walaupun memecahkan rekor SEA Games. Target utama saya adalah lolos Olimpiade. Ke depan, saya akan terus mencoba memperbaiki catatan saya,'' ujar Sapwaturrahman.

 

Medali perak nomor lompat jauh putra ini berhasil dibawa pulang wakil Malaysia, Andre Anura dengan lompatan sejauh 8,02 m. Sedangkan medali perunggu direbut wakil Thailand, Suttisak Singkhon dengan lompatan sejauh 7,89 m.

Usai bertanding, Sapwaturrahman bergegas menuju bangku penonton dan memeluk pelatihnya, Arya Yuniawan Purwoko sembari sedikit terisak.

"Saya sempat resign dua tahun dari lari. Sekarang coba lagi dan malah langsung dapat emas," ucap dia.

 

Coach Arya lantas menjabarkan keharuan Safwan, demikian dia akrab disapa oleh sang pelatih. "Supaya dia selalu jadi nomor satu," ucap Arya.

Aslinya sejak masih duduk di bangku sekolah, Safwan fokus pada nomor lompat jauh. Namun ketika masuk Pelatnas, dia dialihkan ke nomor lari. Sayangnya, tiga kali bertanding di SEA Games, Safwan gagal meraih medali pada sprint tersebut. Puncaknya, dia sempat berhenti dari atletik pada 2105-2017.

Adalah sekretaris umum PB PASI Tigor Tanjung yang kemudian mengontak  Arya untuk kembali mengajak Safwan bergabung di Pelatnas. Keduanya berlatih panjang dengan target Olimpiade. Tak sia-sia, Safwan sukses menggondol medali perunggu di ajang Asian Games 2018 Agustsu 2018 lalu. Ia juga berhasil memecahkan rekornas lompat jauh. Kini, Safwan sukses merebut emas SEA Games.

"Masih agak sulit memang mengejar Olimpiade karena jumlah event yang diikuti masih belum banyak. Tapi kita masih ada waktu mengejarnya," ujar Arya optimis.

 

Flo

Page 2 of 137
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…