Peraih dua medali emas SEA GAMES ke-27 Myanmar, Maria Nathalia Londa bakal kembali berlaga di ajang Internasional. Kali ini, atlet nasional asal Bali ini dikirim Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk bertanding di kejuaraan Atletik Asian Indoor ke-6 yang akan berlangsung di Hangzhou, China, 15 dan 16 Februari 2014 mendatang. Atlet spesialisasi Lompat jauh dan jangkit ini berangkat bersama tiga atlet muda lainnya yaitu atlet asal Sumatera Selatan Rio Maholtra, Noval (Sulawesi tengah) dan Lismawati Ilang (Sulawesi Selatan). Keempat atlet tersebut bakal ditemani pelatih nasional Kikin Ruhuddin dan akan berangkat pada 13 februari 2014 mendatang.  

 

Setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat dan hasil penilaian para pelatih nasional maka, bidang pembinaan dan Prestasi  PB PASI mengucapkan selamat kepada para Atlet yang berhasil lolos seleksi test lapangan pada 13 januari 2014 yang lalu.

Para ATlet yang terpilih yaitu :

 

Nomor Lapangan

Putri: 1. Fabiola F (Jateng), 2. Wira Aulia (Jabar), 3. Nanda Riski (Dki), 4. Jeni Nuraini (DKI) , 5 Branda Lolis (Jatim),

Putra : 1. Mahadir (NTB),  2. Andreas (Dki)  dan 3. Dwi Saiful (Jatim).

Nomor Lompat Galah: 1. Epik (DKI), Permadi (DKI),Agung Dwilaksana (Sukabumi-Jabar),Herdiansyah (Bogor-JABAR),Tio pratama (Bandung-Jabar),Idan fauzan (bogor). Putri : Neneng risma (cianjur),Dede nuraida (cirebon), Safinas mahuze (Sukabumi-jabar),

(Hasil ini belum Final  masih menunggu hasil tes kesehatan dan Psikologi)

 


Witri berlari sekencang-kencangnya menuju garis finish, Senin sore lalu. Meski tanpa lawan satupun di sampingnya, gadis 16 tahun asal Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, itu mampu melibas lintasan sejauh 60 meter hanya dalam hitungan belasan detik saja. Tak terlihat rasa lelah di wajahnya. "Jika diasah lebih baik, mereka (Witri dan teman-teman atlet lainnya) bisa menjadi atlet andalan Indonesia di masa depan," ujar Supriati, pelatih Witri dan sejumlah atlet asal Sumbawa besar, NTB.  

Witri adalah satu dari 100 atlet muda yang dipanggil PB PASI untuk mengikuti test seleksi  masuk Pelatnas Remaja, PB PASI 2014. Seleksi yang berlangsung sehari penuh itu berlangsung di Stadion Madya Senayan, Jakarta. Selain dari Nusa Tenggara Barat, atlet muda yang ikut seleksi lainnya berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Menurut Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung, para atlet tersebut merupakan hasil pemantauan dan pencarian tim pencari bakat yang diterjunkan PB PASI ke berbagai daerah. Mereka dipilih dari ratusan atlet muda yang mengikuti berbagai lomba baik kejuaraan tingkat daerah, hingga ke sekolah-sekolah dan klub atletik. Selain kelima daerah tersebut, PB PASI akan menerjunkan kembali tim pencari bakat ke beberapa daerah lainnya, seperti Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan. "Kita berharap, akan ada stok atlet muda nasional dari hasil seleksi ini, sebagaimana harapan ketua umum PB PASI Bob Hasan,' tambah Tigor Tanjung.

Berkaca dari hasil SEA Games 2013 yang lalu, Bob Hasan memang menaruh harapan besar agar bagian pembinaan PB PASI segera mencari para atlet muda berbakat sebanyak-banyaknya untuk dijadikan stok atlet nasional di kemudian hari. "Kalau perlu 1000 atlet muda, kita bina sekaligus setiap tahunnya," tegas Bob Hasan.  

Para atlet muda yang ikut seleksi kali ini, paling muda berusia 8 tahun atau masih duduk di bangku Sekolah dasar yaitu Neneng Risma, dari Cianjur, Jawa Barat, dan tertua berusia 17 tahun. Mereka mengikuti serangkaian tes yang terdiri dari lari koordinasi ABC, standing long jump, strengh endurance, push up, hingga lari 60 meter.

Dari setiap tes tersebut, masing-masing akan mendapat poin yang akan diakumulasi untuk menentukan peringkat terbaik para peserta tes. Peraih poin terbanyak akan direkrut untuk masuk pelatihan nasional di Jakarta. 

Pelari gawang 100 meter putri Indonesia Dedeh Erawati menjadi pahlawan bagi atletik Indonesia setelah menyumbang satu medali emas pada SEA Games XXVII di Myanmar yang berakhir senin lalu. Pada lomba yang berlangsung Kamis (19/12), Dedeh masuk finis pertama mengalahkan pelari Thailand dan Malaysia yang masing-masing merebut medali perak dan perunggu.

Dengan tambahan satu emas dari Dedeh, berarti atletik mencapai target 6 medali emas yang dijanjikan sebelum bertolak ke Myanmar. Sebelumnya atletik sudah meraih medali emas dari nomor 20,000 meter jalan cepat putra, lompat jauh putri, lompat jangkit putri, lari 3000 meter halang rintang, dan lari 10.000 meter.

Medali emas dari lari gawang 100 meter putri memang sudah diperkirakan bakal direbut Dedeh, lantaran Dedeh adalah pelari tercepat Asia Tenggara di nomor spesialisasinya itu. catatan waktu yang dibuat Dedeh yaitu 13.53 detik, atau masih jauh di bawah rekornas yang dipegangnya yaitu 13,18 detik.

Musuh bebuyutannya, Wallapa Punsoongneun dari Thailand, harus puas di posisi kedua dengan waktu 13.71 detik. Medali perunggu diraih pelari Malaysia, Raja Nursheena Raja Azhar (13.84 detik).Namun terlepas dari itu semua, hasil SEA Games kali ini bagi atletik sudah cukup memuaskan karena sesuai dengan target yang dipasang sebelumnya.

Bersama ketua Bidang organisasi PB PASI  Mayjen (purn) Zacky Anwar Makarim, Ketua Umum PB PASI Bob Hasan berangkat ke Semarang, Jawa tengah, Sabtu dini hari lalu.  Sebelumnya telah berangkat pula, pelatih Enny Sumartoyo dan pelatih asal Rusia Anatoly Chernobay.

Di Semarang, kebetulan sedang diadakan lomba lari antar pelajar dan Mahasiswa tingkat Jawa tengah yang diadakan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Fajar Mas Murni Athletic Club. Menurut ketua panitia lomba, Dr Rumini,  kejuaraan ini untuk mencari bibit-bibit atlet yang handal khususnya di Jawa Tengah.  Selain lomba lari sprint 60 meter dan 8 x 50 meter untuk tingkat Sekolah Dasar, juga dilombakan nomor 100 meter, estafet 4x 100, dan beberapa nomor lainnya.

“Total ada 520 peserta dari berbagai daerah yang ikut serta,” ujar Rukmini.  Meski sempat diwarnai hujan gerimis, lomba tetap berlangsung semarak. Para atlet termasuk siswa SD, bersemangat untuk mengikuti lomba hingga usai.

Ketua Umum PB PASI Bob Hasan dan Mayjen (purn) Zacky Anwar Makarim didampingi rektor Universitas Negeri Semarang Prof Dr Fathur Rokhman, M.Hum.meninjau lomba tersebut.

Beberapa atlet yang tampak menonjol pun dicatat oleh tim talent scouting dari PB PASI. Bob Hasan menyambut baik diselenggarakannya kejurda tersebut. Menurut Presiden kehormatan Federasi Atletik Asia ini, Jawa Tengah  merupakan salah satu lumbung atlet atletik nasional. Selain Suryo Agung, ad apula Trianingsih, Agus Prayogo dan beberapa atlet nasional lainnya yang berasal dari Jawa tengah.

 

Suasana ruang pertemuan PB PASI di selasar utama Stadion Madya Senayan Jakarta, langsung hening, ketika Bob Hasan mulai berbicara. Jumat malam, pekan lalu, Ketua Umum PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) itu berbicara  sedikit ‘keras’ ketika menyinggung prestasi cabang atletik di arena SEA Games XXVII, yang baru berakhir senin lalu.

Di hadapan para atlet yang baru kembali dari Myanmar dan puluhan atlet muda lainnya, penghuni Pelatnas PB PASI, Ia menyinggung raihan emas tim atletik Indonesia.  “Masak, emas kita disumbang oleh ‘nenek-nenek’, “ ujar Bob Hasan setengah bergurau.  

Cabang Atletik berhasil menyumbang enam medali emas bagi kontingen Indonesia. Jumlah ini sebenarnya sudah mencapai target yang ditetapkan.  Keenam medali tersebut disumbangkan oleh  Trianingsih lewat nomor 10.000 meter,  Hendro (20.000 m Jalan cepat), Maria Nathalia Londa (lompat jangkit dan lompat jauh), Rini Budiarti (3000m haling rintang) dan Dedeh Erawati (100 M  gawang).  Nah, raihan Rini Budiarti dan Dedeh ini lah yang disinggung Bob Hasan.

Baik Dedeh maupun Rini merupakan atlet senior dan pemegang rekor nasional (rekornas) di nomor masing-masing. Dedeh kini  telah berusia 34 tahun, sedangkan  Rini , pada Januari nanti akan genap berusia 31 tahun. Bob Hasan menyoroti para sprinter muda  seperti  Sapwaturahman, Fadlin, dan Iswandi serta atlet muda lainnya yang  gagal meraih medali emas. “Para pelatih, harus segera mengevaluasi atas hasil yang ada. Strategi latihan harus dibenahi agar tahu, kapan para atlet mencapai peaknya,” ujar Bob Hasan.  

Meski belum puas atas hasil yang dicapai para patriot atletik Indonesia, Bob Hasan tetap menghargai kerja keras para pelatih dan atlet. Ia meminta seluruh pengurus PASI termasuk para pelatih untuk bekerja lebih keras lagi, untuk membina para atlet atletik termasuk terus berusaha  mencari bibit muda atletik. “Kita harus punya stok yang banyak, kalau bisa, kita punya stok 1000 atlet muda dari seluruh Indonesia, supaya menjadi  Suryo Agung-Suryo Agung baru di masa depan,” ujar Bob Hasan.  


Pengalengan, Jawa Barat (18/11): Ketua Umum PB PASI Bob Hasan, ketua bidang organisasi PB PASI Letjen (purn) Zacky Anwar Makarim dan dan Sekjen PB PASI Tigor Tanjung meninjau Pemusatan Latihan Nasional Atletik nomor jarak jauh dan menengah di Pengalengan, Jawa Barat, senin, 18 november 2013.

Di lokasi pelatnas yang terletak di kawasan perkebunan teh, milik PTPN VIII tersebut, Ketua Umum PB PASI  Bob Hasan memberikan sejumlah wejangan kepada para atlet dan pelatih, yang akanan diterjunkan di ajang SEA Games, desember 2013 mendatang di Myanmar. Bob Hasan meminta para atlet untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin,  baik kondisi fisik, maupun mental. Mereka diminta menjaga kondisi tubuhnya, termasuk waktu tidur, dan buang air, harus teratur.

Pelatnas nomor jarak jauh diisi oleh 7 atlet nomor marathon, jalan cepat, triplechease, 5000 meter dan 10ribu meter. Diantara para atlet tersebut yaitu atlet peraih medali emas SEA Games sebelumnya, Tryaningsih dan AGus Prayogo. Mereka dipimpin ketua tim pelatih Picauli.

PB PASI menargetkan untuk mendulang medali emas sebanyak yang didapat pada SEA Games 2011 di Palembang. Selain harapan medali diraih Agus Prayogo

dan Tryaningsih, menurut Picauli, peluang medali emas juga bisa diperoleh Rini Budiarti (3000 steplachease), dan Yahuza serta Nicolaus (Marathon)

Menurut Picauli, para atlet digeber dengan pola latihan sebanyak dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore, dengan intensitas latihan, lima hari seminggu. kondisi para atlet, menurut Picauli, dipastikan sudah siap untuk melakukan yang terbaik di SEA Games mendatang. Meski para pesaing makin banyak dan makin berkualitas, yaitu dari malaysia, Thailand, Vietnam, namun, Picauli yakin, anak-anaknya bisa berbuat lebih baik.

Pelatih atletik nasional, Yohanes Paulus Lay menegaskan, walau Triyaningsih tidak bisa tampil di lari nomor maraton di SEA Games Myanmar 2013, namun PB PASI optimis tim atletik nasional masih mampu mengumpulkan enam medali emas. Semua itu sudah  diperhitungkan melalui nomor-nomor yang diperlombakan nanti.

Paulus menambahkan, jika di tiga nomor itu digelar secara berurutan dengan jeda waktu hanya sehari, maka dapat merusak kondisi fisik dan kesehatan pelari. Melalui perhitungan itulah akhirnya Triyaningsih dipastikan hanya tampil di nomor 10.000 m dan 5.000 m. Dengan harapan, fokus terhadap kedua nomor jarak menengah tersebut dalam menyuguhkan medali emas bagi kontingen Indonesia.

Dalam lomba di SEA Games XXVII nanti akan dipertandingkan 46 nomor, namun tim atletik Indonesia bisa mengikuti setengahnya. Dengan begitu, target menyumbang medali bagi kontingen Indonesia tidak boleh muluk-muluk, cukup dengan enam medali emas saja. Sementara di SEA Games XXVI Palembang tahun 2011, tim atletik mengumpulkan 13 medali emas.

Kondisi seperti itu tentunya sudah disadari KONI Pusat maupun PB PASI, dalam memberikan target pada para atletnya yang dipromosikan ke multi event dua tahunan Asia Tenggara. Dengan harapan para atlet nasional  tidak terbebani dan tampil sempurna. Meski nantinya bisa melampaui target yang diberikan.(SUmber: Bolanews.com)

Semakin dekat perhelatan SEA Games 2013, semakin siap pula atletik Indonesia untuk berlaga. Persiapan tim atletik Indonesia kini semakin mendekati puncak penampilan.

Menurut pelatih lari Indonesia, Agustinus Ngamel, hingga kini persiapan atletik Indonesia hampir mencapai seratus persen. "Sekarang persiapan kami sudah memasuki tahapan kompetisi dimana persiapan telah mencapai sekitar 95 hingga 96 persen," kata Agustinus.

Pelatih berkacamata itu yakin dengan sisa waktu sebulan menjelang SEA Games, seluruh atlet akan mencapai persiapan total sebelum berangkat ke Myanmar. "Kami terus menggenjot persiapan seupaya bisa maksimal," tambah Agus.

Persaingan pada cabang atletik nanti dipastikan bakal ketat. Indonesia akan mendapat persaingan dari Thailand, Vietnam, Malaysia hingga tuan rumah Myanmar. Tapi, Agus yakin atletik Indonesia bisa memenuhi target medali.

"Pada nomor lari 4x100 meter putra, kami ditargetkan untuk bisa dapat medali perak. Tapi saya yakin kami bisa melebihi target itu dengan meraih medali emas," tandas Agus yang merupakan pelatih lari estafet Indonesia. (sumber: Bolanews.com)

 

Artis dan model cantik Olga Lydia langsung berkicau di twitternya, seusai menginjak garis finish pada lomba Mandiri Jakarta Marathon 2013, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, ahad lalu. Olga ikut berlari di nomor Half Marathon dengan rute sepanjang 21 km. “Nyampe…yey kurang dari 3 jam.” Perempuan berwajah oriental ini masuk finish dengan catatan waktu 2 jam 58 menit 4 detik. 

Meski catatan waktunya menempatkan Olga di urutan 786 dari dari 1066 peserta Half Marathon namun artis yang kerap tampil di layar kaca sebagai host acara olahraga ini, tetap merasa senang sudah ikut memeriahkan even Marathon pertama di Indonesia ini. Ia sempat mentwiitpics foto medali yang diraihnya dan lokasi lintasan yang sempat dilaluinya.

Tak hanya Olga Lydia, antusiasme atas kehadiran Mandiri Jakarta Marathon 2013 juga menjalar di kalangan artis dan selebritas lainnya. Setidaknya, ada penyanyi Rio Febrian dan konsultan keuangan Ligwina Hananto yang ikut ambil bagian dalam lomba yang berlangsung dengan rute menyusuri sejumlah jalan protokol di Jakarta dan kawasan wisata seperti Kota Tua Jakarta, serta tempat-tempat bersejarah lainnya.

Komunitas para pecinta olahraga lari, Indorunners yang ikut meramaikan lomba Jakarta Marathon, menyebut lomba kali ini sangat mengagumkan. “This Morning, Jakarta just held its first city Marathon. It was Awesome”.  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu yang ikut melepas para pelari berharap  Mandiri Jakarta Marathon bisa mengangkat citra Jakarta sebagai kota berkelas dunia sekaligus destinasi pariwisata olahraga.

"Kami berharap Jakarta Marathon bisa seperti New York Marathon, Paris Marathon, dan Berlin Marathon yang sudah dikenal dunia," ujar Menteri Marie Elka yang hadir didampingi wakil Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif Sapta Nirwandar, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Bob Hasan, dan Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin.

Sebanyak 10 ribu peserta dari 50 negara mengikuti Jakarta Marathon kali ini. Dari seluruh peserta, 1.096 peserta memilih kategori full marathon dan 1.600 peserta masuk kategori half marathon. Sedangkan  3.396 peserta mengikuti kategori 10 kilometer dan 3.654 peserta memilih kategori 5 kilometer. Selain itu, ada kategori maratoonz atau children sprint yang diikuti lebih dari 250 peserta anak-anak.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, mengatakan ajang Jakarta Marathon akan kembali diadakan tahun 2014 mendatang dengan rute yang sama. Rute Mandiri Jakarta Marathon terdiri dari full marathon 42,195 km, half marathon 21 km, 10 km, 5km, dan Maratoonz (Marathon untuk anak-anak) 1,3 km telah mendapat sertifikasi dari International Association of Athletics Federations dengan nilai grade A.

Para pelari internasional yang ikut berkompetisi dalam Jakarta Marathon 2013 juga memuji trek lari yang mereka lalui selama lomba. Para pelari itu mengatakan jalan yang mereka lalui cukup mulus dan bebas hambatan. Menurut pelari Kenya, Muindi Onismus yang menjadi juara dua lomba half marathon 21 kilometer mengatakan trek lari di Jakarta termasuk bagus. "Tidak ada gangguan selama kami berlari, saya merasa aman," ujar Onismus.

Menurut Sapta, kegiatan Jakarta Maraton membawa dampak positif bagi pariwisata Indonesia yaitu selain mampu menyedot 10 ribu hingga 50 ribu peserta seperti di ajang maraton  di New York dan Paris. Juga, mendatangkan turis mancanegara yang ingin menyaksikan ajang marathon tersebut. Menurut data di Pemda DKI Jakarta, tingkat hunian hotel selama berlangsungnya Jakarta Marathon meningkat menjadi hampir 95 % atau lebih tinggi dari tingkat hunian di akhir pekan pada umumnya.

Pemda DKI sendiri berharap agar ajang Jakarta Marathon bisa diselenggarakan lagi tahun 2014 mendatang. Meski begitu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan  melakukan evcaluasi atas penyelenggaraan yang ada. "Kalau hasilnya (hasil evaluasi) baik, nanti kami gelar lagi tahun depan. Tentunya, penyelenggaraannya akan lebih besar dan lebih meriah lagi, sehingga peserta maupun pengunjungnya juga lebih banyak lagi," ujar Jokowi.

Dalam penilaiannya, Jokowi menganggap penyelenggaraan Jakarta Marathon 2013 sudah berjalan baik. Oleh karena itu, Jokowi mengaku optimistis kegiatan yang sama dapat digelar kembali tahun depan. "Kalau ada kekurangan, pasti kami perbaiki. Tapi saya yakin kami pasti bisa menggelar event ini lagi tahun depan dengan lebih baik," tutur Jokowi.

Pada Mandiri Jakarta Marathon 2013 kali ini, nomor Marathon pria dimenangkan atlet Kenya William Chebor dengan catatan waktu 2 jam, 14 menit, dan 30 detik. Atlet Kenya lainnya Stephen Tum dan Chelimo Kipkemoi menduduki peringkat kedua dan ketiga. Sementara di nomor Marathon putri, atlet Ethiopia Mulu Seyfu, meraih juara pertama dengan catatan waktu 2:42:57. Peringkat kedua dan ketiga diraih pelari dua Kenya; Diana Sigei dan Mercy Jelimo.

Di daftar pemenang tersebut, tidak tercantum nama-nama atlet nasional. Menurut Sekretaris jenderal PB PASI Tigor Tanjung, PB PASI terpaksa mengandangkan para atlet jarak jauh dan jarak menengahnya seperti Triyaningsih, dan Agus Prayogo di pemusatan latihan nasional (pelatnas) pengalengan, bandung, Jawa Barat. "Jarak (waktu) dengan SEA Games terlalu dekat," kata Tigor Tanjung. SEA Games ke-27 akan berlangsung di Myanmar pada pertengahan Desember 2013 mendatang. Para atlet nasional harus berkonsentrasi untuk mempertahankan gelar Juara Umum di ajang multieven antar negara ASEAN tersebut. 

Page 9 of 12
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…