Jakarta (5/9) Kejuaraan nasional atletik 2013 yang berlangsung di stadion GOR  Rawamangun, pada hari kedua kejuaraan, kamis, 5 september 2013, kembali dikuasai para atlet senior. Sejumlah atlet senior seperti Dedeh Erawati, Triyaningsih dan Edi Zakaria berhasil mengungguli atlet atlet muda.

Dedeh yang turun di nomor andalanya 100 meter gawang berhasil menjadi juara mengalahkan atlet muda Emilia Nova dan Agustin Bawele. Sementara Triyaningsih belum terkalahkan di nomor 5000 meter putri. Bersama Atlet Kalimantan Timur, Feri M Subnafeu meraih podium pertama kedua. Sedangkan atlet veteran Edi Zakaria, menang di nomor 110 meter gawang.

 

 

Bertempat di Gedung PT IKPT, jalan MT Haryono, Jakarta Selatan  Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyelenggarakan Rapat Anggota PASI 2013, selasa, 3 September 2013 lalu. Rapat yang dihadiri seluruh pengurus PASI Pusat dan Pengurus daerah PASI se-Indonesia itu, membahas laporan kerja PB PASI 2012-2013 dan rencana kerja 2014-2015.

Ketua Umum PB PASI Bob Hasan, meminta para pengurus PASI di daerah, untuk meningkatkan kinerja dalam membina para atlet daerah, termasuk dengan menggelar kejuaraan atletik secara rutin di daerah masing-masing. “Jamaika, itu negara kecil, tapi para atletnya seperti usain Bolt, menjadi juara dunia, hanya dengan menggelar kejuaraan sprint 60 meter setiap minggu,” ujar Bob Hasan, membandingkan pembinaan atlet di Jamaika.

Dalam rapat yang bertepatan dengan hari ulang tahun PB PASI ke -63 tersebut, dikukuhkan pula bergabungnya Pengda PASI Kalimantan Utara, yang merupakan provinsi baru pecahan Kalimantan Timur.Bob Hasan mengatakan, prestasi dan kegiatan pembinaan atletik menjadi perhatian dunia internasional. Bukan tak mungkin, jika Indonesia dinilai kurang bagus dalam pengelollan atletik, maka organisasi atletik dunia tak lagi mengundnag pengurus PASI.

 


Jakarta, 22 Agustus 2013: Kabar menggembirakan datang dari Nanjing, China, Selasa  (20/8). Dua atlet Atletik Indonesia yang sedang berlaga di Kejuaraan Remaja Asia 2013 (Asian Youth Championship 2013), berhasil menyumbangkan dua medali pertama bagi kontingen Indonesia. Atlet lari jarak menengah Aprilia Kartina menyumbang medali pertama. Aprilia yang turun di nomor 1500 meter berhasil meraih medali perak.  

Dalam partai final yang digelar di Nanjing Olympic Sports Centre Stadium tersebut, posisi pertama diraih atlet China, Guoyu Zhao. Sementara medali perunggu diraih atlet Korea Selatan Youngsun Park.  Keberhasilan ‘Kartini muda’ asal Sumatera Barat kelahiran 21 April 1997 ini cukup membanggakan, mengingat hingga jelang berakhirnya kejuaraan yang diikuti lebih dari 40 negara Asia tersebut pada 24 Agustus 2013 nanti, kontingen Indonesia yang  berjumlah 104 atlet dari 14 cabang olahraga masih terus berusaha untuk mengumpulkan medali kemenangan. Aprilia sendiri adalah peraih medali emas kejuaraan atletik remaja se-Asia tenggara (SEA Youth Athletics Championships) yang berlangsung di Vietnam, Juni lalu.

Medali kedua yang disumbangkan Atletik berasal dari Sprinter muda Ken Ayuthaya Purnama. Atlet asal DKI Jakarta kelahiran  27 Januari 1997 ini berhasil meraih medali perunggu di nomor 100 meter lari gawang. “Saya sangat gembira. Saya berhasil membuat catatan waktu terbaik (14,45 detik). Saya akan berusaha melakukan lebih baik lagi, tahun depan di Olimpiade remaja,” ujar Ken Ayu.

Catatan waktu Ken Ayu kali ini, berhasil memperbaiki rekor nasional yang selama ini dipegangnya yaitu 14,67 detik. Medali emas dan perak nomor 100 M gawang diraih masing-masing oleh atlet asal Jepang  Nana Fujimori dan atlet Vietnam Thi Lan Nguyen.   “Ini menjadi medali pertama yang saya sumbangkan untuk Indonesia, dan saya bangga sekali,” tambah Ken Ayu.

Dalam kapasitasnya sebagai Honorary Life Member badan atletik dunia IAAF, Ketua Umum PB. PASI Bob Hasan berangkat ke Moskow, Russia dalam rangka menghadiri Kongres IAAF tanggal 7 dan 8 Agustus 2013 serta Kejuaraan Dunia Atletik tanggal 10-18 Agustus 2013. Setelah menjadi anggota pengurus IAAF selama dua periode yaitu tahun 1991-1999, Bob Hasan selalu diundang sebagai tamu kehormatan di dalam Kongres IAAF yang dilaksanakan setiap dua tahun.

Di samping hadir dan memberikan masukan kepada IAAF secara global, kali ini Bob Hasan juga membawa misi lain yaitu meminta dukungan yang lebih besar dari IAAF untuk pengembangan atletik di Asia dan Indonesia. Bersama-sama dengan Presiden Asosiasi Atletik Asia yang baru terpilih Mayjen Dahlan Al-Hamad dari Qatar dan Wakil Presiden Senior Du Zaocai serta Wakil Presiden Tigor Tanjung, Bob Hasan akan mengadakan pertemuan dengan Lamine Diack, Presiden IAAF membicarakan masa depan RDC (Regional Development Centre) yang ada di Jakarta dan Beijing. Hal ini berhubungan dengan dikuranginya bantuan keuangan dari IAAF kepada RDC sehingga berakibat berkurangnya kegiatan-kegiatan penataran pelatih di Asia. “Mengingat bahwa hampir seluruh perusahaan yang mensponsori IAAF berasal dari negara-negara Asia seperti Jepang, Cina dan Korea, sudah sepantasnya pembinaan atletik di Asia mendapat atah terbesar termasuk penyelenggaraan kompetisi-kompetisi internasional”, ujar Bob Hasan sebelum meninggalkan Jakarta menuju Moskow (5/8)

Di Moskow Bob Hasan dan Tigor Tanjung juga akan menemui petinggi Asosiasi Atletik Jerman (DLV). Dua orang pelatih nasional dari Jerman yaitu Boris Henry dan Michael Deyhle masing-masing untuk nomor lempar lembing dan lontar martil dalam waktu dekat akan didatangkan ke Indonesia memberikan penyuluhan bagi atlet dan pelatih Indonesia. Ini adalah upaya untuk memperbaiki prestasi atlet-atlet dari nomor-nomor lapangan ini yang sudah lama tidak unjuk gigi di persaingan internasional.

Berita menggembirakan datang dari Kejuaraan dunia Atletik remaja IAAF 2013 di Donetsk, Ukraina. Atlet nasional putri Indonesia Ulfi Silpiana berhasil memecahkan rekor nasional nomor 200 meter putri. Atlet asal Jawa Barat ini memperbaiki catatan rekornas sebelumnya dari 25,29 detik menjadi 25,09 detik. Ulfi merupakan satu diantara tiga atlet Indonesia lainnya yang lolos ke kejuaraan dunia remaja yang ke-8 kali diselenggarakan IAAF ini. Dua atlet nasional lainnya yaitu pelempar cakram putri Tresna Puspita Ayu dan sprinter muda Sudirman hadi. Ketiganya bergabung bersama lebih dari 1700 atlet muda lainnya dari 165 negara untuk mengikuti kompetisi yang berlangsung di Stadion Olimpic, Donetsk, Ukraina. Kejuaraan yang berlangsung sejak rabu (10/7) ini akan berakhir pada Minggu (14/7).          


Sabtu siang lalu (29/6), jadi hari  yang menyenangkan bagi sejumlah atlet dan pelatih PB PASI. Hari itu, pengurus PB PASI menyerahkan bonus kepada 14 atlet dan 11 orang pelatih berprestasi dengan total bonus uang Rp 2
milyar. Rentang prestasi yang dihitung sejak 2012 hingga Juni 2013. Diantara 11 pelatih yang sukses mengantarkan anak asuhnya memperoleh juara adalah Agustinus Ngamel dan Fifit Yeti Wulandari yang memperoleh bonus paling banyak. Masing-masing memperoleh Rp 100 juta. Sementara untuk atlet junior dan remaja yang paling banyak mendapatkan bonus yaitu Sudirman Hadi dan Tresna Puspita Gusti Ayu dengan total bonus Rp 200 juta
masing-masing.

Sudirman Hadi berhasil lolos limit kejuaraan untuk dua nomor yaitu nomor 100m dan 200m. Sementara Tresna Puspita Gusti Ayu selain lolos limit kejuaraan lempar cakram juga pecah rekor
nasional untuk lontar martil. Rekor terbaru Tresna untuk lempar cakram diperolehnya dengan rekor 44,20m. Sementara untuk lontar martil tembus rekor  pada 51,20 m.
"Bonus diberikan secara cash kepada para atlet dan pelatih melalui rekening masing-masing," Bob Hasan, Ketua Umum PB PASI menjelaskan. Pemberian bonus tersebut dilakukan tiap tahun oleh
PB PASI bagi pelatih dan atlet yang berhasil menorehkan prestasi di ajang nasional hingga dunia.

Pemberian bonus juga diharapkan semakin memacu prestasi para atlet dan pelatih."Agar pelatih yang belum dapat bonus dapat terpacu melatih anak asuhnya," imbuh Bob Hasan.
Tresna pun saat ditanya mengenai bonus yang didapatnya mengaku senang. Sambil tersipu, gadis kelahiran Kuningan, 1 Agustus 1996 ini mengatakan,"Uangnya buat asuransi pendidikan."
Fifit sebagai pelatih Tresna sejak 2010 berharap anak asuhnya dapat terus mengukir prestasi dan mempertahankan disiplin. "Ya semoga nanti sampai senior masih terus disiplin," pungkasnya.

FW

Nama Pelatih :
1. Kikin Ruhudin
2. Agustinus Ngamel
3. Fifit Yeti Wulandari
4. Sri Koestini
5. Syarif Kusna Wiria
6. Ibrahim Fabanyo
7. Sujito
8. Mukono
9. Agus Supriyo
10. Yurita Aryani Arsyad & Rose Herlinda Inggriana
11. Siga Wino Wole

Nama Atlet Pecah Rekornas Remaja & Yunior serta Lolos Limit Kejuaraan Dunia Remaja 2013:
1. Ken Ayuthaya Purnama    : Rekornas Remaja nomor 100m hurdle
2. Sudirman Hadi                  : Lolos Limit Kejuaraan Dunia 100m dan 200m
3. Ulfa Silpiana                      : Rekornas Remaja 200m dan Lolos Limit Kejuaraan Dunia
4. Alvin Tehupeiory               : Rekornas Yunior 400m hurdle
5. Tresna Puspita Gusti Ayu : Rekornas Remaja dan Lolos Limit Kejuaraan Dunia Lempar Cakram
6. Regu Estafet Jatim           : Rekornas Remaja 4x200m
7. Ragil Wahyu                     : Rekornas Remaja Jalan Cepat
8. Fitria Abjan                       : Rekornas Remaja Lempar Lembing
9. Eka Cahaya                      : Rekornas Remaja 200m
10. Roni Sisko                       : Rekornas Remaja Tolak Peluru
11. Beni Santoso                   : Rekornas Remaja 1500m & 3000m
12. Frans de Boer                 : Rekornas Remaja Lontar Martil
13. Nadia Anggraini              : Rekornas Remaja Lompat Tinggi
14. Noval                              : Rekornas Yunior Lompat Jauh

Kota Pune di India bagian Selatan, tampaknya akan menjadi kota bersejarah bagi komunitas atletik Asia. Betapa tidak, dari kota yang berjarak ribuan kilometer dari Jakarta itu, reformasi di tubuh Asosiasi Atletik Asia (AAA) mulai digulirkan. Pune yang menjadi tuan rumah Kongres ke-20 AAA, menjadi saksi terpilihnya Jendral Dahlan Al-Hamad dari Qatar menjadi Presiden AAA, menggantikan jagoan tuan rumah Suresh Kalmadi, yang sudah memimpin sejak tahun 2000. “Saya optimis, dengan kepemimpinan Jenderal Dahlan sebagai Presiden AAA, Atletik Asia akan mengalami perubahan signifikan,” kata ketua Umum PB PASI Bob Hasan, yang juga presiden kehormatan AAA.

Apalagi, lanjut Bob Hasan, Dahlan bakal didampingi oleh Tigor M. Tanjung, yang terpilih kembali untuk masa jabatan kedua kalinya sebagai wakil Presiden AAA hingga tahun 2015. Tigor menyisihkan 10 kandidat lainnya yang mencalonkan diri dalam kongres yang diikuti 45 negara anggota AAA tersebut.  Tigor Tanjung, yang kini menjabat sebagai sekretaris umum PB PASI, menurut Bob Hasan, akan membawa ide-ide segar dalam pembinaan atletik di Asia sehingga bisa menyaingi kekuatan atletik benua-benua lain. "Sebagai benua yang memiliki penduduk terbanyak dan ekonomi yang lebih baik, seharusnya Asia tidak kalah dari Afrika," tambah Bob Hasan.

Suasana di Hotel Holiday Inn, Pune, tempat pemilihan berlangsung, memang cukup panas dan menegangkan. Suresh Kalmadi yang sudah menjabat sebagai presiden AAA sejak tahun 2000 dan menjadi anggota parlemen India dari Pune, ternyata mencalonkan diri kembali, dan  masih mendapat dukungan cukup besar dari sejumlah negara peserta kongres.  Padahal, Suresh saat ini sedang dibelit kasus hukum di India. Pria berusia 69 tahun ini sempat dipenjara karena keterlibatannya dalam dugaan korupsi pada penyelenggaraan Commonwealth Games tahun 2010 di India, yang proses pengadilannya masih berjalan. Suresh kalah dua suara, 18-20, dari Jenderal Dahlan. Dari 45 negara peserta konggres, 7 suara dianggap rusak.    


Delegasi Indonesia sendiri terang-terangan mendukung terjadinya reformasi di tubuh AAA dengan mengusung Dahlan Al-Hamad, untuk menggantikan Suresh. Suresh dianggap sudah tidak efektif menjalankan roda organisasi karena sibuk dengan kasus hukum yang membelitnya. Namun, dukungan secara terbuka ini ternyata berdampak kepada pencalonan kembali Tigor Tanjung sebagai wakil presiden AAA untuk kedua kalinya. Negara-negara pendukung Suresh sempat menarik dukungan mereka terhadap Tigor Tanjung.

Beruntung, berkat strategi dan taktik yang matang, Tigor akhirnya berhasil terpilih kembali. "Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Bob Hasan karena dialah yang terus mendukung saya dan mengajarkan strategi serta taktik yang jitu untuk menang dalam pemilihan yang penuh intrik dan intimidasi ini," kata Tigor Tanjung melalui sambungan telepon internasional dari Pune, India.
HF

Peluh nyaris membasahi seluruh tubuhnya sesaat setelah ia menghentikan larinya. Napasnya masih terengah-engah. Sambil mengelap keringatnya, ia menepi ke pinggir lintasan, dan berjalan menuju ke garis finish. Di sana, Nurul Imaniar, disambut rekan-rekannya sesama pelari estafet- Irene Alisjahbana, Niafatul Aini dan Emilia Nova.  

Hari itu, sabtu pekan lalu, dewi fortuna rupanya belum berpihak pada Nurul. Peraih medali emas  estafet 4 x 100 m putri SEA Games ini gagal mengulang hasil terbaik yang pernah diraihnya di Palembang.  Dalam kejuaraan atletik remaja se Asia tenggara (SEA Youth Athletics Championships) di Vietnam, jumat hingga sabtu pekan lalu,  Nurul dan teman-temannya  yang turun di nomor estafet 4 x 100 m putri U-21, hanya menduduki posisi kedua di bawah tim putri tuan rumah Vietnam yang menjadi juara. “Secara pribadi, tentu saya sangat kecewa,” ujar Nurul.


Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kembali mengirim atlet-atletnya untuk berlaga di kejuaraan Internasional. Setelah mengirim 16 orang atlet ke kejuaraan Taiwan open, akhir Mei lalu dan Seri kejuaraan Asian Grandprix 2013 yang berlangsung di tiga kota, Bangkok (Thailand), Chonburi (Thailand) dan Colombo (Srilanka), awal Mei lalu. Kali ini, PB PASI  mengirim 30 orang atlet mudanya untuk berlaga di kejuaraan Atletik Remaja Se-Asia Tenggara di Ho Chi Minh City, Vietnam, tanggal 6 - 8 Juni 2013 besok.  

 

Lomba lari 5 K dan 10 K kembali digelar Bank Mandiri di Jakarta, 26 Mei 2013 lalu. Mengambil Start dan finish di mall Senayan city, lomba lari yang menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender PB PASI ini diikuti lebih dari 2000 peserta.

Page 10 of 12
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…