Maria Londa (Gatra/Adi Wijaya)

Jakarta, PB PASI - Tim atletik Indonesia harus puas bertengger di peringkat kelima klasemen sementara pada hari pertama test event Asian Games 2018 di stadion utama Gelora Bung Karno, Minggu (11/2). Tim merah putih memperoleh 1 medali emas, 2 medali perak dan 2 perunggu.

 Eki Febri Menjadi Salah satu andalan Indonesia di Asian Games (Dok PB PASI)Eki Febri Menjadi Salah satu andalan Indonesia di Asian Games (Dok PB PASI)

 

Jakarta, 19 Januari 2018 - Di tengah-tengah suara ketidakpuasan induk-induk cabang olahraga (cabor)  akibat pemangkasan biaya persiapan Asian Games 2018 yang disediakan pemerintah, PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI)  harus memutar otak agar atletik Indonesia dapat berbicara banyak dalam perhelatan olahraga terbesar Asia tersebut.

Rilis Hari Pertama Kejurnas 2017

Kejutan terjadi di hari pertama Kejuaraan Nasional Atletik 2017 di stadion atletik rawamangun, Jakarta Timur. Tim Atletik Propinsi Bali, secara mengejutkan memimpin perolehan medali emas. Tim atletik Bali yang diisi materi atlet gabungan senior dan yunior ini berhasil mendulang tiga medali emas di hari pertama kejurnas yang diikuti 566 atlet dari 29 propinsi tersebut.

Tigor Tanjung, Bob Hasan, dan Harry Marra
Tigor Tanjung, Bob Hasan, dan Harry Marra

Jakarta, PB PASI - Pagi yang dingin, 2 Desember 2016 di sebuah hotel di Monte Carlo, tempat markas besar Federasi Atletik Dunia (IAAF). Satu persatu peserta Kongres Luar Biasa IAAF telah meninggalkan ruang makan usai sarapan. Di ujung ruangan, Bob Hasan, ketua umum PB PASI yang juga Anggota Kehormatan IAAF didampingi Tigor Tanjung, Sekretaris Umum PB PASI secara tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang memperkenalkan dirinya sebagai Harry Marra, pelatih dasa lomba dari Amerika Serikat.

Harry Marra memberikan pelatihan di kolam ranang (Dok PB PASI)

Jakarta, PB PASI - Gonjang ganjing pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia emas (Satlak Prima) tampaknya tak begitu berpengaruh terhadap PB PASI. Kegiatan pelatihan nasional (pelatnas) jangka panjang terus berjalan seperti biasa. Bahkan, PB PASI kembali mendatangkan pelatih Amerika Serikat Harry Marra untuk memberikan pelatihan dari tanggal 11 hingga 17 Oktober lalu. “Ada atau tidak ada Satlak Prima, pembinaan Atletik terus berjalan,” ujar Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.

Atjong Tio seusai masuk finish nomor 3000M Steeplechase di Ajang SEA GAMES 2017

 

Pelari halang rintang Atjong Tio Purwanto berhasil menuntaskan hasratnya untuk meraih medali emas SEA Games 2017. Berlaga di hari terakhir lomba atletik, di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Atjong berhasil masuk finish pertama dengan catatan waktu 9:03.94.

Atjong meninggalkan dua pelari Vietnam Pham Tien San dan Do Quac Luat yang berada di posisi kedua dan ketiga, lebih 3 detik di belakang. “Saya senang bisa berhasil meraih emas, sekaligus memperbaiki waktu terbaik saya,” ujar Atjong Tio. 

Catatan waktu terbaik Atjong sebelumnya, 9:9.06  yang dibuat  saat berlatih di  Jakarta. Namun, di ajang Thailand Open, Juni 2017 lalu, Atjong mencatat waktu 9: 18.00 . Perolehan medali emas Atjong sekaligus penutup tambahan medali dari cabang atletik bagi kontingen Indonesia. Secara total, Atletik menyumbang 5 medali emas, 7 perak dan 3 perunggu atau total 15 medali. Jumlah ini sama dengan perolehan Atletik pada SEA Games sebelumnya di Singapura. Yaitu 7 medlai emas, 4 perak dan 4 perunggu. 

Medali emas lainnya diraih pelari Agus Prayogo, Triyaningsih, Eki Febri Ekawati dan Hendro.  Agus yang turun di tiga nomor sekaligus menggasak emas dari nomor 10.000M dengan waktu 30 menit, 22,26 detik.  Sementara dua nomor lainnya yaitu nomor Marathon dan 5000 M, Agus hanya berhasil meraih perak dan perunggu.    

Dengan raihan ini, Agus telah meraih 5 medali emas sepanjang keikutsertaanya di SEA Games yaitu Sea Games 2009 (medali emas 10000M), Sea Games 2011 (5000M, 10000M), Sea Games 2015 (10.000M) dan Sea Games 2017 (10000M).  Indonesia juga meraih emas dari cabang tolak peluru melalui Eki Febri Ekawati dengan lemparan terbaik, 15,39 meter. (HF)

 

 

Daftar Raihan Medali  Atletik Indonesia di SEA Games Kuala Lumpur 2017

 

           

No

Nama Atlet

Nomor Lomba

Raihan

 

Emas

Perak

Perunggu

 

1

Agus Prayogo

10.000m dan 5000m dan Marathon

1

1

1

 

2

Atjong Tio Purwanto

3000m Steplechase

1

 

 

 

3

Eki Febri Ekawati

Tolak Peluru

1

 

 

 

4

Tim Estafet Putra

Estafet 4x100

 

1

 

 

5

Emilia Nova

Saptalomba / 100m gawang

 

1

 

 

6

Hendro

Jalan cepat

1

 

 

 

7

Maria Natalia Londa

Lompat jauh/lompat jangkit

 

2

 

 

8

Suwandi Wijaya

Lompat jauh

 

1

 

 

9

Triyaningsih

10000m dan 5000m

1

 

1

 

10

Abdul hafiz

Lempar lembing

 

1

 

 

11

Andrian

400 m Gawang

 

 

1

 

 

TOTAL

 

5

7

3

 

               

 

 

Maria Londa mampu menyumbang medali perak nomor lompat jangkit putri SEA Games 2017 (Dok PB PASI/Jongki) 

 

Atlet asal Bali, Maria Natalia Londa berhasil menyumbang medali perak bagi kontingen Indonesia. Atlet peraih medali emas lompat jauh Asian Games ini, mencatat  lompatan terjauh Maria Londa adalah 13,52 meter. Jarak itu dia catatkan pada kesempatan ketiga dari lima kesempatan yang diberikan. Maria kalah dari saingan abadinya asal Vietnam Vu Thi Men yang berhasil melompat sejauh 14,15 meter. Medali perunggu nomor triple jump putri diraih atlet Thailand, Parinya Chuaimaroeng, dengan lompatan sejauh 13,32. Dengan perolehan medali Maria LOnda, maka Atletik Indonesia telah mengumpulkan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. 

Medali emas didapat dari nomor jalan cepat putra yang diraih Hendro dan  1 perak serta 1 perunggu masing -masing dari Agus Prayogo di nomor Marathon, dan Andrian di nomor 400 M gawang. Andrian mencatat waktu 51,52 detik.

Dia kalah cepat dari pelari Filipina, Eric Shauwn Cray, dan wakil Vietnam, Quach Cong Lich, yang beradu sengit hingga garis finis. Berdasarkan catatan waktu, Cray menang tipis atas Lich dengan selisih 0,02 detik. Cray meraih medali emas dengan catatan waktu 50,03 detik, sedangkan Lich terpaksa harus puas dengan medali perak.(HF)

Hendro saat memasuki garis finish di ajang SEA Games 2017 (Dok PB PASI/Jongki)

 

Atlet jalan cepat kebanggan Indonesia, Hendro, mempersembahkan medali emas pertama dari cabang atletik pada SEA Games  2017. Turun di nomor 20000M putra, Hendro berhasil finis dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 11 detik. Dia memecahkan rekor SEA Games 1;33,47.87, yang bertahan selama 18 tahun milik atlet Malaysia Harbans Singh Narinde yang dibuat pada SEA Games 1997 di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam.

Juara kedua dan ketiga diraih atlet Malaysia Lo Choon Sieng dan M Khairil Harith dengan waktu masing-masing 1;32.28 dan 1;34.04.

Emas ini menjadi torehan ketiga yang diraih Hendro selama mengikuti SEA Games. Sebelumnya, Hendro berhasil meraih pencapaian yang sama pada edisi 2013 dan 2015. Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menyambut gembira kemenangan Hendro tersebut. “Puji Tuhan, Hendro berhasil menjaga tradisi emasnya di SEA Games, sesuai kalkulasi kami,” ujar Tigor Tanjung.

Namun, menurut Tigor, capaian Hendro belum bisa dijadikan acuan untuk keikutsertaaanya di Asian Games. “Persaingan di Asian Games jauh lebih berat dari SEAGames. Hendro hrs dipersiapkan lebih baik bila ingin diturunkan dlm AG,” tegas Tigor.

 

Agus Prayogo sesaat memasuki garis finish di kawasan Putra Jaya, Malaysia (PBPASI/Jongki H)

 

Atlet marathon Indonesia Agus Prayogo berhasil mempersembahkan medali perak pertama SEA Games XIX bagi tim Indonesia dari cabang Atletik. Berlaga di kawasan Putra Jaya, Malaysia,  Agus masuk garis finish kedua dengan catatan waktu 2:31.20.Medali emas diraih atlet asal Singapura Soh Rui Yong yang merupakan juara bertahan SEA Games Singapura 2015 dengan waktu 2:29.15 detik. Catatan waktu yang diraih Agus ini masih di bawah catatan terbaiknya yaitu 2:21.40

Sejak awal start, Agus sebenarnya terus memimpin lomba. Ia dikawal ketat Soh Rui Yong dan pelari Timor Leste Augusto Ramos Soares. Namun, di kilometer 25, Augusto mengalami cedera yang membuatnya tak mampu melanjutkan lomba. Agus dan Soh kemudian berlari meninggalkan atlet negara lain jauh di belakang. Termasuk Asma Bara, kompatriot Agus di pelatnas Pangalengan Bandung. Asma akhirnya harus puas di posisi 5 dengan catatan waktu 02:40.25. Sementara medali perak diraih atlet tuan rumah Malaysia Muhaizar bin Mohamad dengan waktu 2:32.11. (HF)

Para Atlet estafet andalan Indonesia

 

Di sisa waktu menjelang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, 19 – 26 Agustus 2017 mendatang, atlet-atlet Atletik terus mengasah kemampuannya di bawah bimbingan para pelatihnya.  Pelatih lari jarak pendek pelatnas Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Eni Nuraini mengungkapkan, persiapan saat ini sudah sampai ke tahap prakompetisi. “Ini sudah menjelang lomba. Untuk estafet persiapan lebih kepada kekompakan atlet,” kata Eni.


Hingga saat ini, Eni memperkirakan kesiapan atlet sudah sampai 97 persen menjelang SEA Games 2017. Meski begitu, Eni masih terus memfokuskan para atletnya untuk terus memelihara kemampuan teknik yang dibarengi juga dengan kekompakan. Seperti terlihat pada latihan di stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, para atlet estafet putra yang diharapkan dapat menyumbangkan medali emas di Sea Games mendatang tampak sangat siap. Salah satu kunci keberhasilan dalam estafet yaitu penyerahan tongkat, terus dilatih berulang-ulang agar sesuai.

Meski begitu menurut Eni, masih ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar proses latihan yang selama ini sudah dijalankan memberikan hasil yang terbaik. “Startnya masih terus dilatih lagi, ibaratnya kalau sekarang lebih dimantapkan lagi sudah dekat waktunya,” jelas Eni.

Tim pelari estafet 4 x 100 meter untuk SEA Games 2017 akan diisi oleh Fadlin, Iswandi, Eko Rimbawan, Yaspi Boby, I Dewa Made Mudiasa, dan Bayu Kartanegara. Sebagian, juga akan turun di nomor individu 100 dan 200 m.

PB PASI sendiri meenargetkan untuk meraih hasil yang lebih baik daripada gelaran SEA Games sebelumnya di Singapura. Atletik saat itu menyumbang 7 medali emas, 4 perak dan 4 perunggu. (hF)

 

Page 2 of 13
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…