Tim Estafet Indonesia Berlatih di Stadion Yanmar, Osaka (Dok PB PASI/humble.farmer)

Jelang Seiko Golden Grand Prix 2019 di Osaka, Jepang sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri terus mempersiapkan diri. Zohri dan kawan kawan akan berlomba pada sore ini (19/5).  

Menurut Manager Tim Indonesia Ikki Hasan, latihan Zohri lebih banyak fokus pada perfection atau penyempurnaan dan perbaikan teknik. "Latihan starting block, yaitu posisi badan pada saat start, dan juga berlatih penyempurnaan perpindahan baton (tongkat estafet)," ujar Ikki Hasan.

Zohri yang akan turun di nomor sprint 100 M dan Estafet 4 x 100m bakal menghadapi lawan lawan tangguh. Di perlombaan yang akan berlangsung di Yanmar Stadium Nagai Osaka ini, Zohri akan berhadapan langsung dengan Juara Dunia asal AS Justin Gaitlin, yang pernah mengalahkan Usain Bolt dengan waktu 9.74 detik.

Selain Justin, ada juga Kendal Williams USA, dengan waktu terbaik, 9.99 detik. Sprinter terbaik Jepang Kiryu Yoshihide, ( 9.98 detik) dan Ryota Yamagata (10.00). Waktu terbaik Zohri 10,13 detik yang dibuat di kejuaraan Asia di Doha, Qatar, beberapa waktu lalu. Di Kejuaraan ini Zohri menjadi sprinter termuda.

Kompetisi yang diadakan oleh Japan association of athletic federation bekerja sama dengan Osaka city ini juga akan memperlombakan nomor estafet 4x 100 M. Tim Indonesia yang terdiri dari Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, Bayu Kertanegara, Adi Ramli, Joko, dan Bisma juga bakal menghadapi lawan lawan tangguh. Salah satunya tim terbaik tuan rumah yang juga peraih Medali perak Olimpiade.

Tim estafet Indonesia sebelumnya turun di kejuaraan dunia estafet di Yokohama, Jepang dua pekan lalu. Hasilnya tim Indonesi amampu mencetak waktu 39,39 detik dan menempati rangking 19 dunia.

Tim Estafet Indonesia Saat Tiba di Yokohama (Dok PB PASI)

 


Tim Estafet putra Indonesia belum berhasil masuk putaran final kejuaraan dunia IAAF WORLD RELAYS 2019 yang berlangsung di Yokohama, Jepang Sabtu, (11/5).

Lalu Muhammad Zohri dan teman-teman masuk finish di urutan ketujuh dari sembilan tim yang berlaga di kualifikasi pertama. Tim Estafet yang disiapkan untuk ke Olimpiade 2020 ini mencatat waktu terbaik 39.39 detik.

Tim Estafet Inggris yang mencatat waktu 38,11 detik menjadi tim yang lolos ke final bersama tim Brasil (38,22 detik) dan Jamaika (38,51 detik).

Catatan waktu yang ditorehkan tim estafet Indonesia yang terdiri dari Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, Bayu Kertanegara, dan Mochamad Bisma Diwa Abina sebenarnya jauh lebih baik ketimbang hasil yang dicapai pada kejuaraan atletik Asia di Doha, Qatar, April 2019 lalu.

Namun, pelatih kepala PB PASi Eni Sumartoyo masih belum puas atas hasil yg diraih anak didiknya. "Meski waktunya lebih baik, tapo mereka belum bisa menembus waktu di bawah 39.00 detik," ujar Eni.

Pada Asian Games 2018, tim estafet Indonesia mampu mencatat waktu 38,77 detik. Saat itu, formasi tim estafet masih diisi dengan Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, Bayu kertanegara dan Fadlin. Menurut Eni, Zohri masih berpeluang ke kejuaraan dunia di Doha, September 2019 yang menjadi salah satu peluang untuk menembus Olimpiade 2020.

Tim Estafet akan kembali berlaga di ajang China GP, Juli mendatang di Beijing. "Asal hasilnya bisa lebih baik,' ujar Eni penuh harap.

Diva meraih emas kualifikasi Olimpiade Reamaja Di Bangkok

Bangkok, PB PASI - Atlet pelatnas remaja PB PASI Diva Renatta Jayadi berhasil meraih medali emas nomor lompat galah putri pada ajang Kualifikasi Olimpiade Remaja 2018 zona Asia yang berlangsung, di Bangkok, Thailand, kamis (5/7) .

Agus Prayogo Saat Sea Games Kuala Lumpur 2017

Goldcoast, PB PASI - Pelari jarak jauh Indonesia Agus Prayogo mencatat waktu terbaik musim ini di ajang Gold Coast Marathon, Australia, minggu pagi waktu setempat (1/7). Meski belum bisa memecahkan rekor nasional, Atlet yang dipersiapkan PB PASI untuk turun di Asian Games 2018 ini mampu mencatat waktu 1 jam 07 menit 40 detik di nomor half marathon.

Andrian Meraih Emas Singapore Open (dok PB PASI)

Singapura, PB PASI - Tim atletik Indonesia kembali meraih sukses di ajang kejuaraan atletik Singapore Open 2018. Turun dengan kekuatan hanya 8 atlet tim atletik Indonesia berhasil meraih 2 medali emas, 2 pérak dan 2 perunggu. Rekor ini memang jauh dari hasil keikutsertaan Indonesia di ajang Singapore open beberapa tahun sebelumnya. Pada 2016, Indonesia mampu menjadi juara umum dengan perolehan 9 medali emas. 4 perak dan 2 perunggu.

Idzrak Udjulu Dan Adi Ramli

Bangkok -  Atlet-atlet atletik  remaja Indonesia berhasil membuktikan kesiapannya untuk menjadi pelapis atlet-atlet nasional senior di masa depan. Di hari pertama kejuaraan atletik “The 13th SEA YOUTH Athletics Championships” di Thammassat University Sports Complex, Thailand, atlet-atlet pelatnas PB PASI ini berhasil mengoleksi 1 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu. 

Ketua Umum PB PASI Bob Hasan Memberikan Penjelasan di depan wartawan(PBPASI/HF)

Jakarta, PB PASI – Tim atletik Indonesia berhasil menutup hari terakhir ajang Invitation Tournament 2018 yang berlangsungselama empat hari dari tanggal 11 februari sampai 14 Februari 2018 di stadion utama Gelora Bung Karno (GBK) dengan tambahan 2 medali emas, 1 medali perak dan 2 perunggu.


Perbendaharaan medali emas Indonesia didapat  dari nomor estafet 4 x 100 m putra dan putri. Sementara perak diraih Atjong Tio Purwanto di nomor 3000m steeplechase. Sedangkan 2 perunggu diraih Elizar Gamashi (3000m Steeplechase) dan Nadia Anggraini (lompat tinggi).


Dengan hasil ini, tim atletik Indonesia meraih 4 medali emas, 7 perak dan 5 perunggu. Dua medali emas sebelumnya disumbangkan Maria Londa di nomor lompat jauh dan Idan Fauzan lewat nomor Lompat galah putra.  
Ketua umum PB PASI Bob Hasan mengatakan hasil yang diraih para atlet bukan menjadi acuan prestasi mereka.

 

Para atlet pelatnas saat ini, dalam periodesisasi latihan yang dalam tahap persiapan umum. Sehingga, belum menemukan performance terbaiknya. PB PASI berharap periodesisasi puncak bisa terjadi pada Asian Games 2018, Agustus  mendatang.


HF

Sekum PB PASI Tigor Tanjung Saat Menemani TD dari AAA CK Valson dan Kuan Kee Meninjau Fasilitas bak Lompat Jauh (PBPASI/Nuy)

 

 

Jakarta, PB PASI -  Persoalan tiga bak lompat jauh yang tidak dapat digunakan dan mengundang ultimatum dari technical delegate AAA, langsung direspon Kementerian PUPR. Sekretaris Umum PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), Tigor M. Tanjung mengatakan dirinya telah mengadakan rapat dengan Kemen PUPR yang menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait persoalan tersebut.

 

“Jadi kita sudah ada rapat dengan GBK dan kementerian PUPR selaku kontraktornya dan sudah ada kesepakatan bagaimana mengatasi bak lompatan yang mepet dengan pagar,” kata Tigor di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Menurut Tigor Tanjung, pihak kemen PUPR dan GBK telah setuju untuk membongkar pagar di dekat bak lompat, dan akan dibuat platform lanjutan dengan tumpuan di bawah kolong dengan Steel Scrap Holding. Kemudian mereka akan tutup lagi dengan lapisan sintetis yang lainnya jadi sama. "Jadi kalau itu sudah kerjakan baik itu dari sisi utara maupun sisi selatan maka kita akan menggunakan keempat bak lompatan,” ujar Tigor.

“Menurut kami ini merupakan solusi terbaik dan sudah (PB PASI) usulkan sejak awal-awal. Tapi, saat itu mereka keberatan melakukan karena terganjal dengan undang-undang cagar budaya,” tuturnya. Namun sekarang, lanjut Tigor,  mereka berani membongkar secara temporer dulu.

Sembari berjalan mereka akan ajukan desainnya tersebut secara permanen.  “Kalau alternatif kedua membuat lobang baru digeser  lebih berat pengerjaannya. Kami akan mengirimkan usulan desain ke IAAF (International Association of Athletics Federations) terkait solusi dengan pagar yang dimundurkan,” pungkasnya.


HF

Maria Londa (Gatra/Adi Wijaya)

Jakarta, PB PASI - Tim atletik Indonesia harus puas bertengger di peringkat kelima klasemen sementara pada hari pertama test event Asian Games 2018 di stadion utama Gelora Bung Karno, Minggu (11/2). Tim merah putih memperoleh 1 medali emas, 2 medali perak dan 2 perunggu.

 Eki Febri Menjadi Salah satu andalan Indonesia di Asian Games (Dok PB PASI)Eki Febri Menjadi Salah satu andalan Indonesia di Asian Games (Dok PB PASI)

 

Jakarta, 19 Januari 2018 - Di tengah-tengah suara ketidakpuasan induk-induk cabang olahraga (cabor)  akibat pemangkasan biaya persiapan Asian Games 2018 yang disediakan pemerintah, PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI)  harus memutar otak agar atletik Indonesia dapat berbicara banyak dalam perhelatan olahraga terbesar Asia tersebut.

Page 2 of 14
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…