Nomor Lari Ssteeple chase di kejurnas yunior dan remaja 2013

Persaingan antara Tim Jawa Barat dan Jawa Timur dalam merebut gelar juara umum akhirnya berakhir sudah. Pada hari terakhir, kejurnas Atletik Yunior dan remaja 2013, tim Jawa Timur akhirnya menggeser posisi Jawa Barat yang sepanjang pelaksanaan Kejurnas terus mendominasi. Jatim meraih 14 medali emas, 11 Perak, dan 11 Perunggu. sementara Jawa barat di bawahnya, dengan 13 medali emas, 13 Perak, dan 3 Perunggu.

Pada hari terakhir Kejuaraan Nasional Atletik Yunior dan Remaja 2013 yang digelar di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (6/4), hingga menjelang sore ini sudah terjadi dua rekor. Para pencetak rekor itu adalah Ragil Wahyu di jalan cepat 3.000 meter remaja putra, dan Fitria Abujan yang memecahkan rekor lempar lembing remaja putri.

Jawa Timur menguasai perolehan medali emas dalam Kejuaraan Nasional Atletik Junior dan Remaja 2013 di Stadion Madya Senayan Jakarta dari tanggal 3-6 April 2013.

Jatim memperoleh 14 emas, 11 perak dan 11 perunggu, sehingga total perolehan medali selama kejurnas tersebut adalah 36 medali. Di posisi kedua adalah tim Jawa Barat dengan memperoleh 13 emas, 13 perak dan 3 perunggu sehingga total medali adalah 29 buah.

Papua merupakan salah satu wilayah potensial penyuplai atlet handal dari Indonesia. Dulu, hingga pertengahan 90-an propinsi paling timur Indonesia ini adalah gudang pelempar yang mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi-kompetisi internasional. Namun, belakangan prestasi besar itu agak meredup. Hampir tak pernah ada lagi atlet lempar asal Papua.

Papua adalah propinsi paling ujung di timur Indonesia. Kondisi geografisnya kebanyakan masih berupa hutan belantara dan bukit serta gunung. Infrastruktur jalan di Tanah papua-begitu ia biasa disebut, sangat minim. Transportasi dari satu daerah ke daerah lain, lebih banyak menggunakan ala transportasi udara dan laut. Akibatnya, perjalanan dari tempat ke tempat lain, terasa lama, dan tentu…mahal.

Meski diwarnai sejumlah kegagalan para sprinter nasional di ajang Jatim Open, PB PASI masih bisa berbangga hati. Salah satu atlet muda andalanya, Tresna puspita Gusti Ayu berhasil meraih dua medali emas sekaligus memecahkan rekor nasional  lempar lembing dan lempar cakram kategori remaja.

Untuk lempar Cakram,  Tresna berhasil memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri dengan jarak lemparan 44,20 meter. Sementara, untuk nomor lempar martil, Tresna mencatat jarak lemparan 51,20 meter.  "Alhamdulillah, aku pecah rekor (rekornas) lagi," ujar gadis asal Kuningan, Jawa Barat ini.

Program pencarian bakat-bakat muda atletik, terus dilakukan PB PASI.  Rencananya, akan terus digelar lomba antar siswa sekolah dasar dan sekolah menengah untuk  nomor 60 meter dan estafet  8 x 50 meter yang biasanya bertajuk  Bob Hasan Sprint, secara rutin di semua daerah. “Kita minta setiap daerah menggelar kejuaraan Bob hasan Sprint itu, setiap minggu,”ujar Bob Hasan. 

PB PASI akan menggelar seri Kejuaraan Nasional Atletik Yunior dan Remaja 2013 akhir pekan ini. Juara-juara atletik nasional bakal bersaing memperebutkan posisi terbaik Nasional menghadapi wajah-wajah baru dari berbagai daerah. Tresna Puspita Ayu yang baru saja meraih dua medali emas dan memecahkan rekornas remaja nomor lempar cakram dan lontar martil di kejuaraan Jatim Open akan ikut berlaga di kejurnas yang akan diselenggarakan di stadion Madya Senayan Jakarta.

Setelah usainya hingar bingar Kejuaraan Yunior Asia Tenggara, SEA Junior Championships beberapa waktu yang lalu, panasnya udara kompetisi kembali mendatangi Stadion Madya, Jakarta sehubungan akan diselenggarakannya Kejuaraan Nasional Atletik tanggal 29 Juni sampai dengan 2 Juli 2011. Kejuaraan Nasional kali ini juga menciptakan rekor dalam jumlah peserta yaitu tidak kurang dari 700 atlet dari 33 provinsi telah terdaftar untuk bertanding. Kontingen terbesar datang dari Jawa Timur sebanyak 72 atlet, Jawa Barat dan Papua masing-masing berkekuatan 51 dan 50 atlet, sementara tim  ibu kota DKI Jakarta mengirimkan 32 atlet.

Bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional (20/5), sembilan orang atlet Pelatnas PB. PASI yang dipersiapkan menghadapi SEA Games meninggalkan Jakarta menuju Shanghai, Cina untuk mengikuti rangkaian pertandingan Grand Prix Asia. Kesembilan atlet tersebut adalah Franklin Burumi, Fadlin, Farel Oktaviandi, Edi Ariansyah di kelompok putra dan Dedeh Erawati, Serafi, Tri Setyo, Nurul Imaniar, Musfaida di kelompok putri. Grand Prix Asia adalah sebuah perlombaan tiga seri di tiga kota berbeda yang bergengsi karena tidak sembarang atlet dapat mengikutinya. Asosiasi Atletik Asia (AAA) menyeleksi atlet yang diundang dalam nomor perorangan berdasarkan prestasi enam bulan terakhir masing-masing atlet. Franklin Burumi akan turun dalam nomor 100 meter dan Dedeh Erawati berlomba dalam nomor spesialisasinya yaitu 100 meter gawang. Selebihnya, PB. PASI akan menjajal kemampuan tim 4x100 meter putra dan putri.

Page 11 of 12
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…