Peluh nyaris membasahi seluruh tubuhnya sesaat setelah ia menghentikan larinya. Napasnya masih terengah-engah. Sambil mengelap keringatnya, ia menepi ke pinggir lintasan, dan berjalan menuju ke garis finish. Di sana, Nurul Imaniar, disambut rekan-rekannya sesama pelari estafet- Irene Alisjahbana, Niafatul Aini dan Emilia Nova.  

Hari itu, sabtu pekan lalu, dewi fortuna rupanya belum berpihak pada Nurul. Peraih medali emas  estafet 4 x 100 m putri SEA Games ini gagal mengulang hasil terbaik yang pernah diraihnya di Palembang.  Dalam kejuaraan atletik remaja se Asia tenggara (SEA Youth Athletics Championships) di Vietnam, jumat hingga sabtu pekan lalu,  Nurul dan teman-temannya  yang turun di nomor estafet 4 x 100 m putri U-21, hanya menduduki posisi kedua di bawah tim putri tuan rumah Vietnam yang menjadi juara. “Secara pribadi, tentu saya sangat kecewa,” ujar Nurul.


Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kembali mengirim atlet-atletnya untuk berlaga di kejuaraan Internasional. Setelah mengirim 16 orang atlet ke kejuaraan Taiwan open, akhir Mei lalu dan Seri kejuaraan Asian Grandprix 2013 yang berlangsung di tiga kota, Bangkok (Thailand), Chonburi (Thailand) dan Colombo (Srilanka), awal Mei lalu. Kali ini, PB PASI  mengirim 30 orang atlet mudanya untuk berlaga di kejuaraan Atletik Remaja Se-Asia Tenggara di Ho Chi Minh City, Vietnam, tanggal 6 - 8 Juni 2013 besok.  

 

Lomba lari 5 K dan 10 K kembali digelar Bank Mandiri di Jakarta, 26 Mei 2013 lalu. Mengambil Start dan finish di mall Senayan city, lomba lari yang menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender PB PASI ini diikuti lebih dari 2000 peserta.

Keberhasilan kembali diraih Tim Atletik Indonesia di ajang internasional. Kali ini, sejumlah atlet menuai sukses di seri kejuaraan Asian Grandprix 2013. Yang berlangsung di tiga kota Bangkok (Thailand), Chonburi (Thailand) dan Colombo (Srilanka).

Pada seri kejuaraan yang berlangsung dari tanggal 5 Mei hingga 12 Mei 2013 lalu itu, atlet senior Dedeh Erawati berhasil mendulang dua medali perak dari nomor  100 gawang putri.  “Dengan sepenuh hati saya mengucapkan banyak terimakasih atas doa dan supportnya,” kata Dedeh.

Para atlet atletik Indonesia kembali berlaga di ajang bergengsi  Asian Grand Prix 2013 di Thailand dan Srilanka, 5 – 12 Mei 2013 mendatang. Para atlet tersebut diantaranya,  adalah pelari gawang  Dedeh Erawati,  Sprinter putri Serafi Unalis dan Tri Setyo Utami,   sprinter putra Fadlin dan pelari jarak jauh Agus Prayogo.  Total ada sebelas atlet yang berangkat bersama sejumlah pelatih dan official.   

Nomor Lari Ssteeple chase di kejurnas yunior dan remaja 2013

Persaingan antara Tim Jawa Barat dan Jawa Timur dalam merebut gelar juara umum akhirnya berakhir sudah. Pada hari terakhir, kejurnas Atletik Yunior dan remaja 2013, tim Jawa Timur akhirnya menggeser posisi Jawa Barat yang sepanjang pelaksanaan Kejurnas terus mendominasi. Jatim meraih 14 medali emas, 11 Perak, dan 11 Perunggu. sementara Jawa barat di bawahnya, dengan 13 medali emas, 13 Perak, dan 3 Perunggu.

Pada hari terakhir Kejuaraan Nasional Atletik Yunior dan Remaja 2013 yang digelar di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (6/4), hingga menjelang sore ini sudah terjadi dua rekor. Para pencetak rekor itu adalah Ragil Wahyu di jalan cepat 3.000 meter remaja putra, dan Fitria Abujan yang memecahkan rekor lempar lembing remaja putri.

Jawa Timur menguasai perolehan medali emas dalam Kejuaraan Nasional Atletik Junior dan Remaja 2013 di Stadion Madya Senayan Jakarta dari tanggal 3-6 April 2013.

Jatim memperoleh 14 emas, 11 perak dan 11 perunggu, sehingga total perolehan medali selama kejurnas tersebut adalah 36 medali. Di posisi kedua adalah tim Jawa Barat dengan memperoleh 13 emas, 13 perak dan 3 perunggu sehingga total medali adalah 29 buah.

Papua merupakan salah satu wilayah potensial penyuplai atlet handal dari Indonesia. Dulu, hingga pertengahan 90-an propinsi paling timur Indonesia ini adalah gudang pelempar yang mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi-kompetisi internasional. Namun, belakangan prestasi besar itu agak meredup. Hampir tak pernah ada lagi atlet lempar asal Papua.

Papua adalah propinsi paling ujung di timur Indonesia. Kondisi geografisnya kebanyakan masih berupa hutan belantara dan bukit serta gunung. Infrastruktur jalan di Tanah papua-begitu ia biasa disebut, sangat minim. Transportasi dari satu daerah ke daerah lain, lebih banyak menggunakan ala transportasi udara dan laut. Akibatnya, perjalanan dari tempat ke tempat lain, terasa lama, dan tentu…mahal.

Page 13 of 14
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…