Silang pendapat tentang AD/ART KOI pasal narapidana masih saja terjadi. Hal ini terjadi karena ketentuan dalam AD/ART KOI itu menyangkut seorang pengurus olahraga yang sangat disegani dan dihormati di Indonesia yaitu Ketua Umum PB. PASI, Bob Hasan.

Sekali pun demikian, Bob Hasan tetap tenang dan santai menanggapi "penutupan pintu" baginya untuk menjadi Ketua Umum induk organisasi cabang olahraga "ibu semua cabang olahraga" pada masa mendatang. Sikap atau reaksi Bob Hasan yang tidak emosional ini telah beberapa kali dimuat dalam beberapa media cetak yang beredar di Jakarta beberapa minggu terakhir ini.

Dalam cabang olahraga atletik, Papua adalah daerah potensial penyuplai atlet handal Indonesia. Dulu, hingga pertengahan 90-an propinsi paling timur Indonesia ini adalah gudang atlet pelempar yang mengharumkan nama Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional. Namun, belakangan ini prestasi besar itu agak meredup. Tidak terdengar lagi atlet sehebat Frans Mahuse, Freddy Mahuse, Julius Uwe, Timotius Ndiken dan lain-lain. Melihat kenyataan ini, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PA

SI) telah mendapat dukungan dari PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk mengangkat kembali prestasi Papua itu.

Langkah awal yang diambil adalah mendatangkan Lars Riedel dari Jerman, juara dunia lempar cakram lima kali dan peraih medali emas Olimpiade 1996 di Atlanta, AS. Sejak awal Februari lalu, Lars Riedel berada di Timika membagikan ilmunya kepada 40 pelatih dan beberapa atlet dari 6 Kabupaten dan Kota propinsi Papua dan beberapa kabupaten propinsi Papua Barat. Penataran yang akan berlangsung hingga tanggal 8 Februari ini seluruhnya difasilitasi oleh PTFI mulai dari kedatangan Lars Riedel, kehadiran pelatih-pelatih lokal, akomodasi, sampai pada sarana dan prasarana pelatihan

Page 14 of 14
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…