Genap sebulan usai penyelenggaraan Kongres Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, 17 Desember 2016 lalu, Ketua Umum terpilih PB PASI Mohamad Bob Hasan akhirnya secara resmi mengumumkan susunan kepengurusan PB PASI masa bakti 2016 – 2020. Dalam surat keputusan No. 01/PB PASI/ I/2017 tentang susunan pengurus besar PASI, Ketua umum PB PASI Mohamad Hasan selain menunjuk kembali sejumlah pengurus PB PASI periode sebelumnya dalam kepengurusan baru, juga menempatkan sejumlah personil baru dalam kepengurusan PB PASI.

Perubahan mencolok terlihat pada bidang pembinaan. Ketua Pengda PASI DKI Jakarta Dr Taufik Yudi Mulyanto ditunjuk menjadi ketua bidang pembinaan PB PASI. Mantan kepala dinas pendidikan DKI Jakarta ini menggantikan posisi Drs Johanis Paulus Lay yang kini bertugas sebagai ketua komisi pembibitan dan pemasalan PB PASI. Taufik Yudi akan dibantu oleh ketua Pengda PASI Jawa Timur Jongki Sumarhadi sebagai wakil ketua bidang pembinaan.

Selain Taufik dan Jongki, kepengurusan daerah lainnya yang masuk dalam kepengurusan PB PASI yaitu ketua Pengda PASI Jawa Tengah Supii dan sekum Pengda PASI DKI Jakarta Mustara Musa yang masing masing ditunjuk sebagai ketua komisi Etik dan ketua komisi peningkatan prestasi. Selain dari unsur pengurus daerah, ketua umum PB PASI Mohamad Bob Hasan juga memasukan sejumlah tenaga profesional baru ke dalam kepengurusan kali ini. Diantaranya, Satyo Haryo Wibisono dan Rien Darmastuti.

Satyo yang dikenal sebagai salah satu penggerak Maybank Bali Marathon ditunjuk sebagai wakil ketua komisi pembibitan dan pemasalan mendampingi Paulus Lay. Sementara, Rien Darmastuti yang merupakan marketing communication salah satu Bank Swasta di Indonesia dilibatkan sebagai wakil ketua komisi pemasaran PB PASI. “Saya sengaja memasukan para pengurus daerah dan kalangan profesional, agar pengurus bisa langsung bekerja, untuk mempersiapkan para atlet menghadapi Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020,” ujar Bob Hasan

Kongres Persatuan PASI 2016 akhirnya kembali memilih Mohamad Bob Hasan sebagai ketua umum PB PASI periode 2016 – 2020. Bob Hasan terpilih secara aklamasi pada proses pemilihan yang diikuti 30 pengurus daerah PASI dan 1 wakil dari PAMI. Dalam Kongres yang berlangsung di ballroom Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (17/12) serta dihadiri ketua umum KONI Tono Suratman, para peserta kongres menerima seluruh laporan pertangungjawaban pengurus PB PASI 2012 - 2016 dan meminta agar seluruh hasil kerja yang sudah berjalan baik dilanjutkan oleh pengurus yang baru di bawah kepemimpinan Bob Hasan.

Bob Hasan sendiri sebelumnya telah menjelaskan hasil kerja pengurus PB PASI selama 4 tahun terakhir, bahwa di bawah kepemimpinannya telah melakukan banyak hal dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet baik di remaja, junior, maupun tingkat senior. "Kita harus berbangga bahwa atlet kita meraih medali emas melalui Maria Londa. Dan dua kali SEA Games atletik terus menjadi penyumbang medali terbanyak bagi tim Indonesia. Tapi pekerjaan rumah kita yaitu meraih medali emas Olimpiade," ujar Bob Hasan.

Ketua umum KONI Tono Suratman sebelumnya juga menyatakan menghaturkan terimakasih kepada Bob Hasan atas pengabdiannya kepada atletik selama puluhan tahun dan berharap atletik ke depan bisa terus berkontribusi terhadap dunia olahraga nasional. Dalam kesempatan tersebut, juga diberikan apresiasi kepada pelatih yang berhasil membina atlet daerah yang berhasil mendapatkan atlet yang tinggi dan berhasil yaitu pelatih asal NTB Zubair, Supriyadi (sumbar) dan Mustara (DKI Jakarta).

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melepas lebih dari 20 ribu peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2016 di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (20/11).

Sebelum dilakukan pengibaran bendera start, seluruh peserta marathon menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Menpora menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo yang berharap penyelenggaraan Borobudur Marathon, dapat terus terlaksana dengan baik. "Selamat berolahraga semoga kita semua sehat dan beliau mengapresiasi Borobudur Marathon bisa terselenggara dengan baik dan tahun depan depan bisa terselenggara lebih hebat lagi," kata Menpora.

Yogjakarta - Kesulitan mendapatkan sponsor dalam setiap kegiatan Atletik ternyata tak hanya dialami Indonesia. Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan ternyata mengalami hal yang sama."Atletik tak sepopuler Kricket atau sepakbola di negeri kami," ujar Madhu Kant, pengurus atletik asal India.

Hal itu dikemukakan Madhu di sela-sela penyelenggaraan Seminar "Sport Marketing" yang diselenggarakan Regional Development Centre (RDC) Jakarta yang merupakan representasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Atletik kalah pamor dengan kriket yang merupakan olahraga khas negara-negara bekas jajahan Inggris, dan Sepakbola.

Pekan Olahraga Nasional XIX Jawa Barat baru saja ditutup secara resmi, kamis pekan lalu. Namun, berakhirnya pesta olahraga antar daerah itu justru menjadi titik awal pekerjaan besar bagi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). "Kita harus segera mempersiapkan diri untuk SEA Games 2017 dan Asian Games 2018," ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung.

Maria Londa memegang Medali Emas Asian Games 2014

Peraih medali emas ASian Games 2014 Maria Londa mendapat kehormatan ditunjuk menjadi pengusung bendera pada acara defile pembukaan Olimpiade 2016 di Brasil. Penunjukan ini ditegaskan langsung oleh Chief de Mission Kontingen Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari. Sebagaimana dikutip dari Detiksport, penunjukan atlet yang akrab disapa Marlon ini, berdasarkan keberhasilan Maria sebagai peraih tiket pertama ke olimpiade Brasil 2016.


Ketua Bid Luar Negeri PB PASI Letjen (purn) Sjafrie Sjamsoeddin, ditemani Sekjen PB PASI Tigor Tanjung Bertemu Dubes Jerman untuk Indonesia Georg Witschel

Bangku di stadion atletik di kota Kassel, Jerman, hampir penuh terisi penonton. Hanya bangku di beberapa sudut yang kosong. Itupun bisa dihitung dengan jari. "Mereka (warga Jerman) sangat antusias menyaksikan kejuaraan atletik," ujar Mohamad "Bob" Hasan, ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), yang menyaksikan langsung Kejuaraan Nasional Atletik Jerman, Ahad lalu.

Pemberian Bonus Rekornas di Boyolali


Hanya dua minggu setelah mendapat bonus dari PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dan Yayasan Damandiri atas prestasinya memecahkan rekor nasional (rekornas), atlet nasional Ifan Anugerah Setiawan kembali mengukir namanya dalam daftar pemecah rekornas. Kali ini, atlet atletik asal Jawa Timur tersebut, memecahkan rekornas estafet 4 x 400 meter Yunior di kejuaraan Yunior Asia yang berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, senin lalu. Ifan yang berlari bergantian dengan atlet asal Maluku Wempi Pelamonia, Zilser Numberi (Papua Barat) dan Kristian Yommy Gobay (Papua) mencatat waktu 3 menit 14,73 detik.



Keberhasilan tim estafet Putra 4 x 100 M memecahkan rekornas di ajang Singapore Open 2016 mendapat sambutan hangat dari masyarakat pecinta Atletik Nasional. Namun, bagi Ketua umum PB PASI, Bob Hasan, keberhasilan tersebut belum apa-apa. Tim Atletik belum dapat mewakili Indonesia di ajang Olimpiade 2016.

Menurut Bob Hasan, tiket Olimpiade Rio de Janeiro sudah diraih 8 tim estafet yang menduduki posisi 8 besar di ajang kejuaraan dunia estafet Bahamas (IAAF BTC Bahamas World Relays), Mei 2015 lalu. Diantara adalah Amerika Serikat lewat kuartet sprinternya Mike Rodgers, Justin Gatlin, Tyson Gay, dan Ryan Bailey. Lalu, Jamaika yang diperkuat pemegang rekor dunia 100 M Usain Bolt. Mereka rata-rata mencatat waktu di bawah 38 detik.

Tim estafet Putra saat di Singapore Open (PBPASI/Eni Sumartoyo)

Kebahagiaan menyelimuti seluruh anggota tim atletik Indonesia di Singapore Sport Hub Stadium, Singapura, akhir pekan lalu. Tim yang dimanajeri Pelatih Kikin Ruhuddin ini berhasil mempertahankan dominasi Atletik Indonesia di kejuaraan Atletik Singapura Open 2016. “Alhamdulillah, anak-anak (Atlet) bisa dapat sembilan medali emas dan 3 pemecahan rekornas,” ujar Kikin.

Turun dengan kekuatan penuh, Indonesia yang diwakili sejumlah atlet senior termasuk peraih medali emas Asian Games Maria Nathalia Londa, sukses mendulang 9 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu. Catatan hasil ini, nyaris sama dengan hasil yang dicapai pada Singapore Open 2015 yang lalu.

Page 3 of 13
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…