Ketua Umum PB PASI Bob Hasan Memberikan Penjelasan di depan wartawan(PBPASI/HF)

Jakarta, PB PASI – Tim atletik Indonesia berhasil menutup hari terakhir ajang Invitation Tournament 2018 yang berlangsungselama empat hari dari tanggal 11 februari sampai 14 Februari 2018 di stadion utama Gelora Bung Karno (GBK) dengan tambahan 2 medali emas, 1 medali perak dan 2 perunggu.


Perbendaharaan medali emas Indonesia didapat  dari nomor estafet 4 x 100 m putra dan putri. Sementara perak diraih Atjong Tio Purwanto di nomor 3000m steeplechase. Sedangkan 2 perunggu diraih Elizar Gamashi (3000m Steeplechase) dan Nadia Anggraini (lompat tinggi).


Dengan hasil ini, tim atletik Indonesia meraih 4 medali emas, 7 perak dan 5 perunggu. Dua medali emas sebelumnya disumbangkan Maria Londa di nomor lompat jauh dan Idan Fauzan lewat nomor Lompat galah putra.  
Ketua umum PB PASI Bob Hasan mengatakan hasil yang diraih para atlet bukan menjadi acuan prestasi mereka.

 

Para atlet pelatnas saat ini, dalam periodesisasi latihan yang dalam tahap persiapan umum. Sehingga, belum menemukan performance terbaiknya. PB PASI berharap periodesisasi puncak bisa terjadi pada Asian Games 2018, Agustus  mendatang.


HF

Sekum PB PASI Tigor Tanjung Saat Menemani TD dari AAA CK Valson dan Kuan Kee Meninjau Fasilitas bak Lompat Jauh (PBPASI/Nuy)

 

 

Jakarta, PB PASI -  Persoalan tiga bak lompat jauh yang tidak dapat digunakan dan mengundang ultimatum dari technical delegate AAA, langsung direspon Kementerian PUPR. Sekretaris Umum PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), Tigor M. Tanjung mengatakan dirinya telah mengadakan rapat dengan Kemen PUPR yang menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait persoalan tersebut.

 

“Jadi kita sudah ada rapat dengan GBK dan kementerian PUPR selaku kontraktornya dan sudah ada kesepakatan bagaimana mengatasi bak lompatan yang mepet dengan pagar,” kata Tigor di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Menurut Tigor Tanjung, pihak kemen PUPR dan GBK telah setuju untuk membongkar pagar di dekat bak lompat, dan akan dibuat platform lanjutan dengan tumpuan di bawah kolong dengan Steel Scrap Holding. Kemudian mereka akan tutup lagi dengan lapisan sintetis yang lainnya jadi sama. "Jadi kalau itu sudah kerjakan baik itu dari sisi utara maupun sisi selatan maka kita akan menggunakan keempat bak lompatan,” ujar Tigor.

“Menurut kami ini merupakan solusi terbaik dan sudah (PB PASI) usulkan sejak awal-awal. Tapi, saat itu mereka keberatan melakukan karena terganjal dengan undang-undang cagar budaya,” tuturnya. Namun sekarang, lanjut Tigor,  mereka berani membongkar secara temporer dulu.

Sembari berjalan mereka akan ajukan desainnya tersebut secara permanen.  “Kalau alternatif kedua membuat lobang baru digeser  lebih berat pengerjaannya. Kami akan mengirimkan usulan desain ke IAAF (International Association of Athletics Federations) terkait solusi dengan pagar yang dimundurkan,” pungkasnya.


HF

Maria Londa (Gatra/Adi Wijaya)

Jakarta, PB PASI - Tim atletik Indonesia harus puas bertengger di peringkat kelima klasemen sementara pada hari pertama test event Asian Games 2018 di stadion utama Gelora Bung Karno, Minggu (11/2). Tim merah putih memperoleh 1 medali emas, 2 medali perak dan 2 perunggu.

 Eki Febri Menjadi Salah satu andalan Indonesia di Asian Games (Dok PB PASI)Eki Febri Menjadi Salah satu andalan Indonesia di Asian Games (Dok PB PASI)

 

Jakarta, 19 Januari 2018 - Di tengah-tengah suara ketidakpuasan induk-induk cabang olahraga (cabor)  akibat pemangkasan biaya persiapan Asian Games 2018 yang disediakan pemerintah, PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI)  harus memutar otak agar atletik Indonesia dapat berbicara banyak dalam perhelatan olahraga terbesar Asia tersebut.

Rilis Hari Pertama Kejurnas 2017

Kejutan terjadi di hari pertama Kejuaraan Nasional Atletik 2017 di stadion atletik rawamangun, Jakarta Timur. Tim Atletik Propinsi Bali, secara mengejutkan memimpin perolehan medali emas. Tim atletik Bali yang diisi materi atlet gabungan senior dan yunior ini berhasil mendulang tiga medali emas di hari pertama kejurnas yang diikuti 566 atlet dari 29 propinsi tersebut.

Tigor Tanjung, Bob Hasan, dan Harry Marra
Tigor Tanjung, Bob Hasan, dan Harry Marra

Jakarta, PB PASI - Pagi yang dingin, 2 Desember 2016 di sebuah hotel di Monte Carlo, tempat markas besar Federasi Atletik Dunia (IAAF). Satu persatu peserta Kongres Luar Biasa IAAF telah meninggalkan ruang makan usai sarapan. Di ujung ruangan, Bob Hasan, ketua umum PB PASI yang juga Anggota Kehormatan IAAF didampingi Tigor Tanjung, Sekretaris Umum PB PASI secara tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang memperkenalkan dirinya sebagai Harry Marra, pelatih dasa lomba dari Amerika Serikat.

Harry Marra memberikan pelatihan di kolam ranang (Dok PB PASI)

Jakarta, PB PASI - Gonjang ganjing pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia emas (Satlak Prima) tampaknya tak begitu berpengaruh terhadap PB PASI. Kegiatan pelatihan nasional (pelatnas) jangka panjang terus berjalan seperti biasa. Bahkan, PB PASI kembali mendatangkan pelatih Amerika Serikat Harry Marra untuk memberikan pelatihan dari tanggal 11 hingga 17 Oktober lalu. “Ada atau tidak ada Satlak Prima, pembinaan Atletik terus berjalan,” ujar Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.

Atjong Tio seusai masuk finish nomor 3000M Steeplechase di Ajang SEA GAMES 2017

 

Pelari halang rintang Atjong Tio Purwanto berhasil menuntaskan hasratnya untuk meraih medali emas SEA Games 2017. Berlaga di hari terakhir lomba atletik, di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Atjong berhasil masuk finish pertama dengan catatan waktu 9:03.94.

Atjong meninggalkan dua pelari Vietnam Pham Tien San dan Do Quac Luat yang berada di posisi kedua dan ketiga, lebih 3 detik di belakang. “Saya senang bisa berhasil meraih emas, sekaligus memperbaiki waktu terbaik saya,” ujar Atjong Tio. 

Catatan waktu terbaik Atjong sebelumnya, 9:9.06  yang dibuat  saat berlatih di  Jakarta. Namun, di ajang Thailand Open, Juni 2017 lalu, Atjong mencatat waktu 9: 18.00 . Perolehan medali emas Atjong sekaligus penutup tambahan medali dari cabang atletik bagi kontingen Indonesia. Secara total, Atletik menyumbang 5 medali emas, 7 perak dan 3 perunggu atau total 15 medali. Jumlah ini sama dengan perolehan Atletik pada SEA Games sebelumnya di Singapura. Yaitu 7 medlai emas, 4 perak dan 4 perunggu. 

Medali emas lainnya diraih pelari Agus Prayogo, Triyaningsih, Eki Febri Ekawati dan Hendro.  Agus yang turun di tiga nomor sekaligus menggasak emas dari nomor 10.000M dengan waktu 30 menit, 22,26 detik.  Sementara dua nomor lainnya yaitu nomor Marathon dan 5000 M, Agus hanya berhasil meraih perak dan perunggu.    

Dengan raihan ini, Agus telah meraih 5 medali emas sepanjang keikutsertaanya di SEA Games yaitu Sea Games 2009 (medali emas 10000M), Sea Games 2011 (5000M, 10000M), Sea Games 2015 (10.000M) dan Sea Games 2017 (10000M).  Indonesia juga meraih emas dari cabang tolak peluru melalui Eki Febri Ekawati dengan lemparan terbaik, 15,39 meter. (HF)

 

 

Daftar Raihan Medali  Atletik Indonesia di SEA Games Kuala Lumpur 2017

 

           

No

Nama Atlet

Nomor Lomba

Raihan

 

Emas

Perak

Perunggu

 

1

Agus Prayogo

10.000m dan 5000m dan Marathon

1

1

1

 

2

Atjong Tio Purwanto

3000m Steplechase

1

 

 

 

3

Eki Febri Ekawati

Tolak Peluru

1

 

 

 

4

Tim Estafet Putra

Estafet 4x100

 

1

 

 

5

Emilia Nova

Saptalomba / 100m gawang

 

1

 

 

6

Hendro

Jalan cepat

1

 

 

 

7

Maria Natalia Londa

Lompat jauh/lompat jangkit

 

2

 

 

8

Suwandi Wijaya

Lompat jauh

 

1

 

 

9

Triyaningsih

10000m dan 5000m

1

 

1

 

10

Abdul hafiz

Lempar lembing

 

1

 

 

11

Andrian

400 m Gawang

 

 

1

 

 

TOTAL

 

5

7

3

 

               

 

 

Maria Londa mampu menyumbang medali perak nomor lompat jangkit putri SEA Games 2017 (Dok PB PASI/Jongki) 

 

Atlet asal Bali, Maria Natalia Londa berhasil menyumbang medali perak bagi kontingen Indonesia. Atlet peraih medali emas lompat jauh Asian Games ini, mencatat  lompatan terjauh Maria Londa adalah 13,52 meter. Jarak itu dia catatkan pada kesempatan ketiga dari lima kesempatan yang diberikan. Maria kalah dari saingan abadinya asal Vietnam Vu Thi Men yang berhasil melompat sejauh 14,15 meter. Medali perunggu nomor triple jump putri diraih atlet Thailand, Parinya Chuaimaroeng, dengan lompatan sejauh 13,32. Dengan perolehan medali Maria LOnda, maka Atletik Indonesia telah mengumpulkan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. 

Medali emas didapat dari nomor jalan cepat putra yang diraih Hendro dan  1 perak serta 1 perunggu masing -masing dari Agus Prayogo di nomor Marathon, dan Andrian di nomor 400 M gawang. Andrian mencatat waktu 51,52 detik.

Dia kalah cepat dari pelari Filipina, Eric Shauwn Cray, dan wakil Vietnam, Quach Cong Lich, yang beradu sengit hingga garis finis. Berdasarkan catatan waktu, Cray menang tipis atas Lich dengan selisih 0,02 detik. Cray meraih medali emas dengan catatan waktu 50,03 detik, sedangkan Lich terpaksa harus puas dengan medali perak.(HF)

Hendro saat memasuki garis finish di ajang SEA Games 2017 (Dok PB PASI/Jongki)

 

Atlet jalan cepat kebanggan Indonesia, Hendro, mempersembahkan medali emas pertama dari cabang atletik pada SEA Games  2017. Turun di nomor 20000M putra, Hendro berhasil finis dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 11 detik. Dia memecahkan rekor SEA Games 1;33,47.87, yang bertahan selama 18 tahun milik atlet Malaysia Harbans Singh Narinde yang dibuat pada SEA Games 1997 di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam.

Juara kedua dan ketiga diraih atlet Malaysia Lo Choon Sieng dan M Khairil Harith dengan waktu masing-masing 1;32.28 dan 1;34.04.

Emas ini menjadi torehan ketiga yang diraih Hendro selama mengikuti SEA Games. Sebelumnya, Hendro berhasil meraih pencapaian yang sama pada edisi 2013 dan 2015. Sekjen PB PASI Tigor Tanjung menyambut gembira kemenangan Hendro tersebut. “Puji Tuhan, Hendro berhasil menjaga tradisi emasnya di SEA Games, sesuai kalkulasi kami,” ujar Tigor Tanjung.

Namun, menurut Tigor, capaian Hendro belum bisa dijadikan acuan untuk keikutsertaaanya di Asian Games. “Persaingan di Asian Games jauh lebih berat dari SEAGames. Hendro hrs dipersiapkan lebih baik bila ingin diturunkan dlm AG,” tegas Tigor.

 

Page 3 of 14
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…