Bob Hasan memberi Tembakan Start lomba SCHMI 2014 (dok SCHMI)

 

Tangerang, 23 November 2014 – Ketua Umum PB PASI Bob Hasan ikut membuka pelaksanaan Lomba Standard Chartered Half-Marathon Indonesia (SCHMI) 2014 yang digelar di Green Office Park, BSD City, Tangerang Selatan, Banten, hari minggu lalu. Lebih dari 3.300 peserta dari dalam dan luar negeri berpartisipasi pada kompetisi yang memasuki penyelenggaraan kelima sejak diadakan pertama kali pada tahun 2009. Kehadiran Bob Hasan yang ditemani sejumlah pengurus PB PASI diantaranya sekjen PB PASI Tigor M Tanjung dan wakil Sekjen PB PASI Tuti Merdiko merupakan bagian dari dukungan PB PASI atas penyelenggaraan lomba yang diorganisir oleh Jakarta Free Spirit ini.

Seperti diketahui, mulai tahun ini, SCHMI secara resmi mendapatkan sertifikasi dari PB PASI sebagai salah satu lomba lari jalan raya yang masuk dalam kalender resmi PB PASI. "Dengan sertifikasi dari PB PASI ini, maka level lomba ini otomatis menjadi naik dan catatan waktu pemenang lomba ini, bisa masuk rekornas jika berhasil memecahkan rekornas yang ada," ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung. Selain SCHMI, lomba lari jalan raya lainnya yang masuk kalender resmi dan mendapat sertifikasi PB PASI yaitu, Mandiri Jakarta Marathon, Mandiri 10 K, Borobudur 10K dan BII Bali Marathon.

CEO Standard Chartered Bank Indonesia, Shee Tse Koon mengatakan, “Kami sangat senang SCHMI tahun ini berjalan dengan baik, semua peserta mencapai finish. Kami berterima kasih kepada para peserta atas keikutsertaanya, yang secara langsung mendukung program Seeing is Believing. Jakarta Free Spirit yang membantu dalam mengorganisir kegiatan ini, dukungan PB PASI sebagai bagian dari peningkatan kualitas SCHMI sebagai kompetisi nasional dan akan menjadikan SCHMI pada agenda kalendar kompetisi di Indonesia.”

Dengan mengangkat tema Run For a Reason, seluruh uang pendaftaran peserta akan disumbangkan melalui organisasi IAPB (International for Preventable Blindness) untuk mendanai sejumlah program penanganan isu kebutaan yang dapat dihindari di Indonesia. Program termasuk antara lain; pemeriksaan dan distribusi kacamata bagi pelajar serta guru SD dan SMP, pengadaan klinik kesehatan mata bagi penderita diabetes dan klinik kesehatan mata bagi masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. Sementara untuk pemenang pertama pelari asal Indonesia dari 21K SCHMI, Sain Alim dari kategori Pria 21K dan Odelita Naibahu dari kategori Wanita 21K, secara otomatis akan mewakili Indonesia pada Standard Chartered Full Marathon di Singapore, pada 7 Desember 2014.

 

 

 

Tim Estafet putri 4 x 60 M raih perunggu Asian Beach Games 2014  (dok: phuketthailand2014.com)

 

Meskipun baru kali pertama tampil di arena Asian Beach Games IV, atletik Indonesia  mampu menyumbang 3 medali bagi tim Merah Putih. Ketiga medali didapat dari Iswandi yang berhasil meraih emas dari nomor lari 60 meter putra, perak disumbangkan tim cross country putri dan perunggu disumbangkan oleh tim estafet putri dari nomor 4 x 60 meter. Dalam Lomba yang dilangsungkan di kawasan Naiyang Beach, Kamis (20/11), Iswandi membuat waktu terbaik 7 ,10 detik.

Medali perak dan perunggu diraih perlari tuan rumah Thailand Ruttanapon Sowan dengan waktu 7,20 detik dan Jirapong Meenapra 7,28 detik. Pelatih atletik pantai Eni Nuraini mengatakan keikutsertaan cabang ini di ABG kali ini merupakan yang pertama kalinya. “Untuk lari pantai ini sangat berbeda dengan lari di lintasan biasa, dan hasil ini merupakan sebuah prestasi cukup luar biasa,”ujar ibu Enny Sumartoyo.

Sukses Iswandi tidak diikuti pelari putri yang turun juga di nomor final 60 meter putri, Serafi Unani yang harus puas menempati peringkat keempat dengan catatan waktu 8,31 detik. Emas direbut pelari tuan rumah Khanrutai Pakdee 8,06 detik, perak Tassapon Wannakit 8,13 detik dan perunggu Viktoriya Zyabkina dari Kazakhstan 8,16 detik.

Namun Serafi bersama tiga atlet cross country putri berhasil meraih perunggu Estafet 4 x 60 meter.  Tim Cross country putri yang diisi Aprilia Kartina, Lismawati Ilang dan Triyani Pamungkas sebelumnya berhasil meraih medali perak nomor cross country. Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia sendiri pada perhelatan Asian Beach Games yang ke-4 ini mengirim sembilan atlet yaitu  Nursodiq (Jawa Barat), Atjong Tio (Jawa Timur), Hendro (Jawa Barat), Bilal Bilano (DKI Jakarta), Aprilia Kartina (Sumatera Barat), Tri Yani Pamungkas (DKI Jakarta), Lismawati Ilang (Sulawesi Selatan), dan Serafi Anelis Unani (Jawa Timur).

 

 

Kontingen Atletik Indonesia yang dipimpin ibu Enny Martodihardjo (Duduk tengah) sesaat sebelum berangkat ke Thailand (dok PB PASI)

 

Jakarta, 17 November 2014 –

Menyusul diikutsertakannya cabang olahraga Atletik dalam ajang Asian Beach Games ke-4 (ABG ke-4) di Phuket, Thailand, tim atletik Indonesia yang dipimpin head coach PB PASI ibu Enny Nuraini Martodihardjo, hari ini, diberangkatkan menuju Phuket, Thailand. Tim yang beranggotakan 9 atlet dan 2 official itu, akan mulai bertanding pada 19 November hingga 22 November 2014. ABG ke-4 telah dibuka secara resmi sejak 14 November 2014 hingga penutupan nanti pada 23 November 2014.

Dalam keikutsertaannya yang pertama kali ini, Tim Atletik Indonesia menurunkan sprinter asal Nusa Tenggara Barat Iswandi, Nursodiq (Jawa Barat), Atjong Tio (Jawa Timur), Hendro (Jawa Barat), Bilal Bilano (DKI JAKARTA), Aprilia Kartina (Sumatera Barat), Tri Yani Pamungkas (DKI Jakarta), Lismawati Ilang (Sulawesi Selatan) dan Serafi Anelis Unani (Jawa Timur). Asian Beach Games Phuket, Thailand, menjadi ajang pertama kalinya Cabang olahraga Atletik dipertandingkan. Kejuaraan multieven tingkat Asia yang diselenggarakan ‘Olympic Council of Asia” ini memasukan atletik setelah mendapat masukan dari Asosiasi Atletik Asia (AAA). Harapannya, atletik bisa menjadi olahraga permainan sebagaimana cabang olahraga permainan pantai lainnya.

Dalam ABG ke-4 kali ini, terdapat 7 nomor lomba yang dipertandingkan di cabang atletik yaitu, sprint 60 meter, tolak peluru, Lompat jauh, Lompat Tinggi, cross country individual, dan 60 meter campuran. Head coach yang juga manajer tim atletik Indonesia Enny Nuraini Martodihardjo mengungkapkan bahwa para atlet nantinya akan turun di nomor individual sprint dan cross country. Para atlet yang berasal dari atlet-atlet yang selama ini telah bernaung di bawah pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI akan bersaing dengan atlet dari 45 negara peserta ABG ke-14. Menurut Enny, sejak dua bulan lalu, para atlet yang ditunjuk untuk mengikuti ABG ke -4 telah digembleng secara khusus. Bahkan, mereka sempat berlatih di kawasan Pantai Ancol, untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pantai tempat pertandingan nanti. “(tapi) kami hanya berlatih dua kali, karena ternyata lokasi pertandingan ABG ke-4 di Pantai Naiyang, kawasan Phuket, bukan di atas pasirnya, tapi di atas tanah yang dipadatkan, jadi seperti berlari di lintasan gravel saja,” ujar Enny.

Dari 19 atlet yang ditunjuk pertama kali oleh PB PASI, akhirnya hanya sembilan orang yang diberangkatkan ke Thailand. Beberapa nama atlet senior yang sempat masuk dalam daftar, seperti Maria Natalia Londa dan Rini Budiarti, terpaksa tidak diberangkatkan. Maria, yang tadinya diandalkan bisa meraih medali emas di ABG ke-4 ini, dicoret karena kondisinya yang belum pulih paska cedera setelah meraih medali emas Asian Games Incheon, Korea selatan beberapa waktu lalu. Begitu pula kondisi Rini Budiarti yang masih mengalami kelelahan setelah ikut di Asian Games dan Jakarta Marathon, 26 Oktober 2014 lalu. Menurut Sekjen PB PASI Tigor Tanjung, para atlet yang dikirim ke ABG Ke-4 di Thailand, belum dibebani target untuk menjadi juara. “Ini pertamakali atletik dilombakan, jadi mereka (atlet Indonesia) Cuma dibebani target untuk meraih hasil terbaik,’ujar Tigor Tanjung.

 

Rasa penasaran Jeany Nuraini sejak setahun lalu terbayar sudah. Gadis asal Jakarta 22 Agustus 2000 ini kini menatapkan target barunya,” Saya ingin memecahkan rekornas remaja 60 meter.”   Jeany menjadi juara nomor 60 meter remaja kejuaraan nasional “Mandiri Bob Hasan Sprint 2014”, minggu, 9 November 2014.

Setahun lalu, atlet yang kini bergabung di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI ini hanya bisa menyaksikan podium juara dari bangku supporter. Jeany gagal di final setelah dikalahkan sejumlah atlet dari Jawa timur dan Jawa Barat. ”Alhamdulilah, setelah setahun di Pelatnas (pemusatan Latihan nasional PB PASI), saya akhirnya bisa merasakan podium juara,” ujar Jeany. Ia mencatat waktu tercepat 7,70 detik. Peringkat kedua dan ketiga diduduki atlet Sumatera Barat Dwina Ade Yulia dan atlet Jatim Dea Salsabila.

 Selain Jeany, atlet Pelatnas PB PASI  lainnya yang merasakan  podium juara yaitu atlet asal Jawa Timur, Burhan Wardhani.   Cowok kelahiran Nganjuk, 1 Februari 1998 ini menyisihkan rekan sedaerahnya ogsa Agfreansa yang menduduki peringkat kedua dan Bakti Lidi Muktar (sumatera Barat) di peringkat ketiga. Burhan mencatat waktu terbaik 6,86 detik. “Ini (Mandiri Bob Hasan Sprint) jadi (tempat) pemecahan rekor waktu terbaik saya juga,”kata Burhan. Sebelumnya, pria yang sudah bergabung di pelatnas PB PASI sejak April 2014 ini pernah mencatat waktu terbaik 6,90 detik.

Burhan mengakui bahwa hasil yang didapatnya kali ini, merupakan pengaruh dari program pelatihan yang dilakukan di Pelatnas. “Saya juga ikut, tahun kemarin, tapi gak berhasil menang,” ujar Burhan. Menurutnya, ia berlatih sangat keras untuk menjadi juara di ajang Mandiri Bob Hasan Sprint kali ini. Ia pun yakin, gelar juaranya kali ini, menjadi modal untuk bisa memecahkan rekornasr remaja 60 meter. 

Apalagi, ia sempat mendapat pengarahan dari sprinter nasional era 80an, Purnomo Yudhi dan Mardi Lestari yang merupakan dua legenda hidup sprinter Indonesia. Purnomo pernah menjadi  memegang rekor nasional sprint 100 meter dan menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil menembus babak semifinal olimpiade Los Angeles 1984. Sementara Mardi Lestari adalah penerus Purnomo yang berhasil menembus olimpiade Seoul 1988 dan memegang rekor Asia 100 M putra dengan waktu 10, 20 detik. “Saya menjadi termotivasi, dan akan terus berlatih keras untuk memecahkan rekor nasional,” tekad Burhan.

Tekad Burhan dan (juga) Jeany,  tentu sangat didukung PB PASI. Ketua Umum PB PASI Bob Hasan yakin, bahwa para sprinter mud anasional yang kini digembleng di Pelatnas PB PASI dapat menyamai rekor para seniornya, dan bahkan melewati rekornas yang saat ini dipegang Suryo Agung dengan 10,17 detik. “Suryo itu kan kurang 17/100 detik saja, sudah bisa lari 10.00 detik, atau tinggal kurang dari selangkah lagi. Jadi, saya yakin, atlet-atlet Indonesia bisa lari 10 detik,” ujar Bob Hasan, saat ditanya wartawan seusai Kejurnas.

Hadir dalam penutupan kejurnas Mandiri Bob Hasan Sprint 2014 itu, perwakilan Bank mandiri yang merupakan sponsor utama Kejurnas yaitu Senior VP Corporate Secretary  Bank Mandiri Ramon Armando dan senior VP PT Freeport Indonesia Bill Rigel.

HF

ki-ka: Sekjen PB PASI Tanjung, Menpora Imam Nahrawi, Ketua Umum PB PASI Bob Hasan dan wakil Sekjen PBPASI Tuti Merdiko (Foto: Dok PB PASI)

 

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi  ternyata memilih Stadion Madya Senayan sebagai tempat blusukan perdananya.  Kamis pagi, (30/10) didampingi para deputi kementerian pemuda dan olahraga, Politisi PKB ini menyambangi   Home Base pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Atletik Indonesia.  Imam disambut ketua umum PB PASI Bob Hasan, Sekjen PB PASI Tigor Tanjung, dan wakil Sekjen PB PASI Tuti Merdiko. 

Dalam kesempatan tersebut, Imam mendapat penjelasan mengenai berbagai fasilitas yang ada di stadion Madya Senayan. Dari mulai lintasan, fasilitas lapangan hingga asrama bagi para atlet muda yang tergabung dalam pelatnas jangka panjang PB PASI. Pria asal bangkalan, Madura ini  terlihat sangat bersemangat dan antusias saat berbincang dengan para atlet yang menghuni pelatnas.

Ketua umum PB PASI Bob Hasan sempat mengemukakan harapan agar pemerintah mendorong agar pendidikan jasmani yang diberikan kepada siswa sekolah dasar dan menengah adalah atletik. "Atletik sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak dan menjadi dasar untuk cabang olahraga lain,”ujar Bob Hasan.

Ia mengambil contoh beberapa  atlet yang tinggal di pelatnas yang rata rata memiliki postur tinggi.   "untuk bisa bersaing dengan atlet luar, kita butuh atlet-atlet yang tinggi. Di sini anak usia 13-14 tahun tingginya ada yang sudah mencapai 170 sentimeter," kata Bob Hasan.

Pada bagian lain, Bob Hasan berharap kepada Menpora agar menyatukan dua induk organisasi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI). Kedua organisasi yang mengklaim memayungi pembinaan olahraga ini, cukup membingungkan insan olahraga. Menurut Bob Hasan, sebagai orang yang pernah berpengalaman duduk di IOC, keberadaan KOI seharusnya hanya seperti  IOC di Indonesia, sehingga tak perlu ikut campur dalam urusan pembinaan. “Jadi, Lebih baik satu saja, yaitu KONI, semantara KOI dibubarkan saja," tegas Bob Hasan.  

 

Pelari Agus Prayogo masih belum tertandingi di nomor lari jarak jauh. Dominasinya kembali dipertunjukan di arena Mandiri Jakarta Marathon 2014,Minggu (26/10/2014). Agus yang baru pertama kali menjajal nomor  full marathon (42,195 kilometer ) berhasil menjadi juara kategori nasional putra. Dia menyelesaikan lomba dalam 2 jam 32 menit 27 detik.

Agus menjadikan arena Mandiri Jakarta Marathon 2014 sebagai ajang uji coba menjelang SEA Games di Singapura, 2015. Menurut Agus,  target utamanya meraih medali emas di nomor-nomor yang diikutinya. 

Di urutan kedua nomor marathon Putra nasional diraih Hamdan Syafril Sayuti  dengan catatan waktu 2 jam 33 menit 31 detik. Sementara urutan tiga diraih pelari Ari Swandana (2 jam 36 menit 45 detik).

sementara di nomor putri pelari nasional Rumini berhasil finis pertama, disusul atlet asal NTT Merry Paijo dan atlet asal Jawa Tengah Erni Ulatningsih, masing masing  di urutan kedua dan ketiga. Sementara di nomor  elite dunia atlet-atlet asal Kenya kembali  menguasai podium juara.

Atlet Kenya  Julius Seurei berhasil menjadi juara pertama di kategori  putra dengan catatan waktu 2 jam 14 menit 51 detik. Posisi kedua ditempati Kennedy Liken Kipro (2 jam 16 menit 47 detik), dan Yusuf Sowgoka (2 jam 23 menit 10 detik) finis ketiga.

Di bagian putri, atlet Kenya Nyansikera Winfridah menduduki posisi pertama disusul rekan senegaranya  Mercy Jemutai  dan Elizabeth Jenuyut Chemweko .

 

Berikut ini nama-nama pemenang Jakarta Marathon 2014:

Kategori Full Marathon 42K wanita


Juara 1: Nyansikera Winfridah (2 jam 40 menit 25 detik).
Juara 2: Mercy Jemutai (2 jam 43 menit 17 detik).
Juara 3: Elizabeth Jenuyut Chemweko (2 jam 3 menit 44 detik).

Kategori Full Marathon 42K pria internasional


Juara 1: Julius Seurei (2 jam 14 menit 51 detik).
Juara 2: Kennedy Liken Kipro (2 jam 16 menit 47 detik).
Juara 3: Yusuf Sowgoka (2 jam 23 menit 10 detik).
Juara 4: Nixon Kipkoech Machicim (2 jam 25 menit 50 detik).
Juara 5: Itillary Kipchircih Kiwutai (2 jam 30 menit 27 detik).

Kategori Full Marathon pria Indonesia


Juara 1: Agus Prayogo (2 jam 32 menit).
Juara 2: Hamdan Syafril Sayuti (2 jam 33 menit).
Juara 3: Ari Swandana (2 jam 36 menit).
Juara 4: Nicolas Sila (2 jam 37 menit).
Juara 5: Sukarno (2 jam 41 menit).

Kategori Full Marathon wanita Indonesia
Juara 1: Rumini
Juara 2: Merry Paijo
Juara 3: Erny Ulatningsih


Kategori Half Marathon pria
Juara 1: Joseph Nwangi (1 jam 4 menit).
Juara 2: Silas Muturi (1 jam 6 menit).
Juara 3: Collins Kipkorin (1 jam 11 menit).

Kategori Half Marathon wanita
Juara 1: Peninan Kigen (1 jam 14 menit).
Juara 2: Edinan Koech (1 jam 18 menit).
Juara 3: Jacline Taziro (1 jam 31 menit).

Kategori 10K pria Indonesia

Juara 1: Jauhari Johan dari PASI Sumatera Selatan (31 menit 41 detik).
Juara 2: Ridwan dari PASI Nusa Tenggara Barat (31 menit 57 detik).
Juara 3: Bambang Giyono dari PASI Jawa Tengah (33 menit 15 detik).

Kategori 10K wanita Indonesia
Juara 1: Rini Budiarti (37 menit 1 detik).
Juara 2: Yulianingsih (38 menit 19 detik).
Juara 3: Fery Subnafeu (40 menit 6 detik).

Kategori 5K pria Indonesia
Juara 1: Diker Ariandas dengan waktu 16 menit 48 detik.
Juara 2: Kaharudin (17 menit 18 detik).
Juara 3: M. Hafis (18 menit 18 detik).

Kategori 5K wanita Indonesia
Juara 1: Abigail Setiadi (19 menit 49 detik).
Juara 2: Anjarsari (20 menit 37 detik).
Juara 3: Mutia Proborini (21 menit 57 detik).



 

Kedatangan atlet-atlet atletik sekembalinya dari Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, menghebohkan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, kamis, 2/10/2014 lalu. Selain disambut pengurus PB PASI yang diwakili ketua bidang organisasi Mayjen (purn) Zacky Anwar Makarim  dan wakil sekjen PB PASI Tuti Merdiko serta perwakilan KOI, hadir pula belasan atlet-atlet muda pelatnas PB PASI.

"Atletik Indonesia, luar biasa!! Atletik Indonesia, luar biasa!! Atletik Indonesia, luar biasa!!" sorak para atlet dan penyambut lainnya. kedatangan para atlet yang disambut bak menyambut kedatangan pahlawan yang baru berlaga di medan juang, sudah sepantasnya dilakukan. Betapa tidak, atletik berhasil menyumbang satu medali emas bagi tim Indonesia.

Atlet lompat jauh, Maria Natalia Londa, mempersembahkan emas ketiga untuk Indonesia setelah melakukan lompatan sejauh 6,55 Meter. Atlet berusia 23 tahun ini menyatakan terimakasihnya atas dukungan masyarakat Indonesia. "Senang, bersyukur karena dikasih yang terbaik. Terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia, teman-teman, keluarga, dan pelatih," kata Maria.

Selain emas Maria, dua atlet atletik lainnya juga berhasil mempersembahkan hasil terbaik. meski tak memperoleh medali, Rini Budiarti dan Dedeh Erawati mampu bersaing dnegan atlet-atlet Asia lainnya. Rini berhasil memperbaiki rekor nasional nomor 3000 m steeplchase sementara Dedeh berhasil menjadi finalis nomor 100 meter gawang putri.

"Saat balapan, semua ingin berlari secepat-cepatnya. Setipis mungkin dengan gawang. Sayangnya, lutut saya menabrak gawang ke delapan dan hilang keseimbangan, lalu akhirnya menabrak gawang kesembilan. Saya tetap bersyukur masih bisa bertanding di nomor final," kata Dedeh.

Raihan emas Maria merupakan sejarah baru bagi cabang atletik Indonesia. Selama 16 tahun terakhir, cabang atletik tak pernah meraih medali emas di Asian Games. Atlet terakhir menyumbang yang medali emas adalah Supriati Sutono pada 1998 di nomor lari 5.000 meter.

 

 

Janji itu benar-benar dipenuhi oleh Lilian Kennedy Kipro. Pada 2013, pelari maraton asal Kenya itu berjanji untuk datang ke Indonesia dan kembali mengikuti ajang BII Maybank Bali Marathon (BMBM). Sejak awal penyelenggaraan maraton ini, pada 2012, Lilian tidak pernah absen ambil bagian, dan sepanjang sejarah BMBM, ia selalu meraih gelar juara.

Ahad lalu, dengan mengambil nomor full marathon kategori pria terbuka, Lilian kembali hadir, dan kembali juara. Ada satu alasan yang tidak pernah berubah diucapkan Lilian mengenai keiikutsertaanya di BMBM ini. “Lari di Bali sangat menyenangkan, orangnya ramah dan alamnya indah. Itu alasan mengapa saya selalu ikut,” katanya.

Lilian bukan satu-satunya atlet internasional yang jatuh cinta terhadap maraton di Bali ini. Pemenang kategori full maraton di nomor wanita, Elizabeth Jeruiyot Chemweno, juga menyatakan hal yang sama. Bahkan, ia mengatakan, akan mengikuti BMBM bila tahun depan diadakan lagi. “Ya, saya pasti akan datang bila 2015 nanti diadakan lagi,” kata atlet asal Kenya ini.

Seperti pada 2012 dan 2013, BMBM 2014 mengambil jalanan di Kabupaten Gianyar sebagai rute lomba. Keindahan alam Gianyar yang dikombinasikan dengan sejuknya udara menjadi nilai plus ajang maraton ini. Selain itu, berbagai kebudayaan Pulau Dewata, seperti tari kecak dan kesenian barong, juga dihadirkan untuk menyambut para pelari di berbagai titik utama lomba.

Rute lomba yang variatif, karena banyaknya tanjakan dan turunan serta jalurnya yang berkelok di sepanjang lintasan, menjadi tantangan tersendiri bagi para pelari. Rute di Gianyar ini sudah lulus kualifikasi oleh Asosiasi Maraton Internasional dan Lari Jarak Jauh (AIMS) pada 2011. Kualifikasi itu dinilai administrator pengukur Dave Cundy, yang memiliki lisensi A AIMS-IAAF.

Dengan paket rute demikian, dari tahun ke tahun jumlah peserta BMBM semakin meningkat. Bila pada 2012, jumlah pesertanya berada di kisaran 2.500 pelari, pada 2013 jumlahnya lebih dari 3.000. Tahun ini, peserta yang ambil bagian di lomba dengan total hadiah mencapai Rp 1,9 milyar ini diikuti hingga 4.600 pelari dari 49 negara.

Sukses BMBM ini, menurut salah seorang sumber Gatra di internal BII, membuat kejuaraan ini dilirik pihak lain. "Sudah ada beberapa pihak yang ingin membeli kejuaraan ini," katanya. Dengan adanya pihak-pihak yang ingin membeli lomba ini, menurut sumber tersebut, lebih diakui oleh kalangan luas. “Tapi, kita tidak ada rencana untuk menjualnya,” katanya. Menurut sumber tersebut, biaya penyelenggaraan maraton tahun ini berada di kisaran Rp 7-10 milyar.

Ajang yang setiap tahunnya menggunakan tema “Push Your Limit” tersebut bisa dibilang menjadi menjadi barometer perkembangan olahraga maraton di Indonesia. Sebab, BMBM memang menjadi pioner bangkitnya kembali lomba maraton di tanah air. Sebelum 2012, lomba maraton di Indonesia seolah mati suri. Kejuaran maraton terakhir di Indonesia berlangsung pada 1993, yakni Proklamaton, yang mempunyai nomor perlombaan 17, 8, dan 45 kilometer.

Untuk BMBM 2014 ini, pihak penyelenggara telah menyempurnakan segala kekurangan di tahun-tahun sebelumnya. Bila pada 2012 minimnya titik air minum menjadi penyebabnya, dan 2013 soal penerangan, dua hal tersebut telah dibereskan panitia. Yang menjadi catatan untuk BMBM kali ini adalah soal sempitnya track di titik awal lomba, di Jl. Prof. Doktor Ida Bagus Mantra. Akibatnya, banyak terjadi tabrakan saat lomba dimulai.

Bila di nomor terbuka para juaranya bisa diprediksi sejak awal, tidak demikian dengan kategori nasional. Di kategori full marathon nasional pria, Hamdan Saban keluar menjadi yang tercepat. Pelari asal Sumatera Barat ini sebelumnya tidak diunggulkan, pasalnya di nomor ini ada Nikolas Albinus Sila, pelari maraton binaan Pelatihan Nasional (Pelatnas). Hamdan membukukan catatan 2 jam 36 menit 12 detik, diikuti Nikolas dengan 02:36:27.

“Saya senang sekali, karena ini pertama kali saya juara di nomor maraton,” kata Hamdan usai lomba. Tidak diperhitungkannya Hamdan ini memang sangat wajar. Pasalnya, selama ini Hamdan memang fokus di nomor jarak menengah dan half maraton. Untuk mengikuti BMBM 2014, menurutnya, ia sengaja menjalani latihan intensif dua bulan terakhir di Secapa Angkatan Darat, Bandung, Jawa Barat.

Kejadian unik terjadi di full marathon di nomor wanita kategori nasional. Sejatinya, catatan waktu Meri M. Paijo, pemenang nomor ini, memungkin ia meraih nomor dua kategori terbuka. Catatan waktu Meri, 03:03:53, lebih baik dari peringkat dua kategori terbuka, Viola Jepchirchir Kimeli (03:06:11). Meski menyayangkan tidak ikut di kategori terbuka, namun ia puas dengan catatan waktunya ini. Setidaknya, catatan waktu Meri lebih baik dibanding BMBM 2013, 03:07:37. “Tidak apa-apa,” katanya singkat.

Pada BMBM kali ini, sejumlah atlet unggulan yang tergabung di pelatnas memang tidak ambil bagian. Bila pada tahun sebelumnya Agus Suprayogo (nomor 10K), Trianingsih (half marathon), hingga Yahuza ikut serta, kali ini mereka absen. Triyaningsih dibekap cedera. Sedangkan Agus, "Saya lagi siap-siap ikut full marathon (Oktober) nanti. Jadi absen untuk tahun ini,” katanya.

Andya Dhyaksa (Bali) (disarikan dari GATRA)

***

Hasil BII Maybank Bali Marathon:

Full Marathon Kategori Open
Putra
1. Kanendy Kiproo Lilan (Kenya, 02:18:52)
2. Elijah Mwanki Mbogo (Kenya, 02:10:10)
3. Geoffrey Birgen (Kenya, 02:21:53)

Putri
1. Elizabeth Jeruiyot Chemwen (Kenya, 02:47:35)
2. Viola Jepchirchir Kimeli (Kenya, 03:06:11)
3. Agieszka Sawics-Orska (Polandia, 03:43:54)

Full Marathon Kategori Nasional
Putra
1. Hamdan Saban (02:36:12)
2. Nicolas Albinus Silas (02:36:27)
3. Asma Bara (02:38:54)

Putri
1. Meri M Paijo (03:03:53)
2. Supriati Sutono (03:21:14)
3. Rumini Sudragni (03:21:14)

Half Marathon Kategori Open
Putra
1. Joseph Ngare Mwangi (Kenya, 01:04:06)
2. Samwel Kiptanui Maswai (Kenya, 01:04:21)
3. Kim Thomas (Australia, 01:24:09)

Putri
1. Peninah Kigen (Kenya, 01:15:11)
2. Esther Karimi (Kenya, 01:17:44)
3. Jackline Musyawa Nzivo (Kenya, 01:20:40)

Half Marathon Kategori Nasional
Putra
1. Ari Swandana (01:14:05)
2. Saiin Alim (01:14:06)
3. Rudi Febriade (01:29:38)

Putri
1. Odekta Vina (01:26:14)
2. Abigail Dwi Setiadi (01:27:27)
3. Anjhani (01:30:38)

10K Kategori Open
Putra
1. Daniel Kiarie Gachui (Kenya, 00:29:49)
2. James Munyi Maregu (Kenya, 00:30:19)
3. Charles Kipsang (Kenya, 00:32:05)

Putri
1. Alice Kabura Njoroge (Kenya, 00:36:43)
2. Carolyne Mitei (Kenya, 00:39:17)
3. Kee Eng Poo (Singapura, 00:49:53)

10K Kategori Nasional
Putra
1. Saeful Rahman (00:33:49)
2. Feri Junaedi (00:34:08)
3. I Made Indrawan (00:35:00)

Putri
1. Nyai Prima Agita (00:40:19)
2. Ni Kadek Ayu Sukarniti (00:43:53)
3. Mutia Proborini (00:44:32)

Pelari nasional Hamdan Saban tampil mengejutkan di Lomba lari BII Maybank Bali Marathon 2014, di Gianyar, Bali,  minggu, 14 september 2014 kemarin. Pelari asal Jambi ini mengalahkan pelari unggulan Nicolas Albinus Sila pada nomor full marathon nasional putra , setelah berlari sejauh 42,195 kilometer sepanjang daerah perdesaan Gianyar.

Hamdan menjadi juara pertama setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 2 jam 36,12 menit, beda satu menit dengan Nicolas yang merebut posisi kedua. Sedangkan tempat ketiga diraih Asma Bara (2 jam 38,54 menit). Di nomor putri, atlet NTT Meri Paijo menjadi pelari putri nasional berhasil menjadi juara pertama pada nomor full marathon. Pelari yang pernah turun dalam SEA Games Myanmar 2013 ini mencatat waktu tercepat (3 jam 3,53 menit). 

Posisi kedua dan ketiga berturut-turut diraih oleh Supriati Sutono (3 jam 21,14 menit) dan Rumini Sudragni (3 jam 21,14 menit).  Di nomor elit internasional, para pelari asal Kenya ternyata masih mendominasi. Bahkan, Kennedy Kiproo Lilan, meraih gelar juara untuk ketiga kalinya. Lilan menempuh waktu tercepat, yakni 2 jam 18 menit dan 52 detik.

Dengan mengusung tema "Push the Limit" tahun ini, sebanyak 4.464 pelari dari 49 negara ikut meramaikan BII-Maybank Bali Marathon 2014. Ketua Umum PB PASI Bob Hasan bersama Sekjen PB PASI Tigor Tanjung dan Ketua Bidang Organisasi Mayjen (purn) Zacky Anwar Makarim berkesempatan untuk hadir dan melepas para peserta lari bersama Komisaris utama BII dan jajaran Direksi BII.

Secara keseluruhan, tahun ini jumlah pelari mengalami kenaikan yang signifikan dibanding tahun lalu. Kegiatan ini juga berhasil memenuhi standardisasi maraton internasional. BII-Maybank Bali Marathon 2014 diselenggarakan di Bali Marine & Safari Park, dengan rute utama yang melalui wilayah perdesaan Kabupaten Gianyar di Bali.

BII-Maybank Bali Marathon telah menerima sertifikasi untuk rute Gianyar dengan International Measurement Certificate nomor INA2012/009, dan mendapat PASI Permitt dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) sehingga standar perlombaanya sudah memenuhi standar perlombaan internasional.

 


         
Bonus Prestasi kembali dibagikan PB PASI bagi atlet dan pelatih yang berprestasi. Bonus uang dengan total lebih dari Rp 500 juta itu merupakan sumbangan dari PT. Bank Mandiri (persero) Tbk.  Penyerahan bonus bagi atlet yang memecahkan rekornas sepanjang tahun 2014 ini, dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum PB PASI Bob Hasan di sela-sela acara Mandiri Kejurnas atletik 2014, sabtu dua pekan lalu (23/8) di Stadion Rawamangun, Jakarta Timur itu. Ikut hadir   Senior VP Corporate Communication Bank Mandiri Ramon Armando.

“Harapannya bonus ini dapat memotivasi atlet lain untuk terus meningkatkan prestasinya agar lebih baik di masa depan,” ujar Bob Hasan.  Penerima bonus itu, terdiri dari atlet pemecah rekornas nomor 3000 M steeplechase Rini Budiarti, atlet lempar lembing Abdul Hafiz, atlet lempar cakram Narta Hanny Sugara dan Tresna Puspita Ayu , pelompat tinggi Nadia Anggraini, sprinter Emilia Nova, Irene Alisjahbana, dan Gusti Ayu Mardili Ningsih serta pelari  Aprilia Kartina. Masing mendapatkan bonus antara Rp 25 juta hingga Rp 100 juta.     

Page 6 of 12
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…