Yulianti Utari dan Sekum PASI SUmbar Arfan Rusda

Setelah di hari pertama, dua rekor nasional dipecahkan oleh atlet Sumatera Barat Yulianti Utari dan atlet bangka Belitung M Ardianto di nomor 3000 Meter remaja Putri-Putra
pada hari kedua kamis, (15/5) Kejuaraan nasional Atletik yunior dan remaja 2014 kembali dikejutkan dengan pemecahan rekor nasional di nomor lempar cakram yunior putra dan nomor remaja putra 2000 meter st chase. Atlet Lempar Cakram nasional Narta Hani Sugara asal Jawa Timur berhasil memecahkan rekornas yuniior Lempar cakram yang sebelumnya dipegang atlet Taufik Nurahman. Narta berhasil melempar sejauh 47,89 M atau 3 meter lebih baik dari Taufik (44,76M). Sementara Atlet Gorontalo Firman R Fasi berhasil memecahklan rekornas Remaja Putra 2000 M St chase. Firman mencatat waktu 6;32.06 menit atau jauh lebih baik ketimbang rekornas sebelumnya yang dipegang Imam Kristiawan dengan waktu 6;42.79. keberhasilan ini, tentu mendapat apresiasi positif dari PB PASI. Sekjen PB PASI Tigor Tanjung, mengatakan pemecahan rekornas dalam dua hari ini menunjukan indikasi positif prestasi atletik Indonesia khususnya di kelompok yunior dan remaja. Ia berharap, akan ada pemecahan rekornas kembali dalam dua hari terakhir Kejurnas.

 

Persiapan Lomba Kejurnas Atletik Junior dan Remaja 2014, Rawamangun

Kamis, 15 Mei 2014

Nasional : 50.68 Dwi Ratnawati
Nasional Yunior : 45.68 Dwi Ratnawati
LiLimit Kejurnas ; 36.00m
Rank Nama Atlet Team Tanda
1 Tresna Puspita  Jawa Barat  38.89m
2 Aisyah  Sumatera Barat  34.65m
3 Indah Pratiwi  Riau  33.84m
4 Puji Rahmami  Sumatera Barat  29.12m
5 Juni Kartika  Bangka Belitung  27.29m

 

 

 

 

Suasana saat Atlet berlatih di Stadion Atletik Rawamangun, selasa, 13 Mei 2014  

 

Antusiasme atlet daerah untuk ikut dalam Kejuaraan Nasional Atletik Yunior dan Remaja 2014, (Kejurnas 2014)  mendapat apresiasi positif dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Betapa tidak, Kejurnas yang  digelar di Stadion GOR Rawamangun, Jakarta Timur  bakal diikuti oleh 825 atlet dari 32 propinsi di seluruh Indonesia.  Jumlah tersebut belum termasuk, atlet SD dan SMP lokal, yang ikut lomba lari 60 M dan 8x 50 meter yang jumlahnya mencapai 300-an atlet. “Suatu hal yang sangat positif,” ujar Sekjen PB PASI Tigor M Tanjung.

Daerah terbanyak yang mengirimkan atletnya yaitu tim DKI Jakarta dengan 60 atlet,. Diikuti  Papua (58 atlet) , Papua Barat  (52 atlet),  Jatim ( 51 atlet), dan  Jabar (48 atlet). Atlet-atlet muda dan remaja yang kini bergabung di Pelatnas ikut serta juga di ajang Kejurnas. Mereka akan bertanding di 78 nomor perlombaan. Sementara tiga propinsi yang tidak dapat mengirimkan atletnya ke Kejurnas karena beberapa alasan; diantaranya  kesiapan atlet dan pergantian pimpinan daerah yaitu Sulawesi Barat, Maluku Utara dan Kepulauan Riau. 

Menurut Sekjen PB PASI Tigor M Tanjung, ajang Kejurnas bisa dijadikan ajang tolak ukur bagi PB PASI maupun Pengurus daerah PASI untuk mengetahui kesiapan atlet-atlet atletik masing-masing dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja yang akan berlangsung pertama kali di Surabaya, Desember 2014 mendatang. 

Selain itu, Kejurnas kali ini, menurut Tigor, juga menjadi ajang bagi para pencari bakat PB PASI untuk merekrut atlet-atlet muda potensial untuk dimasukan dalam Pelatnas PB PASI di Jakarta. Saat ini, Tigor menambahkan, PB PASI mengalami persoalan regenerasi atlet dengan terjadinya gap yang cukup besar antara prestasi atlet remaja, yunior dan senior. Banyak atlet yang bertransformasi ke tingkat yang lebih tinggi, justru malah ‘menghilang’.

Maksudnya, para atlet muda yang di usia remaja menunjukan prestasi positif, justru kedodoran saat harus naik tingkat ke level yunior atau bahkan senior atau bahkan harus terhenti sama sekali. Selain karena factor pendidikan atau pekerjaan yang kerap menjadi penghenti prestasi suatu atlet, gap antara prestasi atlet di tingkat remaja, dengan tingkat yunior atau senior, juga membawa masalah.

Ia mencontohkan sprinter muda putri Ulfa Silpiana yang memegang rekornas remaja  200 M dengan catatan waktu  25,09 detik.  Waktu catatannya itu ternyata masih cukup jauh  dengan rekor yunior yang masih dipegang mantan atlet nasional Irene Truice Joseph yaitu 23,92 detik. Begitu pula di nomor sprint 100 meter putra, dimana rekornas masih dipegang mantan atlet Suryo Agung Wibowo, di 10,17 detik, belum dapat didekati oleh atlet-atlet remaja  atau yunior yang ada saat ini.

Bahkan, di tingkat remaja, catatan waktu sprint 100 M masih di bawah 11 detik. “Jarak yang cukup jauh, ini yang berusaha kita dekatkan, sehingga proses regenerasi berjalan mulus,” ujar Tigor Tanjung yang juga wakil ketua federasi Atletik Asia ini. Karena itu, Ia berharap akan ada kejutan prestasi membanggakan dari ajang Kejurnas kali ini.

 

Ulfa Silpiana Bersama Sekjen PB PASI Tigor M Tanjung.

 

PB PASI mengirim tim atletik untuk mengikuti Kualifikasi Olimpiade Remaja 2014 zona Asia di Bangkok, 21-22 Mei 2014 mendatang. Tim yang beranggotakan empat atlet putra dan delapan atlet putri tersebut akan berangkat pada tanggal 19 Mei 2014. Sekjen PB PASI Tigor M Tanjung berharap, para atlet remaja yang dikirim ke Bangkok tersebut dapat mencapai hasil maksimal, sehingga dapat lolos dan ikut serta di ajang Olimpiade Remaja 2014 yang rencananya akan berlangsung di Nanjing, China, 16 hingga 28 Agustus 2014 mendatang.

Tim Atletik Indonesia yang dikomandani pelatih Pelatnas Kikin Ruhuddin akan menurunkan atlet putra Akbar Saputra yang turun di nomor 400 Meter, Bilal Bilano (800 M), Ravi Putra Rahman (2000m st.Chase), dan Burhan Wardhani (100 M). Sementara tim putri akan diperkuat peraih medali emas SEA Youth Athletics Championships 2014 Gusti Ayu Mardili Ningsih (400 M), Peraih medali perak nomor 1500 M Asian Youth Championship 2013 Aprilia Kartika,  Ken Ayuthaya Purnama (100 M gawang), Jelita Nara Idea ( Lompat tinggi Galah) dan Ulfa Silpiana ( 200 m). 

   

Berita menggembirakan datang dari Negeri China. Dalam gelaran 26th IAAF World Race walking Cup 2014, di Taicang, China, atlet jalan cepat nasional sekaligus pemegang rekor nasional  Indonesia, Hendro berhasil memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri untuk nomor 20 km jalan cepat putra. Hendro mencatatkan waktu 1;29;24 detik atau lebih baik dari rekornas sebelumnya 1;29;35 detik.

Meski secara keseluruhan Hendro berada di urutan 88 dari 113 peserta, namun capaian hendro masih lebih baik dibanding atlet jalan cepat dari negara ASEAN lainnya seperti  Muhammad Harun dan Rajan Deren Eswaran dari Malaysia serta Edmund Sim dari Singapura. masing-masing hanya bis amenempati posisi  95,98 dan 99.  Posisi pertama lomba diraih atlet Ukrania Ruslan Dmytrenko dengan catatan waktu  1:18: 37. Sementara medali perak dna perunggu diraih  atlet China Cai Zelin (1;18;52)  dan atlet Rusia Ruzavin Andrey (1:18:59).   

   

Atlet-atlet Muda Atletik Indonesia kembali membuktikan diri mampu bersaing dengan atlet muda negara lain. Berlaga di SEA youth Athletics Championships 2014, tim Indonesia yang dikomandoi pelatih Alexander Resmol berhasil meraih 1 medali emas, 4 perak dan 5 perunggu.

Dalam kejuaraan yang diikuti oleh tim atletik dari Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos dan Singapura serta tuan rumah Myanmar ini, atlet Gusti Ayu Mardili Ningsih meraih medali emas dari nomor 400 m remaja. Gusti bahkan berhasil memecahkan rekor nasional 400 M remaja dengan catatan waktu 57,34 detik atau lebih baik dari rekornas lama yang dipegang Serafi Anelis Unani 57,85 detik. Sementara medali perak salah satunya disumbangkan oleh Igo Fransisko lewat nomor tolak peluru dan Burhan Wardhani lewat nomor bergengsi Sprint 100 M putra.

Kejuaraan  yang berlangsung di stadion Wunna Theikdi, Nay Pyi Taw, Myanmar ini dibuka oleh wakil presiden Myanmar Dr. Sai Mauk Kham, ahad lalu dan berlangsung selama dua hari dengan mempertandingkan 43 nomor pertandingan. Indonesia sendiri hanya mengirim 12 atlet muda terbaiknya.  

Tim Atletik Kota Kediri akhirnya keluar sebagai juara umum kejuaran nasional atletik Jatim Open 2014 di lapangan atletik Universitas Negeri Surabaya, Sabtu (26/4) lalu. Tim yang diperkuat atlet senior Edi Jakriya berhasil mengalahkan tim-tim peserta dari berbagai daerah lainnya. Edi yang turun di nomor 110 meter gawang berhasil menyumbang satu medali emas bagi Kota kediri. Selain Edi, medali emas juga disumbangkan atlet lempar cakram nasional Roni Sisco yang mampu melempar sejauh 44,02 Meter dan atlet lempar lembing putri Wiri dania Hidayat serta tim estafet Putri 4 x 100 meter. Penyerahan Piala juara Umum Kejurnas Jatim Open 2014 diserahkan oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.    

Hari kedua kejuaraan nasional Jatim open 2014, atlet-atlet nasional masih terus mendominasi podium juara. Atlet Senior Dedeh erawati kembali membuktikan dominasi di nomor spesialisasinya, 100 meter Gawang dengan meraih medali emas. Selain Dedeh, atlet pelatnas lainnya yang kembali membuktikan ketangguhannya yaitu Tresna Ayu Puspita. atlet asal Kuningan Jawa Barat, ini meraih menyumbang dua medali emas dari dua nomor spesialisasinya.   

 

Kerja keras Maria Natalia Londa  di SEA Games 2013 Myanmar kembali mendapat apresiasi.  Kali ini penghargaan diberikan oleh Pengurus Pusat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam rapat Anggota KONI Pusat di plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), senin malam lalu (10/3). Bersama enam atlet lainnya dari beberapa cabang olahraga, atlet nasional asal Bali peraih dua medali emas SEA Games ini  didapuk menjadi atlet terbaik 2013.

"Kami mengucapkan selamat kepada penerima penghargaan. Harapan saya, dari penghargaan ini bisa memotivasi serta meningkatkan prestasi olahraga Indonesia," ujar ketua umum KONI Pusat Mayjen (purn) Tono Suratman.  Selain atlet, KONI juga mengapresiasi pelatih, pembina olahraga, lembaga, serta pelopor olahraga yang dinilai memberi kontribusi tertinggi pada olahraga di Indonesia.

Sebagai pembina olahraga terbaik, KONI Pusat memberikan penghargaan kepada  Ketua Umum PB PASI Mohamad Bob Hasan. Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini, dinilai telah banyak berjasa memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan olahraga khususnya atletik nasional sehingga mampu berprestasi di pentas-pentas regional dan  internasional.    

 

Press Release:

Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah pesta olahraga terbesar tingkat nasional.  Ajang kompetisi multi –event empat tahunan ini kerap dijadikan sebagai wahana bagi daerah untuk menampilkan atlet-atlet terbaiknya untuk berkompetisi dengan atlet dari daerah lain dan ajang evaluasi pembinaan olahraga atletik di daerah masing-masing.

Namun, kualitas pertandingan dan prestasi yang dicapai dalam beberapa PON belakangan ini cenderung stagnan, jika tak ingin disebut, terjadi penurunan signifikan. Hal ini disebabkan antara lain oleh lambatnya proses regenerasi sehingga banyak atlet yang telah melewati masa puncaknya, masih ikut bertanding dengan harapan bisa meraih medali yang akan meningkatkan prestise daerahnya. Sementara, atlet-atlet muda, lapis berikutnya tidak diikutsertakan.

Motivasi daerah yang hanya sekadar untuk meraup medali sebanyak-banyaknya, juga mendorong terjadinya perpindahan atlet antar daerah dengan iming-iming dan latar belakang yang beragam yang kerap menimbulkan perselisihan antar daerah. Padahal, setiap Propinsi, diharapkan untuk bekerja keras membina atlet-atlet daerahnya masing-masing.

Atas dasar itulah, maka Pengurus Besar Persatuan ATletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memutuskan untuk menetapkan batasan usia atlet untuk terjun dalam PON. “PB PASI menetapkan batasan usia 18 tahun hingga 24 tahun yang boleh ikut pertandingan Atletik di PON,” ujar Ketua Umum PB PASI Bob Hasan.

Batasan tersebut, lanjut Bob Hasan, mulai diberlakukan pada penyelenggaraan PON XIX/2016 di Jawa Barat.  Menurut Bob Hasan, kini sudah diselenggarakan beberapa even yang mengkhususkan bagi atlet berusia muda, seperti kejuaraan Youth Asian Games, dan Youth Olympic games. Di dalam Negeri sendiri, akan digelar PON Remaja yang akan berlangsung di Jawa Timur, November 2014 mendatang.

PB PASI berharap, dengan adanya pembatasan usia ini, semua daerah akan giat mencari bibit dan membina atlet-atlet muda sejak usia 13-14 tahun sehingga punya cukup waktu untuk berlaga di PON dan bis aterus berprestasi, selepas PON. Selain itu, “Kita berharap, tidak ada lagi daerah berseleisih karena atlet andalannya, pindah ke daerah lain,” tegas Bob Hasan

Page 8 of 12
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…