PB PASI

PB PASI

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Wednesday, 19 April 2017 08:11

Sukses Prestasi Bertambah Rejeki

EMILIA NOVA (Dok GATRA)

 

Tubuh itu dipenuhi peluh yang mengucur deras akibat terik mentari yang menyengat. Namun hal tersebut tidak mengendurkan semangat Emilia Nova untuk terus melompati gawang demi gawang di lapangan atletik GOR Rawamangun, Jakarta, Senin kemarin. Maklum, latihan kali ini untuk persiapan diri menjelang SEA Games 2017 di Malaysia, Agustus mendatang. “Waktunya tidak lama lagi, jadi harus semakin rajin latihan,” kata Emilia kepada Gatra.

Atlet saptalomba dan lari gawang pelatnas PB PASI ini mengaku  harus melewati tiga sesi latihan dalam sehari. Latihan pagi selama 2-3 jam dan latihan sore dua sesi sekaligus selama empat jam. Wanita kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1995 ini pun memasang target emas untuk SEA Games nanti.

Wanita dengan perawakan langsing dan kaki berjenjang, ini pun bermimpi lebih tinggi lagi. Emilia juga ingin menjuarai Olimpiade 2020 di Tokyo. “Saya ingin menjadi juara SEA Games dan Olimpiade,” kata dara ini berharap dengan wajah semringah.

Ia bercerita, menjadi atlet bukanlah cita-citanya sebenarnya semasa kecil. Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Zainur dan Delvia ini justru ingin menjadi polisi. Sosok polisi yang mengenakan seragam, menurutnya, tegap dan berwibawa.

Meski begitu, Emilia sejak kecil juga menyukai olahraga. Ia kerap mengikuti lomba atletik di sekolahnya. Bahkan, sejak kelas 4 SD,  ia telah banyak memenangkan berbagai kejuaraan. Hingga kelas 3 SMP pada 2010, Emilia membuktikan dirinya sebagai yang terbaik se-DKI. Emilia pun mengakui, di balik itu semua, ada sosok Ayahnya, Zainur yang senantiasa menemani Emilia dalam setiap latihan dan pertandingan.

Prestasinya itu yang lantas membawa dirinya masuk radar para pembina atletik di PB PASI. Emil --panggilan akrab Emilia-- kemudian diundang untuk masuk dalam pelatnas PB PASI, dan berlatih di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

Ketua Umum PB PASI, Mohamad Bob Hasan, sendiri yang turun tangan 'melamar' Emil. Pertemuan sempat diadakan antara Bob Hasan dan Zainur dan Emilia. Tak segan-segan, Bob Hasan langsung menawarkan Zainur untuk membantu mengurus Emil hingga bisa menjadi atlet nasional. “Biar anakmu saya yang mengurus,” kata Emilia meniru Bob Hasan ketika itu.

Sejak itu, kehidupan Emil berubah drastis. Ia makin disiplin dalam latihan. PB PASI juga tak lepas tangan terhadap pendidikan Emil. "Selain menyediakan tempat tinggal, uang saku, kebutuhan sehari-hari, bahkan pelatih dan semua kebutuhan Emil, PB PASI sediakan. Dan, seperti buat atlet-atlet pelatnas lainnya, PB PASI juga menyekolahkan dia dari SMP, SMA, hingga perguruan tinggi," ujar ketua Umum PB PASI, Bob Hasan.

Dari situ, Emilia terus berlatih, hingga akhirnya namanya kian bersinar ketika sukses menyabet tiga emas di PON Jawa Barat 2016. Emil berhasil menjadi juara di nomor lari 100 meter gawang, saptalomba, dan estafet 4x100 meter. Menariknya, atlet asal kontingen DKI Jakarta ini mencatatkan diri sebagai pemecah rekor nasional 100 meter gawang, dengan catatan waktu 13.35 detik menggeser rekornas milik seniornya, Dedeh Erawati, 13,36 detik.

Tak hanya itu, Emil juga berhasil memecahkan rekor nasional untuk saptalomba, yang sebelumnya ini dipegang oleh Rumini sejak 1993. Emilia mencatatkan angka 5.382 poin, lebih tinggi ketimbang Rumini yang hanya 5.204 poin.

Atas hasil dari raihan medali emas itu Emil mendapatkan bonus dari Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 800 juta. Meski masih berusia muda, Emilia sudah berpikir akan investasi. Ia termotivasi oleh nasihat Ketua Umum PB PASI, Mohamad Hasan, yang selalu mengingatkan para atlet untuk menabung demi masa depan. Bahkan, PB PASI kerap memberikan bonus kepada atlet berprestasi dalam bentuk tabungan yang hanya bisa dicairkan ketika pensiun sebagai atlet. Kebijakan itu dilatarbelakangi pengalaman melihat sejumlah mantan atlet yang justru hidup susah saat pensiun. “Emilia enggak mau kayak gitu. Apalagi Emil tulang punggung, Emil enggak mau lihat mama dan adik susah,” katanya.

 

==========

 

Nama: Emilia Nova

Asal : DKI Jakarta

Tinggi : 173 cm

Tempat tanggal lahir: Jakarta, 20 Agustus 1995

 

Prestasi :

 

Juara 100 meter gawang di Asian University Games 2014 di Palembang dan Singapura 2016

Juara nomor 100 meter lari gawang U-21 Vietnam 2013

Runner-up Saptalomba Asean University Games 2014

Juara 4 x 100 meter Hong Kong Open 2016

Runner-up 4 x 100 meter Vietnam Open 2016

Runer-up 100 meter lari gawang Singapura Open 2015

Juara 100 meter gawang ANQ Track and Field Championship, Townsville, Australia

 

Peraih emas PON Jawa Barat 2016 untuk kategori saptalomba, gawang 100 m dan estafet 4 x 100 m.

Rekor nasional saptalomba dan gawang 100 m

Rekor PON Gawang 100 m dan saptalomba

 

 

 

Saturday, 18 February 2017 19:40

Pelatih Terbaik Dunia Melatih Atlet Indonesia

 

Pelatih nomor satu Dunia Harry Marra memberi Petunjuk latihan di Kolam Renang kepada Atlet dan Pelatih PB PASI

 

Bagi Harry Marra, waktu adalah emas. Setiap detik baginya, sangat berharga. Begitu pula saat ia harus melatih atlet-atlet atletik Indonesia. Sejak memulai latihan di pagi hari, pria yang bernama lengkap Harry William Marra jr. ini tak menyisakan sepenggal waktupun untuk istirahat hingga waktu makan siang tiba. Jadwal pelatihan yang ketat bagi para atlet dan pelatih pelatnas Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) membuat beberapa atlet mengeluh kelelahan. “Capek banget Pak,” ujar Maria Londa, kepada Gatra.

Tapi, atlet peraih medali emas Asian Games 2014 ini tetap merasa senang. Ia mendapat banyak ilmu berharga dari Harry untuk meningkatkan kemampuannya. Harry memberikan banyak metode-metode latihan praktis yang belum pernah dilakukan Maria dan para atlet lainnya.

Sejak datang pada senin dini hari, Harry langsung menggelar Coaching Clinic pada siang harinya. Semua atlet dikumpulkan untuk menyaksikan dan menganalisa video rekaman atlet Amerika Serikat Ashton Eaton saat meraiih medali emas dasa lomba Olimpiade Brasil 2016. Ashton merupakan anak didik Harry Marra.

Bersama atlet Kanada Brianne Theisen yang merupakan istri Ashton Eaton, keduanya digembleng Harry Marra di Amerika Serikat. Brianne juga peraih perunggu Olimpiade Brasil 2016 di nomor Saptalomba. Ashton tercatat sebagai pemegang rekor dunia nomor saptalomba indoor (6.645 poin) dan dasalomba (9.045 poin).

Harry diundang PB PASI untuk memberikan pelatihan bagi lebih dari 55 atlet dan pelatih nasional di stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Tak hanya atlet-atlet pelatnas PB PASI, beberapa pelatih dan atlet dari Jawa Timur dan Jawa Tengah juga diikutkan. “PB PASI menunjuk sejumlah atlet dan pelatih nasional untuk dilatih Harry. Mereka yang terpilih adalah para pelatih dan atlet yang diproyeksikan untuk berlaga di Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020.

Di antara nama-nama atlet yang ikut pelatihan adalah peraih medali emas Lompat Jauh putri Asian Games 2014 Maria Londa dan juara PON sekaligus pemegang rekor nasional lari gawang 100 m putri, Emilia Nova. "Jika menurut Harry, mereka (para atlet nasional) berpotensi, PB PASI berencana mengirim mereka untuk berlatih di Westmont College, di Santa Barbara, Amerika Serikat di bawah bimbingan Harry," tutur Tigor Tanjung.

Kehadiran Harry Marra di Indonesia, menurut Tigor Tanjung, merupakan oleh-oleh Ketua Umum PB PASI Mohamad Hasan saat menghadiri Kongres Luar Biasa Federasi Atletik Dunia (IAAF) di Monaco, awal Desember 2016 lalu. Pria yang akrab disapa Bob Hasan ini bertemu dengan Harry di sela-sela kongres IAAF dan menawarkan untuk melatih para pelatih dan atlet Indonesia. Harry yang saat itu dianugerahi pelatih terbaik Dunia oleh IAAF saat itu menyatakan akan mempertimbangkan tawaran Bob Hasan.

Pertemuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Sekretaris Umum PB PASI Tigor Tanjung. Lewat surat elektronik, Harry Marra menyatakan bersedia untuk melatih bagi para pelatih Indonesia. Harry awalnya tak ingin datang ke Indonesia. Dia berharap PB PASI mengirim atlet dan pelatihnya ke Amerika Serikat. Namun, lewat negosiasi yang panjang, akhirnya Harry bersedia datang ke Indonesia. Kebetulan, di saat yang sama, kedua anak didiknya: Ashton Eaton dan Brianne Eaton, menyatakan pensiun awal Januari 2017 lalu.

Dalam pelatihannya, Harry Marra mengingatkan perlunya pendekatan keilmuan olahraga dalam kegiatan kepelatihan. Untuk mencetak atlet-atlet berprestasi pada kejuaraan internasional, iya meyakini bahwa biaya untuk para atlet tidak selalu mahal dan memerlukan fasilitas khusus. "Keilmuan olahraga itu harus dapat diterapkan dan praktis. Saya selalu berpedoman dengan tiga hukum Newton yaitu aksi-reaksi, akselerasi, dan kelembaban," kata Harry,

Pria 69 tahun ini juga meminta para pelatih tidak boleh menerapkan semua metode keilmuan olahraga secara langsung dalam setiap praktik pelatihan mereka kepada atlet. Pendekatan keilmuan itu harus mudah dipahami oleh atlet. "Pelatih perlu memahami ilmu olahraga dan mengadaptasikan ilmu itu di lapangan. Jika ada pendekatan ilmiah olahraga yang meminta Anda untuk menerapkan metode itu secara serta-merta maka itu salah," ujarnya.

Harry juga mengombinasikan metode pelatihan atletik dengan gerakan-gerakan dalam cabang olahraga lain seperti renang, tenis, ataupun taekwondo. "Kami rutin berlatih lari di kolam renang. Jika atlet-atlet selalu berlatih lari di lintasan, mereka akan mudah lelah dan cepat cedera. Lari dalam kolam renang, adalah metde recovery yang paling bagus,” ujar Harry.

Ia juga mengatakan gerakan tendangan memutar dalam taekwondo bermanfaat bagi atlet-atlet nomor lempar lembing karena mereka mempraktikan gerakan yang sama," katanya. Harry menambahkan para pelatih juga tidak akan mencetak atlet-atlet berprestasi dalam waktu yang singkat. "Para pelatih harus terus belajar dengan memperhatikan, mendengarkan, membuat catatan, serta mendiskusikan metode latihannya," ujarnya.

Ketua Umum PB PASI Mohamad Hasan mengemukakan kehadiran Harry Marra di Indonesia merupakan langkah organisasi induk olahraga atletik itu untuk mencapai prestasi dalam Olimpiade Tokyo 2020. "Kami tidak lagi mengambil bibit-bibit atlet atletik dari hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) karena kami memilih atlet berdasarkan potensi dan fisik yang tinggi. Kami ingin mencetak atlet kualitas internasional dengan catatan waktu di bawah 10 detik untuk lari cepat," kata pria yang akrab disapa Bob Hasan itu.

Indonesia, lanjut Bob, akan menerapkan metode pelatihan Harry Marra terutama untuk atlet-atlet nomor saptalomba dan dasalomba. "Kami ingin setiap atlet muda PASI turun pada nomor saptalomba dan dasalomba terlebih dahulu. Setelah itu, mereka akan memilih nomor perlombaan sesuai kemampuan mereka," kata Bob.

Friday, 19 January 2018 12:36

Kalender Kegiatan PB PASI 2018

Bulan Tanggal Kegiatan Kota/Negara
Januari   21  Standard Chartered Hong Kong Marathon   Hong Kong 
Februari 7 - 9  Asian Indoor Championships

Teheran, Iran

  11 - 14  Test Event Asian Games XVIII

Jakarta, Indonesia

 Maret  1 - 4  IAAF World Indoor Championships  Birmingham, Inggris
  24  IAAF World Half Marathon Championships Valencia, Spanyol 
  TBD  Asian Cross Country Championships China
  TBD Kejurda Atletik Antar klub Jawa Timur Terbuka (Jatim Open) Surabaya, Indonesia
 April  5 - 6  SEA Youth Athletics Championships  Bangkok, Thailand
  TBD Singapore Open 

Singapore

  TBD Asian Grand Prix  TBD
Mei  5 - 6  IAAF World Race Walking Team Championships Taicang, China
   6 - 12  Kejurnas U-18, U-20 dan Senior  Jakarta, Indonesia 
 Juni 7 - 10  Asian Junior Championships Gifu, Jepang 
  TBD  Kejuaraan Atletik Jateng Terbuka (Jateng Open) 

Solo, Indonesia 

 Juli  10 - 15  IAAF World U-20 Championships

Tampere, Finlandia 

  TBD  Milo Jakarta Internasional 10K Jakarta, Indonesia 
 Agustus  25 - 30  Asian Games XVIII 

Jakarta, Indonesia

  TBD Maybank Bali Marathon

Denpasar, Indonesia

September          ------------   
 Oktober 6 - 18  Youth Olympic Games

Buenos Aires, Argentina

 November  TBD Kejurnas Atletik Antar PPLP 

Gorontalo, Indonesia 

Desember  TBD Kejurnas Estafet  Jakarta, Indonesia 
       

 

 TBD : To Be Decided

Kongres Persatuan PASI 2016 akhirnya kembali memilih Mohamad Bob Hasan sebagai ketua umum PB PASI periode 2016 – 2020. Bob Hasan terpilih secara aklamasi pada proses pemilihan yang diikuti 30 pengurus daerah PASI dan 1 wakil dari PAMI. Dalam Kongres yang berlangsung di ballroom Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (17/12) serta dihadiri ketua umum KONI Tono Suratman, para peserta kongres menerima seluruh laporan pertangungjawaban pengurus PB PASI 2012 - 2016 dan meminta agar seluruh hasil kerja yang sudah berjalan baik dilanjutkan oleh pengurus yang baru di bawah kepemimpinan Bob Hasan.

Bob Hasan sendiri sebelumnya telah menjelaskan hasil kerja pengurus PB PASI selama 4 tahun terakhir, bahwa di bawah kepemimpinannya telah melakukan banyak hal dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet baik di remaja, junior, maupun tingkat senior. "Kita harus berbangga bahwa atlet kita meraih medali emas melalui Maria Londa. Dan dua kali SEA Games atletik terus menjadi penyumbang medali terbanyak bagi tim Indonesia. Tapi pekerjaan rumah kita yaitu meraih medali emas Olimpiade," ujar Bob Hasan.

Ketua umum KONI Tono Suratman sebelumnya juga menyatakan menghaturkan terimakasih kepada Bob Hasan atas pengabdiannya kepada atletik selama puluhan tahun dan berharap atletik ke depan bisa terus berkontribusi terhadap dunia olahraga nasional. Dalam kesempatan tersebut, juga diberikan apresiasi kepada pelatih yang berhasil membina atlet daerah yang berhasil mendapatkan atlet yang tinggi dan berhasil yaitu pelatih asal NTB Zubair, Supriyadi (sumbar) dan Mustara (DKI Jakarta).

Page 13 of 137
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…