PB PASI

PB PASI

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Kejurnas 2015

 

Kejuaraan nasional Atletik (Kejurnas) kembali digelar  Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia. Bertempat di Stadion Atletik Rawamangun. Kejurnas bertajuk, Kejurnas U-18 (under 18 years old) dan U-20 (under 20 years old) ini, merupakan event tahunan yang diperuntukan bagi atlet-atlet remaja dan yunior dari seluruh Indonesia.

Penamaan  kejurnas kali ini, memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena mengikuti standar yang dilakukan Federasi Atletik internasional (IAAF). “IAAF sudah menggunakan kategori usia pada setiap nama kejuaraannya, dan menjadi acuan setiap negara anggota,” ujar Sekjen PB PASI Tigor Tanjung.  

Pada kejurnas kali ini, 754 atlet baik putra maupun putri telah menyatakan diri untuk ikut serta. Mereka datang dari 31 provinsi. Hanya tiga provinsi yang tidak bisa hadir yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi barat dan Nusa Tenggara Timur. “Selain karena alasan ketiadaan atlet, mereka (daerah yang tidak ikut) juga beralasan atletnya belum siap karena baru mengikuti ujian nasional,” ujar Dwi Prijono, ketua Panpel Kejurnas.

Even ini sendiri menurut Dwi, akan berlangsung selama 4 hari yaitu dari tanggal 21 April hingga 24 April 2017.  Kejurnas akan berlangsung seru karena, dari 77 nomor yang diperlombakan baik putra maupun putri,  kemungkinan besar akan banyak terjadi pemecahan rekor nasional. Hal itu mengacu pada laporan hasil latihan para atlet, khususnya para atlet muda yang tergabung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PB PASI.

Selain akan turunya para atlet pelatnas untuk membela daerah masing-masing, dalam kejurnas kali ini, juga akan hadir para atlet muda yang baru saja dinyatakan lolos kualifikasi kejuaraan dunia U-18 yaitu atlet Jawa Timur yang juga pemegang rekornas 400 meter Ifan Anugerah dan atlet lari gawang asal Jawa Barat Halomoan Edwin Binsar. Keduanya, dinyatakan lolos kualifikasi kejuaraan dunia yang akan berlangsung di Nairobi, Kenya, Juli 2017 mendatang. 

Selain keduanya, yang dinyatakan lolos ke kejuaraan dunia setelah meraih medali emas di ajang kejuaraan remaja Asia tenggara di Filipina, akhir maret lalu, ada pula atlet putri DKI Jakarta Jeanny Nuarini Agreta, yang lolos  ke kejuaran dunia karena memiliki waktu lari 100 m remaja, melampaui batas minimal. “Jadi, event ini bakal menjadi ajang ujicoba bagi ketiga atlet, dan kesempatan atlet-atlet muda daerah mengetes hasil latihannya selama ini dengan menantang para atlet pelatnas,” tambah Dwi.

Dalam kejurnas kali ini, diperebutkan 77 medali emas dari 77 nomor yang diperlombakan, baik putra maupun putri. PB PASI juga akan memberikan bonus kepada para atlet pemecah rekornas periode akhir 2016 hingga jelang kejurnas.  . Penyerahan bonus akan dilakukan langsung oleh ketua umum PB PASI Mohamad Bob Hasan. 

Wednesday, 19 April 2017 01:11

Sukses Prestasi Bertambah Rejeki

EMILIA NOVA (Dok GATRA)

 

Tubuh itu dipenuhi peluh yang mengucur deras akibat terik mentari yang menyengat. Namun hal tersebut tidak mengendurkan semangat Emilia Nova untuk terus melompati gawang demi gawang di lapangan atletik GOR Rawamangun, Jakarta, Senin kemarin. Maklum, latihan kali ini untuk persiapan diri menjelang SEA Games 2017 di Malaysia, Agustus mendatang. “Waktunya tidak lama lagi, jadi harus semakin rajin latihan,” kata Emilia kepada Gatra.

Atlet saptalomba dan lari gawang pelatnas PB PASI ini mengaku  harus melewati tiga sesi latihan dalam sehari. Latihan pagi selama 2-3 jam dan latihan sore dua sesi sekaligus selama empat jam. Wanita kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1995 ini pun memasang target emas untuk SEA Games nanti.

Wanita dengan perawakan langsing dan kaki berjenjang, ini pun bermimpi lebih tinggi lagi. Emilia juga ingin menjuarai Olimpiade 2020 di Tokyo. “Saya ingin menjadi juara SEA Games dan Olimpiade,” kata dara ini berharap dengan wajah semringah.

Ia bercerita, menjadi atlet bukanlah cita-citanya sebenarnya semasa kecil. Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Zainur dan Delvia ini justru ingin menjadi polisi. Sosok polisi yang mengenakan seragam, menurutnya, tegap dan berwibawa.

Meski begitu, Emilia sejak kecil juga menyukai olahraga. Ia kerap mengikuti lomba atletik di sekolahnya. Bahkan, sejak kelas 4 SD,  ia telah banyak memenangkan berbagai kejuaraan. Hingga kelas 3 SMP pada 2010, Emilia membuktikan dirinya sebagai yang terbaik se-DKI. Emilia pun mengakui, di balik itu semua, ada sosok Ayahnya, Zainur yang senantiasa menemani Emilia dalam setiap latihan dan pertandingan.

Prestasinya itu yang lantas membawa dirinya masuk radar para pembina atletik di PB PASI. Emil --panggilan akrab Emilia-- kemudian diundang untuk masuk dalam pelatnas PB PASI, dan berlatih di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

Ketua Umum PB PASI, Mohamad Bob Hasan, sendiri yang turun tangan 'melamar' Emil. Pertemuan sempat diadakan antara Bob Hasan dan Zainur dan Emilia. Tak segan-segan, Bob Hasan langsung menawarkan Zainur untuk membantu mengurus Emil hingga bisa menjadi atlet nasional. “Biar anakmu saya yang mengurus,” kata Emilia meniru Bob Hasan ketika itu.

Sejak itu, kehidupan Emil berubah drastis. Ia makin disiplin dalam latihan. PB PASI juga tak lepas tangan terhadap pendidikan Emil. "Selain menyediakan tempat tinggal, uang saku, kebutuhan sehari-hari, bahkan pelatih dan semua kebutuhan Emil, PB PASI sediakan. Dan, seperti buat atlet-atlet pelatnas lainnya, PB PASI juga menyekolahkan dia dari SMP, SMA, hingga perguruan tinggi," ujar ketua Umum PB PASI, Bob Hasan.

Dari situ, Emilia terus berlatih, hingga akhirnya namanya kian bersinar ketika sukses menyabet tiga emas di PON Jawa Barat 2016. Emil berhasil menjadi juara di nomor lari 100 meter gawang, saptalomba, dan estafet 4x100 meter. Menariknya, atlet asal kontingen DKI Jakarta ini mencatatkan diri sebagai pemecah rekor nasional 100 meter gawang, dengan catatan waktu 13.35 detik menggeser rekornas milik seniornya, Dedeh Erawati, 13,36 detik.

Tak hanya itu, Emil juga berhasil memecahkan rekor nasional untuk saptalomba, yang sebelumnya ini dipegang oleh Rumini sejak 1993. Emilia mencatatkan angka 5.382 poin, lebih tinggi ketimbang Rumini yang hanya 5.204 poin.

Atas hasil dari raihan medali emas itu Emil mendapatkan bonus dari Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 800 juta. Meski masih berusia muda, Emilia sudah berpikir akan investasi. Ia termotivasi oleh nasihat Ketua Umum PB PASI, Mohamad Hasan, yang selalu mengingatkan para atlet untuk menabung demi masa depan. Bahkan, PB PASI kerap memberikan bonus kepada atlet berprestasi dalam bentuk tabungan yang hanya bisa dicairkan ketika pensiun sebagai atlet. Kebijakan itu dilatarbelakangi pengalaman melihat sejumlah mantan atlet yang justru hidup susah saat pensiun. “Emilia enggak mau kayak gitu. Apalagi Emil tulang punggung, Emil enggak mau lihat mama dan adik susah,” katanya.

 

==========

 

Nama: Emilia Nova

Asal : DKI Jakarta

Tinggi : 173 cm

Tempat tanggal lahir: Jakarta, 20 Agustus 1995

 

Prestasi :

 

Juara 100 meter gawang di Asian University Games 2014 di Palembang dan Singapura 2016

Juara nomor 100 meter lari gawang U-21 Vietnam 2013

Runner-up Saptalomba Asean University Games 2014

Juara 4 x 100 meter Hong Kong Open 2016

Runner-up 4 x 100 meter Vietnam Open 2016

Runer-up 100 meter lari gawang Singapura Open 2015

Juara 100 meter gawang ANQ Track and Field Championship, Townsville, Australia

 

Peraih emas PON Jawa Barat 2016 untuk kategori saptalomba, gawang 100 m dan estafet 4 x 100 m.

Rekor nasional saptalomba dan gawang 100 m

Rekor PON Gawang 100 m dan saptalomba

 

 

 

Saturday, 18 February 2017 12:40

Pelatih Terbaik Dunia Melatih Atlet Indonesia

 

Pelatih nomor satu Dunia Harry Marra memberi Petunjuk latihan di Kolam Renang kepada Atlet dan Pelatih PB PASI

 

Bagi Harry Marra, waktu adalah emas. Setiap detik baginya, sangat berharga. Begitu pula saat ia harus melatih atlet-atlet atletik Indonesia. Sejak memulai latihan di pagi hari, pria yang bernama lengkap Harry William Marra jr. ini tak menyisakan sepenggal waktupun untuk istirahat hingga waktu makan siang tiba. Jadwal pelatihan yang ketat bagi para atlet dan pelatih pelatnas Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) membuat beberapa atlet mengeluh kelelahan. “Capek banget Pak,” ujar Maria Londa, kepada Gatra.

Tapi, atlet peraih medali emas Asian Games 2014 ini tetap merasa senang. Ia mendapat banyak ilmu berharga dari Harry untuk meningkatkan kemampuannya. Harry memberikan banyak metode-metode latihan praktis yang belum pernah dilakukan Maria dan para atlet lainnya.

Sejak datang pada senin dini hari, Harry langsung menggelar Coaching Clinic pada siang harinya. Semua atlet dikumpulkan untuk menyaksikan dan menganalisa video rekaman atlet Amerika Serikat Ashton Eaton saat meraiih medali emas dasa lomba Olimpiade Brasil 2016. Ashton merupakan anak didik Harry Marra.

Bersama atlet Kanada Brianne Theisen yang merupakan istri Ashton Eaton, keduanya digembleng Harry Marra di Amerika Serikat. Brianne juga peraih perunggu Olimpiade Brasil 2016 di nomor Saptalomba. Ashton tercatat sebagai pemegang rekor dunia nomor saptalomba indoor (6.645 poin) dan dasalomba (9.045 poin).

Harry diundang PB PASI untuk memberikan pelatihan bagi lebih dari 55 atlet dan pelatih nasional di stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Tak hanya atlet-atlet pelatnas PB PASI, beberapa pelatih dan atlet dari Jawa Timur dan Jawa Tengah juga diikutkan. “PB PASI menunjuk sejumlah atlet dan pelatih nasional untuk dilatih Harry. Mereka yang terpilih adalah para pelatih dan atlet yang diproyeksikan untuk berlaga di Asian Games 2018 dan Olimpiade 2020.

Di antara nama-nama atlet yang ikut pelatihan adalah peraih medali emas Lompat Jauh putri Asian Games 2014 Maria Londa dan juara PON sekaligus pemegang rekor nasional lari gawang 100 m putri, Emilia Nova. "Jika menurut Harry, mereka (para atlet nasional) berpotensi, PB PASI berencana mengirim mereka untuk berlatih di Westmont College, di Santa Barbara, Amerika Serikat di bawah bimbingan Harry," tutur Tigor Tanjung.

Kehadiran Harry Marra di Indonesia, menurut Tigor Tanjung, merupakan oleh-oleh Ketua Umum PB PASI Mohamad Hasan saat menghadiri Kongres Luar Biasa Federasi Atletik Dunia (IAAF) di Monaco, awal Desember 2016 lalu. Pria yang akrab disapa Bob Hasan ini bertemu dengan Harry di sela-sela kongres IAAF dan menawarkan untuk melatih para pelatih dan atlet Indonesia. Harry yang saat itu dianugerahi pelatih terbaik Dunia oleh IAAF saat itu menyatakan akan mempertimbangkan tawaran Bob Hasan.

Pertemuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Sekretaris Umum PB PASI Tigor Tanjung. Lewat surat elektronik, Harry Marra menyatakan bersedia untuk melatih bagi para pelatih Indonesia. Harry awalnya tak ingin datang ke Indonesia. Dia berharap PB PASI mengirim atlet dan pelatihnya ke Amerika Serikat. Namun, lewat negosiasi yang panjang, akhirnya Harry bersedia datang ke Indonesia. Kebetulan, di saat yang sama, kedua anak didiknya: Ashton Eaton dan Brianne Eaton, menyatakan pensiun awal Januari 2017 lalu.

Dalam pelatihannya, Harry Marra mengingatkan perlunya pendekatan keilmuan olahraga dalam kegiatan kepelatihan. Untuk mencetak atlet-atlet berprestasi pada kejuaraan internasional, iya meyakini bahwa biaya untuk para atlet tidak selalu mahal dan memerlukan fasilitas khusus. "Keilmuan olahraga itu harus dapat diterapkan dan praktis. Saya selalu berpedoman dengan tiga hukum Newton yaitu aksi-reaksi, akselerasi, dan kelembaban," kata Harry,

Pria 69 tahun ini juga meminta para pelatih tidak boleh menerapkan semua metode keilmuan olahraga secara langsung dalam setiap praktik pelatihan mereka kepada atlet. Pendekatan keilmuan itu harus mudah dipahami oleh atlet. "Pelatih perlu memahami ilmu olahraga dan mengadaptasikan ilmu itu di lapangan. Jika ada pendekatan ilmiah olahraga yang meminta Anda untuk menerapkan metode itu secara serta-merta maka itu salah," ujarnya.

Harry juga mengombinasikan metode pelatihan atletik dengan gerakan-gerakan dalam cabang olahraga lain seperti renang, tenis, ataupun taekwondo. "Kami rutin berlatih lari di kolam renang. Jika atlet-atlet selalu berlatih lari di lintasan, mereka akan mudah lelah dan cepat cedera. Lari dalam kolam renang, adalah metde recovery yang paling bagus,” ujar Harry.

Ia juga mengatakan gerakan tendangan memutar dalam taekwondo bermanfaat bagi atlet-atlet nomor lempar lembing karena mereka mempraktikan gerakan yang sama," katanya. Harry menambahkan para pelatih juga tidak akan mencetak atlet-atlet berprestasi dalam waktu yang singkat. "Para pelatih harus terus belajar dengan memperhatikan, mendengarkan, membuat catatan, serta mendiskusikan metode latihannya," ujarnya.

Ketua Umum PB PASI Mohamad Hasan mengemukakan kehadiran Harry Marra di Indonesia merupakan langkah organisasi induk olahraga atletik itu untuk mencapai prestasi dalam Olimpiade Tokyo 2020. "Kami tidak lagi mengambil bibit-bibit atlet atletik dari hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) karena kami memilih atlet berdasarkan potensi dan fisik yang tinggi. Kami ingin mencetak atlet kualitas internasional dengan catatan waktu di bawah 10 detik untuk lari cepat," kata pria yang akrab disapa Bob Hasan itu.

Indonesia, lanjut Bob, akan menerapkan metode pelatihan Harry Marra terutama untuk atlet-atlet nomor saptalomba dan dasalomba. "Kami ingin setiap atlet muda PASI turun pada nomor saptalomba dan dasalomba terlebih dahulu. Setelah itu, mereka akan memilih nomor perlombaan sesuai kemampuan mereka," kata Bob.

Sunday, 19 February 2017 08:36

Kalender Kegiatan PB PASI 2017

Bulan Tanggal Kegiatan Kota/Negara
Januari       
Februari 2 Myanmar open

Myanmar

  TBD Brunei Open

Brunei Darusalam

  13 - 23 Coaching Clinic Harry Marra

 Cibinong, Bogor

  TBD Gubernur Kaltim 10 K

Samarinda, Kaltim

Maret 19 Asian 20 km Race Walking Championships

Nomi City, Jepang

  26 IAAF World Cross Country Championships

Kampala, Uganda

  27 - 28 SEA Youth Athletics Championships

Hagan Isabela, Philipina

  30 - 2/4 Phillipine National Open Invitational Athletics Championships

Hagan Isabela, Philipina

  TBD Kejurda Atletik Antar Klub Jatim Opem

Surabaya, Indonesia

April 21 - 24 Kejurnas Yunior dan Remaja

Jakarta, Indonesia

  24 Singapore Open

Singapura

  24 Asian Grand Prix (1st leg)

Jiaxing, China

  27 Asian Grandprix (2nd leg)

Jinhua,China

  30 Asian Grand prix (3rd leg)

Taipei, Taiwan

Mei 12-22 4th Islamic Solidarity Games

Baku, Azerbaizan

  20-23 2nd Asian Youth Athletics Championships

Bangkok, Thailand

  TBD Kejurnas Atletik Antar PPLP

Timika, Papua

Juni 1-4 22nd Asian Athletics Championships

Ranchi, India

  TBD Thailand Open

TUSC, Bangkok, Thailand

  TBD Vietnam Open

Ho Chi Minh, Vietnam 

Juli 12 - 16 IAAF World Youth Championships

Nairobi, Kenya

  22-24 Timor Leste open

Timor Leste

  TBD Malaysia Open

Kuala Lumpur, Malaysia

  TBD Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)

Medan, Indonesia

Agustus 4 - 13 IAAF World Championships

London, Inggris

  19-28 SEAGames XXIX

Kuala Lumpur, Malaysia

  TBD Maybank Bali Marathon

Gianyar, Bali , Indonesia

September 17-27 5th Asian Indoor Games

Asghabat, Turkmenistan

  20- 25 World Student Games

Taipei City, Taiwan

  TBD Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV

Semarang, Indonesia

Oktober TBD Kejuaraan Antar Klub Piala Panglima TNI Open V

Bandung, Indonesia

November 27-30 Indonesia Open/Kejuaran Nasional Atletik

Jakarta, Indonesia

  TBD 14th Asian Marathon Championships

Dongguan City, China

  TBD Asian Youth Games

Jakarta, Indonesia

Desember TBD Kejurnas Estafet

Jakarta, Indonesia

       

 

 

Page 3 of 127
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…