Thursday, 14 April 2011 15:02

Juara Dunia Lars Riedel Melatih 40 Pelatih dan Atlet di Timika, Papua

Dalam cabang olahraga atletik, Papua adalah daerah potensial penyuplai atlet handal Indonesia. Dulu, hingga pertengahan 90-an propinsi paling timur Indonesia ini adalah gudang atlet pelempar yang mengharumkan nama Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional. Namun, belakangan ini prestasi besar itu agak meredup. Tidak terdengar lagi atlet sehebat Frans Mahuse, Freddy Mahuse, Julius Uwe, Timotius Ndiken dan lain-lain. Melihat kenyataan ini, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PA

SI) telah mendapat dukungan dari PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk mengangkat kembali prestasi Papua itu.

Langkah awal yang diambil adalah mendatangkan Lars Riedel dari Jerman, juara dunia lempar cakram lima kali dan peraih medali emas Olimpiade 1996 di Atlanta, AS. Sejak awal Februari lalu, Lars Riedel berada di Timika membagikan ilmunya kepada 40 pelatih dan beberapa atlet dari 6 Kabupaten dan Kota propinsi Papua dan beberapa kabupaten propinsi Papua Barat. Penataran yang akan berlangsung hingga tanggal 8 Februari ini seluruhnya difasilitasi oleh PTFI mulai dari kedatangan Lars Riedel, kehadiran pelatih-pelatih lokal, akomodasi, sampai pada sarana dan prasarana pelatihan


Lars Riedel sendiri merasa sangat terkesan selama melatih di Papua. Para peserta pelatihan menurutmya sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap sesi latihan. Lars juga menemukan kemampuan gerak motorik sebagian dari peserta kurang bagus karena kurang berlatih pada saat masih remaja. Karena itulah, Lars tidak segan-segan mengajarkan teknik paling dasar sekali pun agar para atlet terbentuk dengan benar. Selama di Papua, Lars juga tak mengalami kesulitan dengan makanan mau pun cuaca. “Semua makanan dicoba seperti ubi, ayam goreng, ikan dan dia paling suka pisang Ambon", kata Boedi Darma Sidi, Ketua Bidang Pembinaan

PB PASI yang mendampingi Lars selama di Papua.

Sebagai perusahaan yang beroperasi di Timika, PTFI mendukung pelatihan terhadap pelatih dan para atlet ini karena program ini selaras dengan komitmen PTFI dalam pengembangan sumber daya manusia Papua, termasuk di bidang olahraga. “Kami sepakat dengan PB PASI bahwa di Papua ada banyak sekali bibit atlet potensial namun tidak memiliki fasilitas yang memadai, oleh sebab itu kami sambut baik program coaching clinic di Timika yang digagas oleh PB PASI", ujar Rozik B. Soetjipto, Direktur Utama PT Freeport Indonesia.

Dukungan PTFI terhadap pengembangan talenta-talenta pada bidang olahraga atletik di Papua  tentunya tidak hanya sampai disini saja.  Kedepannya, PTFI juga berencana untuk membangun sports center yang dapat digunakan untuk melakukan pelatihan olahraga termasuk di cabang atletik. Setelah pembangunannya selesai, maka atlet-atlet berbakat Papua akan dijaring dan dipusatkan pelatihannya di tempat ini. PB PASI sendiri akan ikut mengawasi agar fasilitas yang telah lama ditunggu-tunggu ini memenuhi persyaratan yang diatur oleh badan atletik dunia IAAF (International Association of Athletics Federation). Pemanfaatan stadion ini s

epenuhnya akan dikelola oleh PB PASI sesuai dengan pengalaman dan jejak rekam yang sudah teruji dalam pembinaan cabang olahraga atletik dan para atlet. Dengan demikian diharapkan dunia atletik Papua berjaya kembali.

Last modified on Thursday, 14 February 2013 17:19
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…